Cinta Dalam Diam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 June 2017

Masa SMA merupakan masa masa terindah bagiku. Masa masa dimana aku tertarik dengan lawan jenis. Bukan berarti aku belum tertarik dengan lawan jenis ketika SMP, aku sudah tertarik akan tetapi rasa ketertarikanku lebih besar ketika duduk di bangku SMA. Ketika itu aku kelas 1 SMA. Sejak pertama masuk perhatianku terpaku kepada seorang perempuan berambut panjang yang duduk di bangku belakang. Wajahnya yang cantik dan sikapnya yang kalem layaknya seorang wanita membuat aku terkesima karenanya. Inginku menyapa dia akan tetapi entah mengapa lidah ini seperti kaku dan tak bisa mengeluarkan kata sedikitpun jika berada di dekatnya. Selain itu jantung juga berdegup kencang. Apakah ini tandanya aku jatuh cinta? yah aku jatuh cinta kepada dia. Terlalu dini memang untuk jatuh cinta mengingat aku dan dia belum pernah mengobrol. Tetapi bagaimana lagi, perasaan tidak bisa dibohongi. Inikah jatuh cinta pada pandangan pertama?

Namaku Rino dan wanita idolaku bernama Tantri. Tinggiku sekitar 165 cm dan tantri mungkin sekitar 160 cm. Kulitnya putih bersih dan perawakannya tinggi untuk ukuran seorang wanita pada umumnya. Perkataannya lembut dan kalem, tetapi jujur saat itu aku belum pernah mengobrol dengannya. Aku tau perkataanynya kalem dan lembut karena aku memperhatikan dia ketika dia sedang bercengkerama dengan teman yang lain. Aku lihat tidak banyak para lelaki yang ingin berkenalan dengannya. Padahal wajarnya jika ada cewek cantik itu biasanya para laki laki berebut ingin berkenalan dengannya. Aku tidak tahu mengapa mungkin dia terlalu mmproteksi diri dengan para lelaki. Aku lihat dia juga sedikit cuek atau dingin kepada laki laki yang ingin bicara dengannya. Aku takut nanti pada saat aku ingin berkenalan dengannya dan ingin mengajak dia mengobrol dianya malah cuek. Itu bisa membuatku trauma untuk kenalan dengan cewek lagi. Tapi aku mencoba mencari suatu kesempatan agar bisa berbicara dengan dirinya.

Hari kamis dengan suasana yang cerah pagi hari, aku sengaja berangat lebih awal karena ada pelajaran olahraga. Setiba di sekolah tak seorang pun ada di sana. “wah, ternyata aku terlalu pagi yah berangkatnya sampai sampai belum ada seorangpun di sini” gumamku. Aku duduk di kursi pojok kanan paling belakang. Dari dulu aku memang suka duduk di bangku belakang supaya jika ngantuk tidak terlihat oleh guru, hehe.

Tak ada aktifitas yang aku lakukan di bangku itu, yang aku lakukan hanya melamun memandang papan tulis yang penuh coretan Pak Hari guru bahasa inggris yang belum dihapus dan aku juga sama sekali tidak paham apa maksud pelajaran tersebut. Maklum lidah jawa sulit tuk belajar bahasa inggris hehe.

Tiba tiba lamunanku buyar setelah ada seseorang masuk ke kelas. “hai kok melamun saja?” kata orang itu. “eh, enggak kok cuma ingin mencoba memahami materi bahasa inggris kemarin itu lho kok sulit banget yah”. Jawabku canggung. “oh, itu yah… iya nih aku juga agak tidak paham dengan materi tersebut”. Tambahnya. “oh ya kalau boleh tau nama kamu siapa? kita sekelas tapi belum pernah kenalan”. Tanyaku. Aku mengulurkan tanganku dan dia juga mengulurkan tangannya sembari menjawab pertanyaanku tadi. “namaku tantri, nama kamu siapa?” tanyannya balik. Lalu aku menjelaskan namaku dan kami ngobrol banyak sekali hingga tak terasa jam sudah agak siang dan banyak teman teman kami yang tiba.
Sebenarnya ketika berkenalan tadi aku sedikit takut jika dia akan cuek padaku akan tetapi tidak, dia sangat berbeda dari apa yang aku pikirkan. Dia sangat hangat. Lalu kami duduk ke kursi kami masing masing. Jam sudah menunjukkan jam 09.00 dan waktunya istirahat. Waktu istirahat hanya aku gunakan untuk memandang wajah tantri yang tentunya juga sembunyi sembunyi. Malu juga jika ketahuan memperhatikannya. Bagiku dia begitu sempurna. Aku membayangkan bisa bersanding dengannya kelak. Widiiihhh aku terlalu tinggi mengkhayal.

Hari berganti hari, miggu berganti minggu dan bulan berganti bulan. Aku dan Tantri sudah semakin akrab. Aku sudah tidak merasa canggung lagi bercengkerama bahkan bercanda dengan dia. Sejak awal aku memendam cinta padanya akan tetapi hingga saat ini aku belum berani mengungkapkannya. Maklum dia merupakan wanita pertama yang mampu membuatku tergila gila. Hingga aku tahu ada anak laki laki kakak kelas yang juga suka padanya. Laki laki itu sama sepertiku, suka dengannya akan tetapi yang membedakan yaitu dia lebih berani untuk menunjukkan sikap bahwa dia menyukainya. Sedangkan aku sedikitpun tak ada keberanian padaku. Aku takut ditolaknya. Hingga akhirnya aku pendam rasa ini tanpa sepengetahuannya. Tersiksa memang, tapi aku tak mempunyai kekuatan super seperti supermen. Wajahku tidak setampan artis Shah Rukh Khan beda dengan laki laki itu yang jujur saja dia berwajah seperti model. Aku tidak mau tersiksa oleh perasaanku sendiri dan aku memutuskan untuk menjauhi tantri. Aku menjauhinya bukan karena aku benci dia tapi demi menyelamatkan perasaanku.

Hatiku diliputi rasa cemburu tatkala mereka jalan bareng dan hatiku semakin hancur ketika aku mendengar jika mereka sudah jadian. Sepulang sekolah Tantri memanggilku. “Rino, kok akhir akhir ini kamu aneh sih?”. Tanya Tantri mendekatiku. “aneh bagaimana maksudmu Tantri?”. Jawabku. “kamu kayaknya menjauhiku ya, memang mengapa apa aku ada salah ma kamu no?” tanya Tantri penuh heran. “ah enggak kok, mungkin itu hanya perasaanmu saja tri sudah ya aku buru buru mau pulang nih soalnya dirumah sibuk.” Jawabku. “tunggu Rino, kamu belum menjawab pertanyaanku… rino… rinooo!”. teriak tantri padaku yang telah berlalu.

Keesokan harinya aku berjanji pada diriku sendiri jika aku akan melupakan tantri dan aku juga berjanji tidak akan pernah menceritakan bagaimana perasaanku sebenarnya padanya. Sulit memang melupakan orang yang sebenarnya kita cintai tapi mau tak mau aku harus move on. Salahku memang, aku mencintainya tapi aku tidak berani untuk mengungkapkannya aku seorang pecundang sejati. Waktu itu aku benci dengan diriku. Dengan seiring berjalannya waktu, hubungan Tantri dan Laki laki itu semakin erat saja hingga kelas 2 SMA. Dan setelah lulus aku tidak tau bagaimana hubungan mereka serta aku tidak pernah berhubungan ataupun kontak dengan tantri kini aku menjalin dengan seorang wanita yang usianya 3 tahun lebih muda daripada aku. Aku harap hubunganku dengannya akan berakhir bahagia.

Cerpen Karangan: Elika Dwi Wijaya

Cerpen Cinta Dalam Diam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mawar dan Kekosongan

Oleh:
Let me tell you something. Tentang cinta, rasa takut, dan juga, tentang kekosongan. Kekosongan atas diri manusia. Pada dasarnya manusia itu sama saja. Sama-sama lemah dengan perasaan. Tidak ada

Lelaki Di Balik Buku

Oleh:
Aku Adelia biasa dipanggil Adel. Setelah dinyatakan lulus di SMP aku memutuskan untuk lanjut di SMA HEART CHOISE, sekolah terbaik di daerahku. Masa orientasi siswa, ini awal dari cerita

Janji Dua Puluh Desember

Oleh:
“Pagi, Dina. Udah siap belum?” sapa seseorang di luar sana. Dina sudah sangat kenal suara itu. Siapa lagi yang selalu melontarkan pertanyaan yang sama setiap paginya kalau bukan Reza,

Semoga Engkau Bukan Hantu

Oleh:
Banyak orang bilang kalau cowok gendut itu identik dengan kesan lucu, dan inilah yang terjadi padaku. Namaku Enggar Tri Widagdo, 2 IPA 1 adalah kelasku. Dalam suatu kelas percaya

Hadir Mu, Sang Penolong (Part 2)

Oleh:
MASIH KALIAN BERDUA Setelah menjadikan Rita sebagai kekasihnya malam itu, lantas tak membuat Randy memberikan perlakuan yang berbeda dari sebelumnya. Mereka memang sudah mesra sejak awal. Ditambah selain mereka,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cinta Dalam Diam”

  1. murnita tupang says:

    ya aq suka membuat cerpen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *