Cinta Rahasia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 9 May 2016

Dulu sebelum hari ini, aku pernah menulis banyak cerita cinta yang terpendam. Lewat menulis aku dapat mengungkapkan apa yang aku rasakan saat ini juga. Perasaan terpendam itu, tentu sangat konyol sekali bagi anak-anak muda zaman sekarang, namun itu cara aman bagiku untuk mencintainya. Dia adalah seorang senior di sekolahku sebut saja Alam. Saat aku menulis cerita ini, aku hanya berdoa agar ia dapat membacanya dan mengerti perasaanku, bahwa ada wanita bodoh yang setiap hari menunggu kehadirannya untuk datang ke sekolah.

Jujur saja, sebenarnya sangat sakit memendam rasa itu, apalagi orang tersebut tidak tahu sedikit pun perasaan ini. Sampai pada akhirnya, aku sedikit usaha, agar aku dapat mengenalnya lebih akrab, aku mencoba mencari alamat emailnya dari teman sekelasku, dari situlah pertama kalinya aku memulai obrolan dengan Alam. Astagaaaa! Kalian tidak tahu betapa bahagianya aku membaca baris demi baris yang ia kirimkan lewat email tersebut. Saat itulah kita saling mengenal. Cinta merubah segalanya, entah, saat itu pula aku ingin terlihat cantik di hadapannya, dengan polesan bedak dan lipstick yang tipis, aku rasa lebih membuatku percaya diri saat aku dekat dengan dia.

Namun rasanya sangat sia-sia sekali, untuk apa aku mempercantik penampilanku, jika Alam masih tidak tahu tentang perasaanku. Hari berlalu, bulan berganti tetaplah semua biasa saja. Hingga suatu hari, aku melihat Alam menggenggam wanita cantik bahkan lebih cantik melihat wanita itu ketimbang melihatku. Aku hanya gadis biasa, tapi di situlah aku benar-benar sakit melihat Alam bersama orang lain. Saat tangannya menggenggam erat gadis itu, seakan jantungku berhenti berdetak, lututku bergetar seakan tak bisa menopang berat tubuhku. Rasanya sakit sekali, seakan-akan mulutku terkunci, aku ingin berlari agar aku bisa menghindar dari Alam dan gadis itu yang begitu bahagia. Tapi kakiku tak dapat melangkah, seakan ada beban di kakiku.

Hanya air mata yang bisa mengungkapkan apa yang aku rasakan. Apakah ini yang dinamakan cemburu? Lalu aku harus apa? Apakah aku berhak marah dengan Alam? Aku bukanlah siapa-siapa dia? Tapi benar-benar bodohnya aku, tanganku mengusap air mata ini yang itu artinya, “Tidak sekarang aku menyerah, aku harus bangkit biar doa dan kenyataan yang menjawab semua.” Aku tahu, itu adalah kesalahan terbesarku, mencintai seseorang dengan cara yang sangat konyol dan melukai hatiku sendiri. Bulan berlalu, tahun pun berganti, tapi aku masih berdiri sendiri, menunggu dan terus menunggu. Aku pikir dengan tahun batu ini, aku bisa membuka lembaran baru, membuang masa lalu, menulis cerita yang indah, namun sangat sulit untuk mengganti semua itu.

Walau aku sudah berkata, “Aku lelah, sangat lelah.” tapi aku harus apa? Aku ingin pergi, namun perasaan ini terus menghantuiku, kapan dan di mana pun aku ada. Aku benar-benar lelah, seakan aku tidak dapat membuka hatiku untuk orang lain. Aku pikir aku gila? Tapi sungguh, aku rindu saat aku membuka hatiku untuk orang lain yang sering aku lakukan saat aku putus cinta. Hahaha sangat lucu bukan? Aku tidak dapat jatuh cinta pada orang lain, itu benar-benar lucu untuk para remaja seumuranku. Tapi benar saja sampai hari ini aku tidak dapat mengenal cinta yang baru, dan tentu saja aku akan menunggu sampai akhirnya kamu datang menggenggam erat tanganku.

Cerpen Karangan: Muflihati
Facebook: Mufli

Cerpen Cinta Rahasia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cintaku Tak Akan Punah

Oleh:
“Siapa ya namanya? Dia begitu indah bak bidadari saja” lamunku. “Hey Dik! Melamun saja kau dari tadi?” suara Roy mengagetkanku. “Oh, enggak ada apa-apa kok Roy” jawabku sambil tersenyum.

Keputusan Sepihak

Oleh:
Ya aku ziah seorang wanita yang tak bisa lepas dari handphone. Suatu hari ketika libur sekolah aku hanya asyik dengan handphone, suatu hari ketika aku sedang asyik bermain bbm

Takdir Membelakangi Harapan

Oleh:
Matahari menyinari dengan perlahan seakan-akan malu untuk muncul. Burung-burung bersiul menyambut pagi yang indah. Kini hari baru telah dimulai. Dan hari ini adalah hari senin, hari dimana waktunya sekolah

Di Antara Mereka

Oleh:
Aku berlari kecil menghindari sang mentari yang sangat terik siang itu, Karena menyipitkan Mata tak sengaja Aku menabrak tubuh seseorang yang berdiri kokoh di hadapanku. “Maaf Aku tidak sengaja

Malam Yang Sepi

Oleh:
Aku semakin menikmati alunan lagu-lagu yang ku putar lewat handphoneku ditemani bulan sabit yang indah bersinar dan taburan bintang-bintang di langit semakin aku terbawa suasana hati sampai aku terlelap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *