Cinta Dalam Diam

Judul Cerpen Cinta Dalam Diam
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 16 December 2016

Aku berjalan tanpa arah yang pasti menembus tipisnya rintik hujan, angin bertiup membuat jaket dan jilbabku berterbangan. Kuteringat pada sebuah kejadian tadi siang di sekolah. Saat itu cuaca tidak menentu, aku bersama temanku mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba yang diselenggarakan 6 hari yang akan datang. Mereka sibuk dengan bidangnya masing masing, sedangkan aku hanya duduk dan memainkan kuas kecilku, karena merasa bosan aku memasuki sebuah ruangan yang terbilang sempit. Disana hanya ada sebuah komputer, satu meja dan 3 buah kursi reyot. Setelah aku masuki ruangan tersebut kulihat kak Adi, Zaid dan kak Adin.

Sebelum aku lanjut ceritanya, aku pengen kenalin kak Adin ke kalian. Ia Muh Adin namanya, biasa aku panggil kak Adin. Dia orangnya asik, jahil dan bisa aku katakan cakep. hehe. Aku bisa bilang gitu karena aku suka sama dia. Tapi dia ya gitu deh, sok sok gak peduli gitu.

Aku lanjut ya ceritanya. Setelah aku masuk, aku duduk di sebelah kak Adi. “id, loe sini deh biar gue yang di situ” ujar kak Adin kepada Zaid. Akhirnya Zaid pun berpindah tempat dan kini kak Adin yang duduk di sampingku. deg-degan nih, kalian bisa dengar detak jantungku gak?.

“kak, pinjam Hp kakak boleh?” tanya aku ke kak Adin. “jangan!!, buat apa sih, gak boleh!!” sambil memasukkannya ke dalam saku celananya. “kok gak boleh sih kak ada apanya? sampai kagak boleh dilihat gitu?” tanyaku makin curiga. “enggak kok, gak ada apa apanya” sambil memegang tanganku. Tapi sebelum kak Adin memasukkan Hpnya ke dalam saku, aku sekilas bisa lihat isi pesannya, dari atas sampai bawah pesan itu dari kak siska temanku sendiri. “ohh tuhan!!” kuelus dadaku lalu ku terdiam sambil berpikir.

Akhirnya aku memutuskan untuk ke luar dari ruangan itu lalu membuat sebuah pioneering dan mendengarkan lagu. Tak lama kemudian kak Adin menyusulku dengan wajah yang membuatku semakin jengkel. Mungkin kalau di situ ada air comberan pasti sudah aku siramin tuh air ke mukanya biar tambah jelek. Abis nyebelin gitu. “lagu apaan ini? yang bagus ding!!” kata kak Adin kepada Shandi. “kamu pengen lagu apa?” tanya Shandi. “untuk dia bukan KAMU!!” kata kak Adin sambil melotot ke arahku. “iya kak untuk dia (kak siska). aku mah apa kak? cuma pengisi waktu senggang kakak” kataku dalam hati sambil kutahan air mata.

Aku berlari menuju ke belakang laboratorium kultur jaringan yang sepi dan menangis sejadi jadinya. Aku pun tau bahwa yang dimaksud kak Adin adalah kak Siska. kak Adin tak pernah tau kalau kak Siska adalah teman dekatku dan aku pun tak pernah cerita kepada kak Siska tentang perasaanku ke kak Adin. Mungkin kak Adin akan memilih kak Siska karena mereka sudah saling cinta. Lain dari diriku yang hanya mencintai kak Adin dalam diam. Semoga langgeng dan bahagia kak..!!

Cerpen Karangan: Ika Riyanda
Facebook: Ikha Ryanda

Cerita Cinta Dalam Diam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cinta Kamu Bukan Untuk Aku

Oleh:
Ruang Aula sudah sesak dipenuhi oleh banyak siswa-siswi. Ya! Dimulai dari ruangan ini aku mempunyai sekolah baru. Aku sedang masa orientasi siswa, ya.. yang biasanya disingkat dengan MOS. Di

True Love (Part 1)

Oleh:
Cuaca pagi yang cerah menghiasi taman sekolah SMK itu, terlihat seorang gadis yang tengah membaca buku di Taman sekolah. Gadis itu bernama Rere, tidak jauh dari tempat Rere membaca

Inikah Senja

Oleh:
Ketika senja berlalu pergi, ketika sinar jingganya mulai kelam, ketika langit biru mulai menghitam, Ia, wanita yang manis itu menumpahkan segala air mata pengharapannya. Menumpahkan segala rasa sesal akan

Phira

Oleh:
Phira gak suka sama yang namanya keributan, dia benci sama orang yang suka main kasar, dan benci sama orang yang main otot daripada otak. Tapi hari ini, tanpa sengaja,

Hati dan Rembulan

Oleh:
Kurentangkan tangan di antara karang karang dangkal di dasar laut. Kututup mataku untuk sesaat saja. Hiruk pikuk hidup ini telah aku cicipi. Aku lelah dengan semua ini. Mengapa aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *