Curhatan Cinta Dye

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 18 April 2017

Aku Dye, aku adalah seorang mahasiswa yang dulu pernah gagal dalam kisah percintaan. Saat sebelum aku kuliah, dulu aku bekerja sebagai karyawan swasta. Memang saat itu mungkin aku terlalu muda untuk bekerja, sehingga disetiap kerjaan aku selalu tidak paham dengan apa yang diperintahkan atasan, yang ada aku malah mainan hendphone disaat jam-jam kerja berlangsung.

Waktu itu aku punya pacar, aku panggil pacar aku dengan panggilan chi, dia adalah sosok wanita yang selalu aku sayang, aku cinta dan aku puja. dia masih sekolah di sekolah menengah atas, dan duduk di bangku kelas 11. Memang pada awalnya aku menjalani hubungan dengan dia itu baik-baik saja. Keromantisan, keharmonis dan kebahagian selalu terpancar dari hati aku dan dia. Tiap malam aku selalu meneleponnya untuk menanyakan kabar, memberi perhatian dan berbincang mesra hingga rasa ngantuk mengakhiri perbincangan aku dengan dia. Tanpa aku sadari bahkan disaat aku kerja pun aku malah terfokus pada dia, entah kenapa dan bagaimana itu bisa terjadi yang jelas aku selalu memikirkan dia orang yang selalu aku sayang. Kata orang aku lebay, kata orang aku lemah akan cinta, tapi buat aku itu semua alamiah dan datang begitu saja dari perasaan. Sampai suatu ketika disaat kerjaan menumpuk aku malah lebih memprioritaskan dia ketimbang kerjaan. Intinya aku sayang bangetlah sama dia.

Saat-saat keterpurukan aku datang itu pada saat dia kenal dengan seorang lelaki yang entah siapa namanya, yang jelas laki-laki itu berhasil merusak hubungan aku dengan dia. Akibat dia kenal tuh laki laki, perasaan aku gak karuan, hari-hari aku menjadi berantakan, emosi sudah tak lagi terkendali, dan sampai-sampai pola pikir aku turun drastis. Itu semua karena aku takut kehilangan rasa cinta, rasa sayang dan perhatian dia buat aku untuk selamanya. Bayangkan aja kalau kita cinta banget, kita sayang banget sama seseorang, dan tiba-tiba orang yang kita sayang itu ada yang mau nyuri, ah jleb lah ke hati pokoknya. Banyak perkiran-perkiraan negatif yang selalu menghantui aku disaat tahu bahwa dia dekat dengan laki-laki yang gak tau apa maunya itu. Pada saat itu entah kenapa aku sok-sokan ingin menyelidiki kebenaran tentang yang aku rasa dan aku perkirakan, sehingga tanpa aku sadari dan aku pedulikan kerjaan jadi berantakan, atasan jadi marah-marah dan aku semakin tidak mempedulikan masalah kerjaan. Aku malah samakin fokus dengan dia, dan sangat berambisi ingin menyelidiki mengenai kedekatan dia dan laki-laki itu sejauh mana.

Singkat cerita aku mulai menyelidiki langsung dari dia dengan melakukan banyak pertanyaan mengenai kedekatan laki-laki yang menyebalkan itu. Diawal respon dari dia biasa saja dan dia menjawab bahwa laki-laki itu hanya sebatas teman, ok ok disitu aku tidak terlalu mendesak untuk terus bertanya meski aku tidak puas dengan jawaban yang pembuktiannya kurang kuat buat aku.

Hari demi hari terus berlalu dan banyak perubahan yang aku rasakan dari dia, yang biasanya sering memberikan kabar kini sudah berkurang, yang biasanya selalu minta jemput kini sudah tidak ada, kenapa? Di situ aku bertanya-tanya dan malah membuat aku jadi curiga. Dalam diam aku berpikir keras tentangnya, apa mungkin dia sudah bosan, atau apa mungkin dia sudah tak cinta? Semakin aku berpikir malah semakin sakit yang aku rasakan.
Aku mencoba menenangkan pikiran sejenak agar rasa sakit itu berkurang. Dalam ketenangan aku mencoba berpikir positif tentang dia, dan aku harus bisa mencari bukti nyata kalau dugaan aku itu semua salah.

Tidak terasa bulan di kalender sudah berganti dan dia semakin berbeda, bahkan aku merasakan jauh berbeda cintanya dia yang dulu dengan yang sekarang. Kecurigaan semakin kuat yang berarah pada kedekatan dia dengan laki-laki itu yang aku rasa menjadi penyebabnya. Saat aku temui dia aku mulai menanyakan kedekatannya lagi dengan laki-laki itu, setelah aku bertanya dengan tiba-tiba dia memberikan respon yang sangat tak terduga, ekspresi marah dan kesal keluar dari dia, pada saat itu aku heran, loh kok kenapa tiba-tiba dia marah, padahal aku bertanya dengan baik-baik, kenapa? Apa aku salah bertanya? Aku bingung dan tak tau harus bagaimana.
Aku berpikir mungkin ini waktu yang tidak tepat untuk aku bertanya, ya sudahlah aku coba menenangkan dia agar dia bisa kembali tersenyum.

Setelah aku pulang ke rumah dan beristirahat di kamar aku pun bertanya-tanya, mengapa saat aku tanyakan lagi mengenai laki-laki itu dia kok jadi marah ya? Apa dia menutupi sesuatu agar hati aku tidak terluka? Atau apakah dia memang sengaja marah agar aku tidak mengetahui kedekatan dia dengan laki-laki itu? Aaah semakin lama semakin membuat jenuh dan semakin membuat pusing saja, aku rasa aku harus mencari cara lain untuk menyelidikinya.

Keesokan harinya aku tidak lagi bertanya pada dia, yang akan aku lakukan adalah bertanya pada sahabatnya saja yang selalu dekat dengan dia. Tanpa diketahui dia, aku main ke rumah sahabatnya, dan di rumah si sahabat aku mulai bertanya mengenai kedekatan dia dan laki-laki itu. Tapi si sahabat tidak banyak mengetahui kedekatan dia dengan laki-laki itu, yang si sahabat tahu laki-laki itu hanya teman dia tapi memang dekat kata si sahabat, bahkan sering berbincang lewat telepon.
Saat mendengar itu aku terkejut dan merasa sakit gak karuan, bagi aku itu sedikit bukti dan menambah keyakinan aku akan pikiran-pikiran negatif yang selalu menghantui. Euhhh, emosi mulai sulit terkendali.

Saat-saat menegangkan itu, ketika aku tak sengaja melihat dia dijemput oleh laki-laki yang sangat menyebalkan bagi aku itu, bayangkan coba melihat pacar sendiri diboncengin orang lain depan mata, beuh sakitnya itu jleb bangetlah. Aku mencoba menahan perih yang sangat luar biasa sakitnya, dan aku pun tidak memberitahu ataupun membahasnya pada dia kalau aku melihat dia dengan laki-laki itu oleh mata aku sendiri. Karena aku gak mau bila cuma gara-gara ini semua bisa membuat hubungan aku dengan dia hancur berantakan.

Pikiran dan emosi kini sudah tak lagi terkendali, rasa pahit dan sakit terus menggerogoti diri, tuhan kenapa harus seperti ini sih yang aku alami? Aku salah apa sehingga Engkau memberikan cobaan yang sangat berat buat aku?
Setelah lama aku berpikir, aku memutuskan untuk tidak tinggal diam saja, aku harus benar-benar mempertanyakannya secara serius kepada dia.

Waktu terus bergulir aku pun bertemu dengan dia dan mempertanyakan masalah perasaan aku terhadapnya yang sudah jauh berubah semenjak aku tau bahwa dia dekat dengan laki-laki itu. Aku meminta dia berkata jujur mengenai semua permasalahan, dan aku siap dengan segala resiko yang akan terjadi setelahnya.

Singkat cerita dia pun akhirnya berkata jujur bahwa memang kedekatan dia dengan laki-laki itu sangatlah dekat, dan dia beralasan bahwa aku terlihat sudah tak cinta dan tak sayang kepadanya sehingga dia ingin berpaling dari aku. Mendengar semua itu aku sangan heran dan penuh dengan pertanyaan, mengapa? Karena bagi aku alasan dari dia tidak masuk akal. Aku merasa bahwa cinta aku tulus buatnya, bahkan aku selalu memprioritaskan dia ketimbang yang lainnya. Sakit hati yang sangat luar biasa seketika menyelimuti aku.

Aku terus bertanya kepada dia mengenai hubungan ini, apa sih sebenarnya yang kurang dari aku? Selalu dengan alasan yang tetap tidak masuk akal yang dia lontarkan kepada aku. Dia hanya berkata kalau dia merasa jenuh dengan hubungan ini, dia ingin berhenti untuk melanjutkan hubungan ini, dengan seketika aku terdiam tak bisa bicara.
Tak kuat menahan rasa pahit dan sakit, linangan air mata tipis pun nampak di wajahku.
Aku tatap kedua mata dia dan aku berkata padanya “bila memang ini terbaik buatmu, aku rela kehilangan dirimu, dan bila semua ini memang mampu membuatmu bahagia aku akan iklas kehilanganmu, meski aku rasa sulit ini hanya demi dirimu”.

Gairah hidup terus menurun, badan semakin terasa lemas, aku pergi untuk pulang ke rumah dengan membawa luka.
Di dalam hari-hari aku bekerja semangat sudah tak terasa dan terus menurun, hingga pada akhirnya aku berhenti bekerja. Tuhan apa arti dari semua cobaan ini? Mengapa aku harus mengalami hal seperti ini?
Tiap malam aku terus merenung dan berdoa agar aku bisa lebih kuat menerima semua kenyataan ini, meski sulit bagi aku untuk bisa membiasakan diri tanpanya lagi, ini harus tetap aku jalani.

Satu tahun tak terasa sudah aku lewati, dan hari-hari ku kini kembali ceria. Aku sudah tak bekerja lagi, tapi kini aku melanjutkan pendidikan untuk mengejar sarjana guna menunjang masa depan yang ingin aku raih. Aku tersadar kenapa Tuhan memberikan cobaan seperti itu terhadapku, karena agar aku bisa berpikir lebih dewasa lagi dan lebih memfokuskan diri terhadap hal-hal yang lebih penting terutama pendidikan atau karir agar aku bisa menjadi orang yang bisa berbakti terhadap orangtua, masyarakat dan negara. Dan bahkan aku berpikir kalau dia mungkin bukan yang terbaik buat aku, jadi Tuhan memberikan cobaan itu kepada aku. Jadi aku rasa kalau dia memang jodoh aku mungkin suatu saat Tuhan akan mempertemukan lagi aku dengan dia, tapi kalau memang dia bukan jodoh aku, ya yang pasti Tuhan pun tidak akan mempertemukan aku dengan dia.

Makna dibalik cobaan hidup aku ini mampu membuat aku menjadi bisa lebih berpikir lagi dalam memprioritaskan suatu hal, mana yang seharusnya aku utamakan dan yang tidak seharusnya aku utamakan, dan satu lagi gara-gara dia kini aku jadi banyak belajar mengenai cinta, ternyata cinta itu memang benar tidak bisa dipaksakan, dan kadang kalau kita tidak bisa mengontrol emosi atau ego kita sendiri perasaan bisa mengalahkan logika atau bisa disebut karena cinta membuat buta manusia, itu sangat terasa. Intinya pintar-pintarlah kita memaknai cobaan hidup sepositif mungkin, karena apapun bentuk cobaannya itu semua memiliki arti penting buat kehidupan kita.
Ada pepatah mengatakan “jangan pernah berhenti belajar sebelum dunia mengajari kita”
Terimakasih.

Tamat.

Cerpen Karangan: Dendy Ginanjar
Blog: cerpencintaterbagus.blogspot.co.id

Cerpen Curhatan Cinta Dye merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Goresan Tinta Kelabu

Oleh:
Gemricik air terdengar beraturan dari dalam kamar lalu sedikit kutengokkan kepalaku ke jendela kamar, dan kulihat butiran butiran air yang dengan sabarnya satu persatu turun dari awan hingga bisa

Sirnanya Cinta Suci Ku

Oleh:
Ini adalah kisahku, dimana aku sangat mencintai seorang gadis yang -kita sebut saja- bernama Mawar. Awal mula pertemuan kami, yaitu di Gazebo GKB 1, dimana terik matahari siang menjadi

Hurt

Oleh:
Ya siapa lagi kalau bukan dia. Dia adalah cowok ganteng yang pertama kali gue liat sejak pertama kalinya gue masuk kelas X IPB. Awalnya gue cuma deket biasa, ehh

Friendzone

Oleh:
“Loe suka ya sama tu orang” tanya tian yang seketika ngebuat gue jadi deg degkan bukan main, mata tian masih terfokuskan ke gue tapi telunjuknya terus menunjuk seseorang yang

Pelampiasan Cinta

Oleh:
Awalnya aku tak pernah menyangka jika kau dan aku akan menjadi kita. Awalnya aku tak pernah menyangka jika kau kini menjadi orang yang akan selalu ada di sampingku. Bahkan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *