Cinta Yang Hilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 8 August 2017

Berawal dari itu, aku dengannya tak seperti dulu. Sungguh kesakitan yang kualami sangatlah berat. Aku sudah berusaha mendekatinya hampir 2 Bulan lebih dan ia juga seperti asik berchattan denganku. Walau, ia tak menembakku, tapi aku sudah mengungkapkan kata hatiku. Tapi, tanpa sebab ia pergi bagai ditelan bumi, entah ke mana. Walau aku sempat depresi beberapa minggu. Tapi, aku berusaha untuk move on darinya, sungguh sakit. Apalagi kata-katanya yang membaperi aku. Dia cuman bisa buat baper lalu pergi, kataku dalam benakku. Aku benci dia dan berusaha tak lagi menchattingnya. Sungguh kau buatku sakit dan terluka-luka karenamu saja.

Namaku Deya Valentina. Sekarang aku mengawali kehidupanku yang baru. Kini sudah hampir 2 bulan, tak terasa aku bisa menjauh darinya. Semenjak aku terpuruk dalam kesakitan, ada seseorang yang membangkitkanku. Namanya Rasyid, ia baik dan juga pengertian. Dia juga humoris, tapi agak nakal kalo dibilangin suka ngeyel. Yah, memang dulu aku suka sama Akbar, tapi itu masa lalu kini Rasyid lebih baik daripada Akbar. Aku tau sekarang Rasyid membenci Akbar, karena sifatnya dingin itu membuatku terpuruk, karena itu sampai-sampai Rasyid membela-belakan aku agar aku tak tersakiti.

Kini hubunganku dengan Rasyid bentar lagi hampir dua bulan. Seperti biasa, hubungan kami baik-baik saja. Dia yang pengertian selalu mengerti sifatku yang banyak omong ini. Saat jam istirahat, Akbar datang dan menghampiriku. Itu yang membuatku kaget. Tapi aku berusaha untuk tetap tenang.

“Deya.. kamu bisa gak ketemuan di Cafe Cinta?” tanyanya.
“Bisa, ada apa, bar?” tanyaku
“Ada yang mau kubilang.” jawabnya
“Baiklah.” jawabku singkat
“Nanti aku tunggu jam 4 sore, cuman kita berdua saja.” ucapnya
“Emang kenapa?” tanyaku
“Nanti saja, bye.” jawabnya

Aku pun semakin penasaran. Saat pulang sekolah, aku pun beristirahat dan setelah itu bersiap-siap untuk pergi. Aku pun izin kepada Rasyid. Ia mengerti dan menginjikanku tapi jangan terlalu dekat katanya. Aku pun meyakinkanya dan berjanji. Tiba saat itu, aku melihatnya duduk dengan baju kaos putih dengan jaket hitam. Penampilannya menarik, tapi aku tak tertarik tetapi saja ku membencinya. Ia pun menyapa dan memulai topik pembincaraan.

“Hei! Silahkan duduk.” ucapnya
“Ya, makasih.” jawabku
“Gini, aku mau bilang kejadian dulu.” ucapnya. Membuatku sangat kaget.
“Sudah! Aku gak mau membicarakan itu lagi!” ucapku dengan emosi
“Tenang dulu, aku mau jelasin.” ucapnya
“Cepat! Aku mau buru-buru!” jawabku sedikit kesal
“Baiklah, dulu aku juga ada perasaan sama kamu, aku sebenarnya mau nembak kamu, tapi aku ngeliat statusmu seperti orang yang punya pacar. Jadi, aku rasa kamu mempermainkan aku, tetapi setelah ku tau ternyata itu cuman bohongan. Plis maafin aku, aku sayang ama kamu.” ucapnya
“Oh itu, iya biar kamu peka! Sekarang aku udah bahagia. Mungkin, belum jodohnya kali. Maafin aku, aku udah nemuin yang lebih baik dari kamu.” jawabku
“Iya aku ngerti, aku juga salah, cuman baca chat kamu, sekarang kamu udah bahagia sama Rasyid selamat ya!” ucapnya
“Iya makasih.” ucapku
“Ya udah, itu aja. Sampai jumpa.” jawabnya

Ia pun pergi. Aku tau betapa kecewanya ia. Andai saja semua itu tak terjadi. Entah, mengapa itu terjadi pada kami. Sungguh ku tak mengerti. Biar waktu yang kuungkapkan. Aku mencoba walau tak bahagia bersamanya. Dan hari-hariku tak pernah melihatnya lagi. Aku tau dia kecewa sekali.

Cerpen Karangan: Fiona Christianni
Facebook: Fiona Christianni
Fiona Christianni adalah murid dari siswi SMPN 1 Banjarmasin. jika ingin mengirim kritik dan saran dapat melalui akun line id: fiona1404, facebook: Fiona Christianni
Terimakasih

Cerpen Cinta Yang Hilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keakuran Dari Sebuah Pertemanan

Oleh:
Pagi ini tidak seterik pagi kemarin, matahari malu-malu menunjukkan dirinya ke permukaan tanda badai besar akan datang, dia Latifah Mudrikah berjalan dengan seksama menuju sekolahnya yang terpaut 500m dari

Keringat Perjuangan

Oleh:
Matahari bersinar terang. Senyumnya membangunkan bunga-bunga yang terkuncup letih. Burung berkicau dengan merdunya menandakan pagi telah tiba, malam telah berlalu. Saatnya bagi jihan untuk memulai awal baru. Hari pertama

Tempat Camping

Oleh:
“Kaylaaa…” teriak pacarnya Naufal, dan langsung duduk di sebelah Kayla dan menoyor kepala Kayla. “ishh, kebiasaan banget. kepala gue udah difitrah.” “biarin aja hahaha.. lo beli apa Kay?” tanya

Cinta? Belum Tentu

Oleh:
Aku menatap kawanan itu dari jauh penuh kebencian, pupilku berkonsentrasi menatap salah satu di antara mereka, yang kini tengah tertawa lepas bersama lainnya. Suatu rencana terlintas di otakku, aku

Harapan Kosong

Oleh:
Angin malam senantiasa menyentuhku yang tengah sendiri dalam naungan pohon mangga ini. Melamunkan kisah indah yang dulu sempat terlukis namun pahit pada akhirmya. Flashback Aku sudah menyukainya dari dulu.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *