Cinta Terlarang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 12 September 2017

Suara lonceng berdering mendengung di telingaku membangunkanku dari mimpi yang menghiasi tidur pulasku sore itu, aku membuka mataku dan mulai meraba mencari jam tangan di sampingaku, menunjukkan pukul 05:02 saat itu, waktunya makan sore.

Aku membangunkan Idonta, dia teman sekamarku di Universitas yang berasrama di Bandung, kami bergegas ambil sendok dan berlari ke dining untuk mengisi perut yang kosong ini.

Mataku tiba-tiba berhenti sejenak tertuju pada sosok wanita yang berambut panjang yang agak kemerah-merahan, kulit putih dan tingginya lebih pendek sedikit dari aku, aku malihat dia dan aku lemparkan senyum manis kepadanya, dengan balasan senyum yang hangat membuat jantungaku berdebar kencang, yang membuat aku tidak sadar menghambat langkah orang yang di belakangaku.

Aku mengenal Christine salah satu teman dari cewek itu, aku mendekati cewek itu melalui Christine. Aku mulai raih telepon genggamku dan mulai chat Christine berntanya tentang cewek itu.

“Hy Itin, lo lagi apa? boleh minta tolong gak?”
“Hy juga Redo, lagi duduk nihh.. lo lagi apa? Mau minta tolong apa?”
“Itu tadi teman lo yang di dining yang pake baju biru siapa namanya Tin? Hehehe…”
“Owh jesy, kenapa Do? Lo suka ya? Hahahaha”
“Hahahah, iya Tin… kenalin donk tin.. hehehe”
“Ok Do, bisa diatur.. heheheh”

Hari demi hari aku makin kenal dan dekat dengan dia, aku dekati dia dengan dengan jurus dewa yang biasa aku lakukan buat dekati cewek lain. Setiap hari aku pergi ke kampus hanya untuk bisa lihat dia, hari-hariku semakin cerah setelah aku kenal dia.

Aku berlari meraih telepon genggamku yang berdering jauh dari aku, aku melihatnya cepat berharap itu SMS dari Jesy cewek itu, ternya benar dengan hati yang gembira, wajah berseri-seri membuka SMS dari dia.

“Hy Redo?? Puri itu siapanya lo?”
Puri adalah sepupuku, anaknya bapa udaku, Jesy melihat foto kami berdua di Intagram.
“Puri sepupu gue, emang kenapa Jes? lo kenal?”
“Iya, dia saudaraku, papanya sama nenekku kakak beradik.”
Aku terdiam sejenak memikirkan SMS dia, berarti neneknya kakak papaku juga. Aku mulai memutar otakku mencari tau siapa saudaraku yang mirip dengan wajah Jesy. Hatiku mulai merasa tidak enak dan tanganku mulai gemetar.
“Owh ya? Berarti lo kenal Surya gak?”
Surya adalah saudara aku, neneknya Surya kakaknya papaku. Wajahku mulai berubah dan memikirkan yang tidak enak buat perasaanku.
“Surya ya abang kandung gue…”
Tangan gemetar, wajahku mulai berubah menjadi merah dan mataku mulai merah, dengan perasaan sedih, kecewa dan kesal aku membaca SMS dia, aku terdiam sejenak seperti orang bisu yang tidak bisa berkata dan bingung mau mengatakan apa.
Aku
“Berarti kita saudara donk Jes?.. lo berarti kakak gue donk jes?..”
Dia lebih tua setahun dari pada aku, dia memang kakak tingkat aku di kampus.
“Iya Do..”

Aku memaksakan untuk tetap perjuangakan cintaku padanya walaupun dia saudaraku, tetapi dia malah tidak mau pacaran sama orang yang masih ada saudara yang sangat dekat dengannya, apalagi kami sebenarnya masih satu darah. Dia hanya bisa menganggap aku sebagai adiknya saja.

Sejak saat itu hidupku hampa seperti kapal yang tidak mempunyai tujuan, aku malas ke kampus, dan ugal-ugalan. Hari demi hari aku jalani dengan membawa-bawa rasa kecewa yang sangat menusuk hatiku yang membuat aku untuk sendiri dulu dan tidak mencari wanita lain.

Hari demi hari berganti hingga 6 bulan lamanya kejadian itu, memasuki semester baru keaadaan sudah kembali seperti semula, aku rajin ke kampus dan meraih IP yang semester lalu sempat menurun karena aku drop mata kuliahku karena aku malas, dan sekarang aku kembali melirik-lirik wanita yang tepat di hatiku dan aku tidak mau salah untuk kedua kalinya.

Cerpen Karangan: Redoval Pocai Malau
Facebook: pocaimalau[-at-]ymail.com

Cerpen Cinta Terlarang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Kau Tapi Dia

Oleh:
Namaku Amanda, dan aku mempunyai 3 orang sahabat yang sangat baik dan pengertian, mereka adalah Tino, Arya, dan Putri. Kami berempat berteman baik mulai SD dan pada akhirnya kami

Sesal

Oleh:
“Kenapa sih, selalu aja kayak gini? Selalu aja masalah kecil digede-gedein tak bisakah kau sedikit aja mengerti?” Bagai disambar halilintar yang begitu dahsyat, kata-kata itu mampu membuat seluruh ruang

Drama King

Oleh:
Aku berjalan sendirian di koridor sekolah. Benar. Sendirian. Tak ada yang aneh memang. Bahkan keberadaanku di sini tak pernah dipedulikan orang lain. Rasanya aku hanya sebuah pohon yang tak

Patah Hati Oleh Si Tentara

Oleh:
Namaku Sella, aku adalah salah satu mahasiswi di salah satu universitas ternama di jawa timur. Suatu hari aku mengenal seorang teman baru dia berasal dari kota tempat aku mengenyam

Melanggar Sumpah Darah

Oleh:
Matahari pagi tidak mampu menembus kabut yang menyelimuti lereng Muria. Udara dingin seakan membekukan aliran darah. Kicauan kutilang dan prenjak serta embikan kambing bandot sedikit menghangatkan suasana pagi itu.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *