Cinta Tak Memandang Wajah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 4 September 2017

Aku sedang jatuh cinta pada seseorang, namanya rio. dia ganteng dan playboy kampung. Kenapa playboy kampung? Karena dia suka melihara ayam kampung.

Suatu sore, aku pulang terlambat karena rapat osis. Ditambah lagi aku harus membawa buku buku berat yang tebalnya setebal konde kanjeng mami. Disaat sedang kesusahan seperti ini, aku melihat suatu keajaiban. Seorang pria jangkis (jangkung kurus najis) dan berkulit hitam berlari mendekati. Hampir mirip dengan tusuk gigi berlari.

“zel, dicariin rio tuh! Ada di kantin” katanya.
Tiba tiba jantungku berdebar, nafasku menggebu, hidungku gatal. Kata kata pria itu yang tak lain adalah bryan (namanya bagus amat!) langsung menggema di telingaku.
Dicariin rio..
cariin rio..
in rio..
rio..
“beneran? Yeay, thanks tusuk gigi” kataku lalu melemparkan buku buku berat-hitam-nan-tebal itu pada bryan. Segera aku berlari ke kantin, menuju pujaan hatiku yang telah lama aku idamkan.

Sesampainya di kantin aku melihat rio sedang membelakangiku dan dari belakang tuh ganteng banget!
“kamu udah dateng?”
Denger suaranya bikin aku melayang..
“aku mau ngomong..”
Ngomong aja darling..
“kalau..”
Aa.. Aku deg degan! Apa dia mau nembak aku?
“aku nolak kamu”
Duniaku runtuh dan aku mati terpejret.
“tapi kan.. Aku belum nembak kamu! Walau nanti juga mau sih” kataku memelas.
“iya? Kirain udah. Soalnya semua cewek udah”
“udah nembak? Kamu apain tuh para cewek”
“ya aku pacarin semua, kecuali kamu”
“kenapa?”
“karena kamu jelek”
krik.. Krik.. Krik..

Aku langsung berlari meninggalkannya. Tak kuhiraukan rutukkan bryan yang jatuh tertimpa buku berat-hitam-nan-tebal untuk kedua kalinya. Aku tak menyangka rio tak suka padaku hanya karena aku ini jelek.

Setelah aku keluar dari gerbang sekolah segera kunaiki angkot yang sudah menungguku satu abad yang lalu (udah jadi fosil angkot dong?) dan menangis, tapi nggak jadi karena di angkot sudah ada enam penumpang. Aku berdehem dan asik mainin handphone.

Di tengah perjalanan aku nyadar semua penumpang udah diantarkan sampai tujuan dan yang tersisa tinggal aku.
Entah kenapa, sopir angkot itu mulai ngajak aku ngobrol. Yaah lumayan lah untuk melupakan rio sebentar. Sebagai anak yang ramah dan murah senyum aku jawab semua pertanyaan si supir, jawabnya sambil cengengesan sih. Tapi lama lama aku ngerasa pertanyaannya makin nggak jelas.

“neng, pake bb gak? Minta pin dong! (ceritanya masih jaman hp bb gitu)”
“oh, saya bukan pemakai bb pak”
“kalau gitu sama, minta nomer hp aja deh”
“bu-buat apa yah?” aku udah mulai gugup.
“buat nambah temen”
Karena di dalam angkot sendirian, akhirnya aku kasih no hp dan memutuskan untuk berkunjung ke rumah temen.

“oh iya, jangan panggil pak, yah. Panggil rei aja biar akrab”
Lagi lagi aku cuma bisa cengengesan, bingung campur geli dengan supir angkot itu.

Sesampainya di rumah temen, anita, aku mulai terhibur karena sikapnya yang ceria. Tapi semua itu kandas ketika aku sadar ada sms masuk dari si sopir.
‘nTarz aMoe 9aks c4h b’yar eaApzZ.. CoalNa t’Di aMoee aBaN9 bWaa muTerz” d03Loo. H3h3h3..’
Setelah aku dan anita baca berulang kali barulah kita paham arti tulisan itu.
‘ntar kamu gak usah bayar yaah.. Soalnya tadi kamu abang bawa muter muter dulu. Hehehe..’
Aku lemes, anita cuman bisa ketawa.
“kayaknya lo memang harus pacaran sama orang yang mukanya setara sama lo deh” katanya membuatku lemas.

Malamnya di rumahku, aku disms lagi sama sopir angkot itu. Isinya:
‘m4zz, bZo9h mo0 k’jo09ja, k’m0o iKo3tz 9aKz?’
(artinya: “mas besok mau ke jogja, kamu besok mau ikut gak?”)

Abis itu aku merinding dan trauma nggak berani naik angkot selama seminggu.

Cerpen Karangan: Tak Dilahirkan

Cerpen Cinta Tak Memandang Wajah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Talk Love

Oleh:
“Albitari Diandra dan Reyhan Andriano.” “What? Nggak mau!” Suara seorang manusia terdengar menggelegar di dalam kelas. Gadis itu tak terima dengan keputusan yang diberikan Bu Anita —wali kelas mereka.

Ketika Cinta Datang Menghampiriku

Oleh:
Dear diary, Subhanallah, ciptaanMu membuatku terpana. Akhlaknya sungguh mulia. Tak ada sedikit pun yang kurang pada dirinya. Makhluk yang engkau ciptakan tak ada yang sempurna. Tapi, dia begitu sempurna

Pengalaman Yang Tak Terlupakan

Oleh:
Sungguh!! Aku sangat malu jika mengingat hal itu, hal yang paling tak pernah terduga di umurku yang sekarang menginjak 17 tahun. Namaku tiara dewiana teman-teman memanggilku Tiara atau Ara.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *