Cinta Dan Benci

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 October 2017

Kamu yang menanamkan cinta di hatiku,
Kamu yang menanamkan juga benci di hatiku.
Harapan yang selalu kamu tebarkan padaku selama ini apa artinya? Cinta tak selucu yang kamu pikirkan!

Senin. Lagi lagi aku harus bangun pagi di hari yang membosankan ini! Dengan malas kulangkahkan kakiku menuju kamar mandi. Mataku masih menyipit kelelahan. Terdengar teriakan Bunda di luar kamar. “Mia!!! Bangun! Udah siang!!” Teriakan Bunda melengking di setiap sudut rumah. Bukan bermaksud kurang ajar atau bagaimana, aku tak membalas teriakan Bunda. Aku hanya menggumam, “Iya.. ini juga udah bangunn,” Ucapku lalu bergegas membersihkan tubuhku.

“Bun, pagi ini Mia pengen berangkat sekolah naik angkutan umum aja, ya?” Ucapku pada Bunda yang sibuk mengoleskan selai coklat pada roti. “Kenapa?” Tanya Bunda singkat. “Gak. Pengen aja. Lagi pengen berangkat bareng Citra aja,” jawabku sembari menggapai roti yang di sodorkan Bunda. Bunda hanya mengangguk mengiyakan.

5 menit kemudian sarapan pagiku selesai, kusalami tangan Bunda dan Ayah, tak lupa mencium pipi Kakak perempuanku, Kak Syifa. “Mia berangkat… asalamualaikum,” pamitku. Setelah Terdengar jawaban dari mereka, kuayunkan langkahku ke luar rumah. Di luar ternyata Citra telah menungguku. Kami pun berangkat bersama.

“Mi, katanya Rafi suka, ya sama kamu?” Tanya Citra padaku. Aku tertegun, apa maksudnya? Pikirku heran. “Loh? kata siapa? aku aja baru tau dari kamu..” Jawabku dengan pandangan bingung. Citra menggaruk tekuknya seperti bingung mau menjawab apa. “Jadi kamu gak tau?” Tanyanya. Aku mengangguk. “Aku tau dari Liana. Katanya Rafi suka sama kamu,” lanjut Citra menjelaskan. “Gini, ya… aku aja gak tau Rafi yang mana” jawabku jujur. Citra nampak kaget setelah mendengar penuturanku. “Gak tau?!” Tanyanya dengan mata yang membulat tajam. Aku mengangguk. “Nanti aku tunjukin Rafi yang mana!” Ucap Citra penuh semangat. Aneh! Cepat sekali merubah ekspresi! Ucapku dalam hati.

Bell istirahat telah berbunyi, seperti mengerti apa yang di rasakan perutku selama 1 jam pelajaran ini. “Mi, ke kantin, yuk?” Ajak Liana padaku. “Bentar, aku beresin dulu buku bukunya.” Jawabku dengan tangan membereskan alat tulis yang berantakan tak beraturan. “Yuk!” Ajak Liana dan Citra berbarengan. Kamipun berjalan menuju kantin sekolah.

“Mi, ada yang suka sama kamu, loh!” Ucap Liana dengan raut wajah sedikit serius. “Siapa? jangan bohong” Tanyaku datar. “Ih! Serius deh! Ada yang suka sama kamu! Namanya Rafi!” Jawab Liana merasa benar. “Dari tadi nama Rafi lagi Rafi lagi yang disebut! Siapa sih dia?! Yang mana lagi, aku gak tau!” Timpalku menatap Citra dan Liana bingung dan jengah. “Itu dia orangnya!” Tunjuk Liana pada sosok lelaki yang berada di kerumunan banyak lelaki lainnya. Di belakangku. Aku menoleh ke arah telunjuk Liana, penasaran. Astagfirullah! Yang mana? Alibi deh nunjuknya! Teriakku dalam hati. Aku menatap Liana tajam. “Yang itu, Mi! Yang lagi meragain gaya superman!” Jelas Liana yang mengerti maksud dari tatapanku. Kembali kutolehkan kepalaku. Kali ini jelas yang mana sosoknya. “Oh itu.” Jawabku singkat. “Gimana? Tertarik gak?” Tanya Citra dengan wajah sarkastiknya. “Gak. Biasa aja! Dia kayak orang gila!” Entah mengapa kalimat itu yang terlontar. “Ganteng gitu di bilang gila! Dasar edan!” Ucap Liana yang diangguki Citra. Aku terpojok kali ini!

Aku tak menyangka, seiring berjalannya waktu ternyata aku mencintainya! Dia! Rafi Teguh! Aku tak tau bagaimana bisa aku mencintainya? Aku bingung!!!
“Mi, kenapa mukanya ditekuk gitu sih?” Tanya Citra saat mendapatiku sedang bete. “Gak.” Jawabku singkat. Tiba tiba terdengar suara Fikri teman sekelasku bernyanyi. “Oh Tuhan, kucinta dia, kusayang dia, rindu dia, dianya kagak!” Seketika kelasku riuh oleh gelak tawa. Kecuali aku. Lain dengan yang lain, perasaanku merasa tertampar oleh lirik yang dinyanyikan Fikri tadi. Entah, aku merasa Rafi sudah tak menyukaiku lagi. “Mi, Nanti anter aku ke kelasnya Mila, ya? Aku mau minjem buku novel dia,” Ucap Citra yang membuat jantungku berdetak lebih cepat. Pasalnya, kelas yang ditempati Mila adalah kelas yang di tempati Rafi juga! “Liat nanti aja” Jawabku alibi. “Harus pokoknya!”

Setelah dipaksa paksa ikut oleh Citra, akhirnya aku pun mengantarnya ke kelas Mila. Deg! Jantung rasanya berhenti berdetak. Menyaksikan Rafi yang sedang berduaan dengan wanita lain. Aku cemburu, meski aku bukan pacarnya. Citra nampak kaget juga. Mila pun datang dengan buku novel di tangannya. “Nih bukunya, Cit” Ucap Mila sembari mengulurkan bukunya pada Citra. Mataku masih menatap nanar kedua sejoli itu. “Iya, makasih ya mau minjemin.. tapi kalo boleh tanya mereka siapa, ya?” Tunjuk Citra dengan suara berbisik mengarah ke 2 sejoli itu. Mila menatap kedua sejoli itu sekilas, lalu menjelaskan. “Mereka anak kelas sini asli. Mereka baru jadian 2 hari yang lalu,” Jelas Mila yang semakin membuat aku sesak. “Oh gitu, ya” Ucap Citra singkat. “Kenapa? Kamu suka sama dia?” Goda Mila pada Citra. Dengar, ya Mila! Bukan Citra yang suka sama dia, tapi aku! Teriakku dalam hati. Hanya dalam hati. “Ah, enggak kok! Cuma nanya doang. Kan jaman Sekarang banyak banget cowok tukang PHP,” Ucap Citra menekan kata terakhirnya. Rafi menatap ke arah Kami, mungkin merasa tersinggung. Tak sengaja pandanganku dan pandangannya bertemu. Entah yang tertoreh dari tatapannya itu padaku, yang jelas aku menatapnya penuh luka. “Mil, kita pamit ke kantin, ya? Dahh..” Ucapku lalu bergegas meninggalkan kelas ‘menyakitkan’ itu.

“Ini yang bego siapa sih?! Aku, Liana atau cowok tukang PHP itu, hah?!” Teriakku di saat kelas sedang sepi. Citra menenangkanku. “Sabar, Mi, sabar..” Kalimat yang keluar dari mulut Citra. “Kayaknya aku yang terlalu berharap.” Jawabku menjawab pertanyaanku sendiri dengan suara yang lemah. “Kamu gak salah, Mi! Dia yang salah! Cewek mana yang gak baper kalo si cowok ngasih harapan yang lebih! Cuma cowok bego yang merasa benar di saat dia udah bikin seorang cewek menangis karena harapan yang dia kasih kosong! Dia bego udah nyia nyiain kamu, Mi!” Ucap Citra yang memelukku sangat erat. Tanpa sadar aku meneteskan air mataku untuk pria yang tak pantas ku tangisi. Aku menangis di pelukan Citra.

Jauh di dasar hati, aku sangat mencintainya. Namun luka yang selama ini kurasakan membuat aku benci padanya. Cinta yang aku berikan pada Rafi takkan pernah aku lupakan. Aku takkan membenci cinta yang pernah hadir untuk kuberi padanya, tapi aku akan benci mengapa aku bisa mencintainya sedalam ini.

Cerpen Karangan: Hana N Aini
Facebook: Hana Nur Aini

Cerpen Cinta Dan Benci merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tentang Kita

Oleh:
Di sudut sebuah gedung tua itu, tersusun rapi bangku-bangku panjang ditemani deretan kursi kayu bercat kusam. Bukan karena kusam dimakan usia. Melainkan, model bangunannya yang dirancang khusus menyerupai bangunan-bangunan

Cinta Pertama dan Terakhir

Oleh:
“Pergi jauh-jauh dari hidup gua!” jerit Chela. “Chela, gua itu gak pacaran lagi sama cewek laen kecuali lu!” “Udah, Rizky, gua udah tau Semuanya tentang lu! Lu cari cewek

Love Hour (Part 3)

Oleh:
“Tiga, dua, satu!” Agung memberi aba-aba dan tepat setelah jingle radio ini berakhir, suaraku pun mengudara. “Selamat malam, best pals! Kembali lagi di gelarannya Love Hour dan kali ini

Setoples Lidah Kucing

Oleh:
Manis. Gurih. Renyah. Lembut. Hidup yang gue alami rasanya mirip kaya kue lidah kucing. Kue kesukaan gue. Sejak gue masih ngemut jempol sambil lari-larian cuman pake kolor sampe sekarang

Sahabat Kelasku

Oleh:
Siang itu mentari begitu terik bersinar, terasa berada di atas bara api. Tapi semangatku untuk berada di kelas yang indah ini tak pernah surut untuk mengikuti pelajaran hari ini.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *