Cinta Hanyalah Mimpi Bagiku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 3 November 2017

Dering alarm tak hentinya terdengar di telingaku. Jam menunjukan pukul 7 yang artinya aku hampir telat menuju sekolah.
Segera aku bergegas dan menuju sekolah.
Yap, awal pertama duduk di bangku SMA dimana semua dimulai dari sini.

“tiaraaaa” teriak seorang gadis berambut ikal di seberang jalan. Namanya annisa sahabatku sedari kecil hingga sekarang.
“apa sih annisa teriak-teriak gitu aku juga denger” ocehku yang kesal dengan teriakannya
“eh kirain enggak, kamu udah ngerjain PR belum?
“udah dong yah emang kenapa? Mau nyontek gitu”
“eh tau aja si tiara, boleh ya pliss” rengek annisa membujukku
“oke tapi ada syaratnya kamu harus traktir aku gimana?”
“iya iya demi sahabatku yang cantik ini”
“nah gitu dong jadi kita sama-sama menguntungkan” ucapku dengan nada yang sedikit meledek.

Kami pun menuju sekolah, setiba di sekolah banyak teman baru yang kami jumpai. Wajarlah kita juga murid baru di sekolah ini Namun, ada yang menarik perhatianku. Seorang cowok tampan dengan gaya rambut ala ronaldo dan badan yang sedikit berisi.

“niss, siapa tuh?” ucapku penasaran
“oh itu anak kelas sebelah namanya bara” jelas annisa menerangkan
“kok gue baru ngeliat”
“iya emang, kan gue yang waktu itu tes sekelas sama dia jadi gue tau”
“iya ya, Pantes Lo kenal”

Tak lama kemudian bel sekolah berbunyi yang menandakan berakhirnya proses belajar. Kami pun pulang ke rumah masing-masing Setiba di rumah, entah mengapa aku memikirkan cowok yang tadi kulihat di sekolah. Jelasnya Bara, ya dialah yang sedang aku pikirkan saat ini. Mungkin karena ia tampan atau jangan-jangan aku naksir, yah bisa jadi.

Tak lupa ku bercerita pada sahabatku tentang apa yang kurasakan pada bara.
“niss kayaknya gue suka deh sama bara” ucapku lewat telfon
“apa? bara. Aduh jangan deh”
“loh emang kenapa?” tanyaku heran
“gue denger-denger nih katanya bara itu playboy suka maininin cewek gitu”
“masa sih, ahh gue gak percaya” nadaku sinis
“terserah deh yang penting gue udah kasih tau”
Annisa memang suka menilai orang dari apa katanya, tapi gue yakin bara baik.

Tak terasa hari berganti bulan semester pun telah berganti, kini aku duduk di bangku kelas 2 Masih dengan rasa yang sama dengan orang yang sama yaitu bara. Setahun lebih telah kusimpan rasa ini. Bara dan aku memang beda kelas, di sekolah kami sering bertatap muka namun kami tak pernah menyapa ataupun mengobrol. Dia adalah tipe cowok yang sangat cuek. Ingin rasanya aku mengobrol walau hanya sebatas teman biasa. Sudah berbagai cara kulakukan untuk ngasih kode kalau aku suka sama dia.
Salah satunya ngelihatin dia dari jauh.

Ternyata aku sudah lama berteman dengan bara dalam kontak bbm yang kumiliki, namun ia tak pernah menghubungiku.
Suatu ketika aku mengirim pesan siaran ke semua kontak dan dia membalas bbmku, betapa senangnya diriku. Inilah awal mula ku mulai berkenalan dengannya, yaitu lewat bbm.
Keseringan chat bareng Akhirnya kami menjadi teman walau hanya lewat bbm.

“tiara kenapa kamu gak pernah senyum atau nyapa aku?” kuterima satu pesan bbm dari bara
“aku malu, kamu yang seharusnya sebagai cowok nyapa aku duluan” balasku
“oh harus gitu ya iya aku usahain. Ehm boleh gak minta nomer hp kamu?”
Betapa kagetnya ia menanyakan nomer hpku tak perlu berpikir lama aku pun memberinya
“ehm boleh kok ini 085296354421”

Setelah bertukar nomer ternyata kami bisa sedikit akrab, walau aku masih malu.
“besok kamu mau enggak berangkat bareng aku?” kuterima sms dari bara
“ehm iya deh aku mau”
Tanpa basa-basi lagi aku langsung setuju dengan ajakannya.

Sahabatku annisa sering mengejekku yang dekat dengan bara.
“cie yang udah deket sama bara” ledek annisa.
“ihh apaan sih cuman temen doang kok” “temen kah temen nih atau temen tapi mesra” ledek annisa lagi.
“bener deh ini masih temen kok” perjelasku.
Senang rasanya sudah bisa dekat dengan bara

Namun betapa terkejutnya aku setelah mendengar kabar ternyata bara telah mempunyai pacar. Sirna sudah harapanku untuk memilikinya, kucoba untuk melupakannya. Pertemananku dengan bara kini menjadi semakin jauh, ia tidak pernah sekalipun memberi kabar.
Aku juga tidak ingin terlibat dalam urusan percintaan mereka.

Tak terasa Waktu berlalu begitu cepat, sekarang aku di bangku kelas 3 begitu juga dengan bara. Yang artinya sudah mendekati ujian, aku fokuskan saat ini hanya untuk menghadapi UN yang beberapa bulan lagi akan dilaksanakan.
Ada kabar kalau bara telah putus dengan pacarnya, entah aku harus bahagia atau sedih. Mungkin aku harus bahagia, karena bara malah mulai memberi kabar padaku.

“hallo tiara apa kabar” pesan masuk darinya
“hallo juga, aku baik kok kamu gimana?”
“iya baik juga, kamu gak papa kan” tanya bara
“gak papa kok emang kenapa?”
“boleh gak kita jadi temen lagi kayak dulu”
“boleh kok gak papa”
Sebenarnya sudah lama ku menanti kabar darinya, namun aku menutupi.

Bara kini mulai mendekatiku lagi, aku berusaha menyembunyikan rasa sukaku yang kusimpan sejak duduk di bangku kelas 1.
Namun ia bukan hanya mendekatiku saja, melainkan cewek lain selain aku. Mungkin karena ia hanya ingin mencari pelampiasan, maklumlah waktu pacaran ia tak dapat melirik cewek lain kecuali pacarnya sendiri. Sekarang ia telah bebas mendekati siapapun Sakit memang melihat bara yang sedang asyik duduk berdua dengan cewek lain. Tapi aku hanya bisa diam, karena sadar bara bukan milikku.

“tiara kenapa kamu cuek sama aku?” pesan masuk
“gak kok, biasa saja” jawabku singkat
Aku berusaha cuek pada bara, agar dia sadar bahwa yang dilakukan kepadaku sangat salah.
Kita masih saja TTM atau apalah itu
Aku pernah sesekali menanyakan status kita, namun jawabannya masih tetap sama. Ia tak ingin berpacaran karena masih trauma ditinggal oleh pacarnya yang dulu.

“bara kamu sebenarnya sayang enggak sama aku?” tanyaku lewat sms
“aku sayang sama kamu, tapi kita gak mungkin pacaran, nanti setelah UN aku akan memberi kepastian dan akan menembakmu sekarang kita belajar aja buat UN” begitu katanya.
Membaca kalimat itu aku pun bersemangat dan mulai tekun belajar.
Tak letih ku menanti janji darinya, ingin rasanya agar UN cepat dilaksanakan.

Hari demi hari, hari yang kutunggu akhirnya datang juga saat dimana aku menunggu janji dari bara. Kunanti terus menanti kabar darinya. Namun apalah daya itu semua hanya kebohongan belaka. Penantian lamaku, cinta tulusku, pengorbananku sia-sia. Betapa terkejutnya aku setelah tau ia sudah menembak cewek lain, ternyata bara yang kukenal selama ini hanya mempermainkanku. Ia hanya meninggalkan satu pesan untukku
“maaf tiara kita temenan aja”
Begitulah isi secuil kalimat yang ia kirimkan setelah apa yang ia perbuat terhadapku. Harapan yang dulu ia berikan semua palsu
Aku menangis terisak di dalam kamar mengingat janji-janji yang dulu ia berikan.

“udah tiara, cowok kayak si bara gak pantes kamu tangisin” ucap annisa menguatkanku
“sakit digituin, gue itu cinta sama dia tapi kenapa bara jahat banget sama gue”
“iya kok aku tau, udah sekarang lupain dia aja”
Annisa sendiri sebenarnya tak menyukai bara dekat denganku, karena ia tau akan seperti ini jadinya.

Hari-hari terasa hampa, seperti ada sesatu yang hilang dariku. Namun aku tak mau terus-menerus terpuruk dengan keadaan seperti ini Aku bertekad untuk bangkit. Cinta, begitulah cinta dan cinta yang kumiliki.

Lambat laun waktu berlalu kucoba untuk melupakannya walau entah dengan cara bagaimana. Setelah lulus dari bangku SMA bara malah sering menghubungiku seperti tidak mempunyai rasa bersalah sedikitpun, tetapi aku tidak mempedulikannya, aku bukan cewek bodoh seperti dulu. Menjauh darinya lebih dari sangat baik.
Mati rasa, yah mungkin itu yang kurasakan terhadap bara. Ia sendiri yang telah membunuh hati ini sehingga sudah tak ada lagi cinta yang kumiliki.
Sangat sadar ternyata cinta yang kudambakan selama ini hanya mimpi belaka bagiku, yang entah kapan kumiliki lagi.
Sekarang aku hanya ingin berfokus untuk jenjang masa depan yang lebih tinggi.
Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa hidupku akan terus berjalan walau tak ada lagi nama dia yang menghiasi.

END

Cerpen Karangan: Nita Kusumawati Widodo
Facebook: niita kusuma

Cerpen Cinta Hanyalah Mimpi Bagiku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hijrah (Part 2)

Oleh:
Aku berharap ini hanyalah mimpi. Mimpi buruk dan aku akan terbangun. Depresiku memuncak. Aku tenggelam dalam air mata hingga terlelap karena kelelahan. Paginya, aku berharap tidak ke sekolah. Tapi,

Cinta Pertamaku Sepupuku

Oleh:
Malam begitu dingin, dengan hembusan angin yang menyentuh secara perlahan. Tiba-tiba Hp-ku berbunyi, ternyata pesan datang dari Kakak onyonk. Dia adalah sepupuku yang tinggal di seberang pulauku, tepatnya kota

Pelangi Biru

Oleh:
“Pelangi.. katanya ada murid baru lho” “Emang apa urusannya sama aku?” “Katanya dia ganteng, kaya, pokoknya kece abis” Dita mulai lebay. “Terus apa urusannya?” Pelangi mengulang pertanyaannya. “Aduhh!! astaga

Fans Cinta

Oleh:
Hari pertama aku masuk sekolah SMA aku bertemu dengan kakak OSIS yang menurutku sangat keren. Waktu itu adalah hari senin dan sedang diadakan upacara pembukaan bagi peserta didik baru

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *