Cinta Sebatas Sahabat

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 January 2016

Hari baru dan awal baru untukku karena sekarang aku naik ke kelas 9. Begitu pula dengan sahabatku. Sekarang aku mempunyai 8 orang sahabat yang sangat pengertian dan menyayangiku apa adanya. Sahabatku yang lama juga sudah mempunyai sahabat baru lagi. Hanya aku dan Jihanlah yang masih bersahabat dari kelas 7 hingga sekarang. Kini aku dan Jihan mempunyai 7 orang sahabat baru yang selalu ada di saat senang maupun susah mereka adalah Vina, Nindya, Fanya, Arum, Yoga, Novan, dan Aji.

Di sela-sela istirahat kami selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul dan berbincang bincang di mana pun tempatnya. Kami bersembilan tidak satu kelas, aku sekelas dengan Jihan, Arum, dan Aji. Vina sekelas dengan Nindya dan Novan sekelas dengan Fanya. Entah mengapa akhir akhir ini, dari 7 sahabatku 3 di antaranya adalah laki-laki. Dan salah satu dari mereka berhasil membuatku menaruh perasaan padanya. Aku juga merasa nyaman jika duduk di sampingnya ketika berkumpul dengan yang lain. Dia adalah Aji. Tatapan matanya begitu indah dipandang. Tapi, aku masih merahasiakan perasaanku ini dari siapa pun. Aku adalah tipe orang yang jika menyukai seseorang hanya memendamnya sendiri dan jika belum waktunya aku tidak akan memberitahu siapa pun.

Hari ini adalah hari Selasa, dan hari ini akan ada ulangan Fisika. Aku sampai sekolah pukul 6.25 dan Aji tiba tiba berkata padaku, “Ana, ajarin aku Fisikanya dong. Aku masih bingung”
“Yang mana?” jawabku. “Yang di latihan soal 1 nomor 24.” jawab Aji. Dengan senang hati aku mengajarinya. Hari demi hari berlalu dan aku bersyukur bisa bersahabat dengan Aji sekarang. Dulu ketika kelas 7 aku sekelas dengannya tapi aku belum terlalu dekat jadi cuma sebatas teman biasa saja. Malam itu aku chat dengan sahabatku lewat Line.

“Malem semua” kata Vina.
“Malem juga vin” jawabku, Jihan, Arum, Fanya, Nindya,
“Eh si Aji punya gebetan baru loh” jelas Yoga.
“Siapaaa?” tanya Vina.
“Masih dirahasiakan” balas Yoga.

Esoknya ketika di sekolah, Arum, Jihan, Vina, Nindya, Fanya bertanya pada Aji soal gebetannya itu tapi Aji malah ketawa cengar-cengir. Di kelas Jihan dan Arum tetap membujuk Aji untuk memberitahu soal gebetannya itu. Sebelumnya Jihan pernah bercerita kepadaku bahwa ia juga menyukai Aji, aku juga sempat kaget. Tapi aku juga gak mau menyakiti perasaan sahabatku sendiri. Aku malah mendukungnya. Itulah alasanku kenapa jika menyukai seseorang tidak mau memberitahukan kepada siapa pun, jika kebetulan aku dan sahabatku menyukai orang yang sama jadi tidak menyakiti perasaan sahabatku.

Ketika tahu Aji mempunyai gebetan, Jihan juga mengirim pesan Line kepadaku, “Si Aji udah punya gebetan baru?” Akhirnya Aji memberitahukan kami tentang gebetan barunya itu, ternyata ia adalah teman sekelas kami, Indah. Aji menceritakan awal ceritanya dekat dengan Indah. Saat itu aku hanya diam mendengarkan ceritanya. Sesekali Jihan dan Arum mencoba menggoda Aji, “Cie, cie Aji punya gebetan baru” walaupun aku tahu mesti Jihan juga merasa sedih.

Keesokkan di sekolah, Arum dan Jihan menggoda Aji kembali dengan gebetan barunya itu. Awalnya teman satu kelas belum tahu tetapi akhirnya soal gebetan baru Aji menyebar ke mana-mana. Aku juga jadi ikut menggoda Aji tentang gebetannya itu, “Besok pindah tempat di depannya Indah aja wkwk” walaupun aku juga berat mengatakannya. Tapi itulah salah satu cara supaya aku bisa move on darinya. Dan rasa cintaku bisa mulai pudar secara perlahan. Mungkin emang sepantasnya cintaku hanya sebatas Sahabat, tidak lebih.

Cerpen Karangan: Lisa Setiana
Kalian bisa memberi kritik dan saran ke email :lisasetianaulfa[-at-]gmail.com
Semoga suka dengan cerpen ini.

Cerpen Cinta Sebatas Sahabat merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Genangan

Oleh:
Musim hujan tiba lagi. Setiap hari mataku akan melihat bulir-bulir air langit yang turun berkejaran. Air-air yang menciptakan genangan hampir di seluruh jalanan desa. Air-air yang membawaku pada kenangan

Hidup Akan Berlanjut

Oleh:
Sepatu satin itu masih ada di meja belajarku. Masih terbungkus kotak sepatu dengan plastik mika bening di atasnya. Aku enggan mengambilnya, saat tau siapa yang mengirim. Arman, lelaki yang

Cinta Lain Kali (Part 2)

Oleh:
Dua hari setelah aku mengalami kesialan yang luar biasa, aku harus bersekolah. Seperti biasa, aku berangkat sekolah naik angkot, ku nikmati pagi dan mengumpulkan semangat untuk menjalani hari ini.

Kudapatkan Apa Yang Kumau (Part 2)

Oleh:
Esok harinya aku berani untuk menceritakan kiki pada mamahku, aku ceritakan kedekatan aku dengan kiki dan aku jujur tentang kejadian malam itu. Setelah aku ceritakan aku merasa lega banget,

Kutunggu Abu Abu

Oleh:
Aku masih berada dalam buaian mimpi indahku, saat tiba-tiba seseorang meneriakkan namaku. Membuatku seketika melonjak mendapati Anya sudah ada di kamarku. Menggoyang-goyangkan tubuhku, memaksaku untuk bangun. Aku hanya menggeliat,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *