Cinta Pertamaku Yang Tak Pernah Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 2 June 2017

Panggil saja aku Lie. Waktu itu aku masih duduk di bangku IX SMA, aku gadis yang mungil, karena postur tubuhku yang tidak terlalu tinggi. Kisah itu bermula saat temanku Airin mengenalkanku pada teman pacarnya, yang bernama Jhon. Jhon dan aku selisih 1 tahun, dan kita berbeda sekolah. Jhon sekolah di SMK khusus cowok, dia mengambil jurusan TIK (Teknik Informasi & Komunikasi).

Tanggal 2 juni 2010, itu pertama kalinya aku bertemu dengannya, walaupun sebenarnya kita mulai mengenal lewat facebook akhir maret. Dia yang kulihat di foto profil facebooknya agak kelihatan gendut, ternyata dia berbadan sedang dan putih, wajahnya dan posturnya aku menyukainya. Dia yang selama ini aku kenal dengan sosok yang sederhana, rajin beribadah, dan dia sangat berbakti pada orangtuanya, aku merasa ada yang berbeda saat aku bertemu dengannya. Di malam hari aku setelah bertemu denganya aku sering melamun dan berangan-angan apakah dia menyukaiku seperti aku menyukainya?.

4 Juni 2010, dengan lewat sms seperti biasanya kita berkomunikasi, setelah sholat magribh dering ponsel yang menandakan adanya pesan baru berbunyi, masih teringat jelas Jhon mengirimkan sebuah pesan berisi “apa kamu mau jadi pacarku?”. Ohh Tuhan, rasanya diri ini ingin meloncat-loncat, dan melayang tanpa ada keraguan. Aku sangat menyukai Jhon. Dan berjalan setiap bulannya aku sangat mencintainya. Hampir setiap seminggu sekali kita bertemu, tepatnya pada malam minggu (malamnya anak muda).

2 April 2011, hari itu Jhon ulang tahun ke 18. Maklum aku type anak pemalu, walaupun kadang memalukan.. Hehe. Aku menitipkan kado ketemanya Arva, yang sekaligus tetangga sebelah rumahnya. Sebenarnya aku ingin sekali memberikan kado itu langsung ke Jhon, tapi aku malu untuk datang ke rumahnya. Walaupun kita sudah jalan hampir 1 tahun, aku masih merasa malu dan deg-degan banget kalo bertemu dengan Jhon.

Siang itu di lapangan sekolah, hari jum’at. Aku ada jam ekstra kulikuler. Entah itu tanggal berapa, temanku Mira dan Nurul mengabariku kalau Jhon memiliki pacar selain aku. Aku yang sangat percaya Jhon, rasanya aku tak percaya dengan ucapan temanku itu. Tapi akhir-akhir ini memang dia jarang ngasih kabar ke aku. Hatiku pun mulai tak karuan dan bertanya-tanya apa dia bisa sejahat ini ke aku?.

Sejak itu aku mulai mencari informasi, dan ternyata benar semua itu. Jhon memiliki pacar yang baru dia tembak pada bulan maret 2011. Hatiku hancur, rasanya tersayat dan sangat sakit. Aku melepaskanya, karena bagiku percuma aku memiliki tapi hatinya tak ada aku. Hari demi hari, sampai berganti tahun aku masih merasakan betapa bahagia dan sakitnya hatiku saat aku bisa bersamanya, dan dia menghancurkan hatiku saat cinta pertamaku.

Sampai saat ini aku menikah dengan suami, rasa itu masih begitu jelas dan tak pernah hilang. Terkadang aku membencinya walaupun tak mampu, terkadang aku sangat merindukan sosok yang pernah aku jumpa pertama waktu itu.

Cerpen Karangan: Aurora Aurellia

Cerpen Cinta Pertamaku Yang Tak Pernah Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Melati Ku Yang Hilang

Oleh:
Kepulan asap ke luar dari mulut dan hidungku, hati ini terasa hampa sekarang, dan aku sekarang tak pedulikan keadaan fisikku saat ini. Ku cari tempat yang jauh dari keramaian

Real Story First Love

Oleh:
Disini aku berdiri… Disini aku menanti dengan tatapan kosong dan dengan hati rapuh. Mendungnya awan seolah mewakili perasaanku saat ini, membayangkan suatu hal yang telah bertahun-tahun berlalu saat itu…

Cinta

Oleh:
Hari ini genap setahun aku menyimpan perasaanku pada seseorang, oh iya namaku anto, aku seorang mahasiswa jurusan akuntansi di sebuah perguruan tinggi di Indonesia. Suatu hari seperti pada jurusan

Diary Usang

Oleh:
Pagi yang cerah. Mentari menerobos memasuki rumah mewah itu melalui jendela-jendela kacanya. Penghuni di dalamnya tampak begitu sibuk. Hampir satu bulan telah lewat setelah acara besar-besaran yang digelar di

Cinta Dalam Diam

Oleh:
Disinilah aku berakhir, di SMA biasa dengan status hanya diakui, sekolah yang paling aku hindari dari awal aku lulus SMP, semua hanya karena keegoisan mama yang memperpanjang liburan kami

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *