Cinta Tak Terbalas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 14 June 2016

“za.. za.. liat deh, kak rendi ganteng banget” tunjuk rina padaku yang pada saat itu kami berdua sedang makan di kantin
“wah.. bener rin, aduh.. kenapa yah ada makhluk setampan dia.. hmmm”
“yaellah.. emang lu mau semua isi dunia ini cowok yang buruk rupa?” timpal rina
“ya gak gitu juga kelles, gue kan jadi iri kalo pemilik hati kak rendi orang lain bukan gue, lo kan tau gue suka sama kak rendi waktu kita MOPD terus bisa dibilang dua kategori cinta gue yaitu cinta pada pandangan pertama dan juga cinta lokasi” rina hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Rina itu teman aku dari SD dan sekaligus teman SMP dan sekarang teman SMA, rina itu orangnya hanya bisa bergantung pada orang lain, sehingga dia terus menerus nempel di dekatku.

tteeettt..
Lamunanku pun buyar akibat suara bel yang memekikan telingaku, dan terlihat kak rendi pun pergi meninggalkan kantin

“za.. lo dijemput sama supir lo?” tanya rina padaku yang pada saat itu aku tengah membereskan alat-alat belajarku setelah pelajaran selesai
“mmhh.. gue hari ini balik sendiri, biasa.. gue mau satu angkutan umum sama kak rendi”
“ciee.. ciee.. lo romantis banget sih, pake bela-belaan naik angkutan umum hanya cuman pengen pulang bareng”
“ya.. gak papa kelles, malah bagus kan”
“eh.. gue duluan yah takut kak rendi keburu pulang duluan” aku pun pergi meninggalkan rina dan untung saja pada saat aku sedang ada di depan sekolah kak rendi lagi nunggu angkutan umum lewat, pada saat angkutan umum yang kak rendi cari akhirnya ada juga dan akupun segera naik menyusul kak rendi yang telah naik.
Kyaa.. aku seneng banget karena yang duduk di sebelahku kak rendi.. yes, yes, yes.. yuhuu..
eh.. eh.. kok kak rendi mundur ke belakang sih, terus kenapa ini angkot berhenti? ternyata eh.. ternyata ada penumpang lain yang naik dan dia adalah kak fitri mantan pacarnya kak rendi. Disitu aku merasa menjadi obat nyamuk karena meskipun mereka telah putus tapi hubungan mereka masih terjaga walau sebatas sahabat, tapi, meskipun begitu kayaknya kak fitri belum bisa move on deh, soalnya dari tadi dia ngebicarain tentang masa-masa dimana mereka berdua masih menjalin hubungan asmara, hadehh gagal deh mau PDKTan sama kak rendi.

“neza.. huhuhuhuhu..” aku melihat sahabatku tengah menangis ketika dia melihatku masuk ke kelas.
“ada apa sih rin?” tanyaku pada rina
“gue aja yang gak ngarepin cintanya si pangeran tampan serasa sedih ngedenger berita itu.. apalagi elo yang udah naruh hati sama dia”
“maksud lo apa sih? gue gak ngerti deh” rina pun tengah mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal oleh isakan tangisnya
“za.. kak rendi..”
“kak rendi kenapa rin?”
“kak rendi udah punya pengganti hati yang dulu dimiliki sama kak fitri, yaitu.. si cinta cewek yang suka ngegebet pacar orang” rasanya aku sudah tak tahan untuk menahan air mata ini agar tak keluar, tetapi nihil.. aku terus mengeluarkan air mataku pada dekapan sahabatku.
“sabar yah za..”

Setelah aku mengetahui semua cerita dari awal hubungan kak rendi dengan si cinta dari sahabatku, rasanya aku ingin lenyap saja, karena tanpa sepengetahuanku kak rendi dan cinta sudah berhubungan selama satu bulan dan dengan hebatnya kak rendi dapat menyembunyikannya berita penting ini dari para fansnya, apalagi aku..

Setelah beberapa minggu ini aku jadi sering melihat kak rendi dengan cinta yang begitu membuat iri bagi yang melihatnya, mereka sangat mesra.

Pada hari selasa aku hanya duduk sendiri di taman sekolah karena ingin merefreshkan otak dan hatiku yang beberapa minggu ini sangat GEGANA.

“hai.. kamu neza yah?” tanpa menoleh akupun menjawab ya pada seseorang yang sekarang tengah berada di sampingku
“kamu anak donatur terbesar di sekolah ini kan?”
“iya”
“mmh.. kalo begitu aku permisi dulu” ya ampun.. itu orang kok suaranya kayak kak rendi
“tunggu..” teriakku dan aku pun menghampiri orang yang berada di depanku, dan benar saja ini adalah kak rendi.
arrgghh sungguh sangat bodoh kau neza
“ada apa yah?” tanya kak rendi padaku
“enghh, aku..” aku sempat dibuat salah tingkah olehnya, karena ini kali pertama aku dan kak rendi berbicara langsung.
“aku.. suka sama kakak” yaampun neza.. kenapa pake keceplosan sih.. tegang boleh aja tapi jangan gitu juga kalli..
ku lihat kak rendi membelalakkan matanya dan tidak kuduga kak rendi memelukku..
Ya ampun.. kak rendi memelukku, aku senang sekali, tapi bagaimana dengan ucapanku tadi.
“neza.. maaf..” ucapannya terpotong dan itu membuat aku semakin tegang kak rendi pun melepaskan pelukannya
“maaf aku tapi aku gak ada rasa sama kamu” ucapan yang terlontar dari mulut kak rendi serasa seperti belati tajam yang menancap hatiku, air matapun jatuh begitu saja di hadapannya.
“sayang.. ternyata kamu disini.., aku nyariin kamu juga dari tadi” cinta pun datang dan langsung menggelayut mesra pada tangan kak rendi.
“loh.. kok kamu sama si neza sih? terus kenapa si neza nangis gitu?” tanyanya lagi dengan nada suara yang seperti ingin mengintrogasi seseorang
“oh.. iya tadi aku kebetulan lewat dan liat neza disini lagi nangis ya udah aku samperin.. baru ajah mau ngomong eh.. kamu udah ada disini sayang”
“oh.. gitu yah” gumamnya
“eh.. emang kamu kenapa neza?” tanya cinta padaku
“gue gak papa cin, eh.. gue balik duluan yah cin kak gue balik duluan yah” aku pun pergi dari sana dengan air mata yang masih menetes.
Sungguh neza bodoh.. bodoh.. bodoh… kenapa bisa-bisanya gue ngomong kayak gitu.. Udah jelas kak rendi punya pacar, ya jelas.. mau cewek manapun pasti ditolak, ah.. sakit rasanya melihat mereka berdua berbahagia tetapi walau begitu aku akan tetap mendukung hubungan mereka, demi cintaku padamu aku rela bila cintaku tak terbalas olehmu.

Cerpen Karangan: Nazia Nabila
Blog: naziahijabers11.mywapblog.com
nazia nabila seorang siswi yang masih menduduki bangku sekolah menengah pertama, dan sebuah karyanya masih harus diperbaiki lagi serta harus banyak belajar lagi untuk membuahkan hasil karya yang maksimal.

Cerpen Cinta Tak Terbalas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Teach Me Love

Oleh:
Pagi yang cerah siap menemani hari baruku. Kicauan burung yang terdengar menambah semangatku untuk lebih terpacu. Hari ini hari sabtu. Ya, ini dia yang selalu aku tunggu. Satu hari

Gadis Bertongkat

Oleh:
Malam yang cerah. Ditemani ribuan bintang yang tak terhingga di langit. Pemuda itu, duduk di sebuah kursi yang terpaksa harus rela menjadi penopang tubuhnya. Sesekali senyuman itu terpancarkan dari

Sebatas Harapan

Oleh:
“Hy teman teman” Teriak gue mengagetkan kedua sahabat gue Dani dan Cacah yang lagi sibuk ngobrol, “iihhh Amel pagi pagi udah bikin orang emosian aja deh” teriak Cacah kesal

Terkubur Cinta Di Kampus Biru

Oleh:
Cuaca akhir-akhir ini sedang tak bersahabat. Aku masih setia menanti hujan berhenti. Namaku Vallerie mahasiswa semester IV di salah satu universitas swasta di kota Jakarta. Hari-hariku sebagai mahasiswa masih

Di Pantai

Oleh:
Bandung, 12 September 2001 Buat Tika. Hai, kamu masih ingat ketika kita dekat pertama kali? Bukan, bukan di Gereja. Kita memang sudah kenal di Gereja, tapi bukan itu. Maksudku,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *