Cinta Sebodoh itu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 June 2020

Kenalkan namaku Rara, aku menyukai seorang cowok bernama Saputra. Awal pertemuan kami sungguhlah lucu, bagaimana tidak? Dengan polosnya dia datang kepadaku menanyakan apakah aku dijemput atau tidak sewaktu pulang kampus.

Makin lama kami makin dekat, awalnya aku tak mempunyai rasa kepadanya tapi kini aku sangat suka kepadanya. Kami sering menghabiskan waktu bersama, bercanda bersama tapi pada hari itu aku melihat dia bersama gadis lain. Aku pun mengstalk sosmed cowokku menggunakan akun palsu. Tapi, banyak sekali cewek yang didekatinya, buaya pikirku. Dalam fotonya, banyak sekali comment cewek, ngefollow banyak cewek, ah pokoknya aku benci itu. Aku pun mulai cuek dan ingin menghilangkan rasaku kepadanya.

Sudah berjalan 3 minggu aku mencoba cuek dan melupakannya, dia datang lagi seolah olah dia tak merasa bersalah. Kami seperti dulu lagi bersama lagi, merajut cinta lagi yang kemarin sempat tertunda. Sore ini dia memintaku untuk bertemu di taman belakang kampus tak seperti biasanya dia menunjukan mimik muka bahagia. Aku sudah menunggu satu jam lebih di bangku taman ini, tak terlihat pun batang hidungnya sampai saat ini.

Dua jam kemudian dia baru datang, dengan sebuket bunga, dan boneka beruang berwarna putih. “Ra, lu mau gak jadi pacar gue” Tanya Saputra dengan muka memerah. Oh tidak, Jantungku berdebar dengan sangat keras. Aku pun tersipu malu, dan menjawab iya. Saputra senang bukan kepalang, dia menyodorkan sebuket bunga dan boneka beruang itu. Aku pun menerimanya dengan senang hati.

Hari mulai menggelap, Saputra mengantarku pulang dengan motor ninjanya “Yang, ayo naik dah malam buruan”.

Sesampainya di rumah aku langsung memeluk boneka pemberiian Saputra kegirangan, aku tak percaya hal ini terjadi padaku.

Satu-dua-tiga minggu telah berlalu, aku masih saja pacaran dengan Saputra, tapi entah kenapa dia semakin cuek. “Yang, kamu dimana? Jadi jalan kan?” begitu pesan singkatku kepadanya. 1 jam kemudian baru dia menjawab “Maaf ga jadi, aku lagi hangout nih sama temanku” “iya Yang” have fun ya” balasku.

Minggu keempat dia makin berubah, dia mendekati sahabatku yang bernama Eva, haha aku melihat mereka berdua di pojokan lorong. Rasanya miris, apalagi sama sahabat sendiri.

Saat 2 bulan kemudian, Saputra memintaku untuk menemuinya di taman belakang kampus seperti saat kami jadian dulu. Aku menunngunya lagi di bangku taman, dia datang. “Ra, maaf gue mau minta putus sama lu, gue sebenarnya ga suka sama lu tapi gue sukanya sama Eva sahabat lu! Gue jadian sama lu karena dapat tantangan dari Samuel kalo kaga mah aib gue pernah tidur sama mantan pacar gue ketahuan. Maaf ya Ra” katanya tanpa rasa bersalah sedikitpun. “PLAAK” Aku menampar pipinya, tak kuasa air mataku turun sendiri. “Kenapa lu ngelakuin itu kepada gue? Padahal gue udah sayang banget sama lu! Dasar buaya!” kataku dengan nada membentak. “Oh maaf Ra, pokoknya kita putus ga mau tau. Gue cabut duluan, bye!”. Aku menangis sekencang kencangnya, aku berlarian kecil sampai ke rumah.

Tiba tiba muncul notif di hpku, “Saputra menambahkan foto terbaru” Gue langsung melihatnya, dan ternyata dia jadian langsung sama sahabat gue. Gue ga tau gimana, terkadang gue ngerasa cinta itu bodoh. Tapi kalaupun gue balikan sama Saputra sama saja seperti baca buku yang sama dengan ending yang sama. Ya, gue mencoba mengikhlaskan Saputra dengan sahabat gue Eva. Dan gue pun mencoba membuka lembaran baru.

Cerpen Karangan: Aya Kaulika

Cerpen Cinta Sebodoh itu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anak Nakal Punya Prestasi

Oleh:
Terdengar suara gemuruh dari sebuah kelas, sesekali terdengar kata-kata yang tidak pantas diucapkan oleh anak pelajar. Guru mata pelajaran yang kebetulah tidak bisa masuk kelas dimanfaatkan oleh mereka. Sebagian

Untimely Love

Oleh:
Angin malam begitu dingin, rintikan hujan yang turun kini kian mengecil, jalanan sudah basah kuyup oleh guyuran hujan yang sangat deras tadi. Kipas angin yang terus berputar di sebuah

Aku Suka Kamu

Oleh:
Seperti apa bahagia yang sederhana itu? bisakah diartikan dengan sebuah senyum indah yang kamu lukiskan dalam bingkai pesonamu. Kamu itu bisa membuatku gila setiap hari. Apakah kamu sadar, kamu

Menggapaimu Bukanlah Mimpiku

Oleh:
Ku tak bisa menggapaimu Tak kan pernah bisa Walau sudah letih aku Tak mungkin lepas lagi Lagu itu menggambarkan perasakanku kepada pemain basket di sekolahku, namanya Rizky, siswa yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *