Dari Balik Jendela Kelas

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 31 May 2014

“Teng… teng… teng…”
Jam istirahat sudah berbunyi, pelajaran matematika kali ini ditutup dengan pr yang diberikan oleh guru. Kami menarik nafas lega. Akhirnya bisa santai setelah tegang pelajaran tadi. Semua berlarian keluar kelas, sekedar untuk jajan, membaca buku di perpus, atau hanya keluar mencari teman yang lain.

Aku Seila, siswa kelas satu di SMA Nusa Bangsa. Aku lebih memilih diam di kelas kali ini, menyelesaikan membaca novel yang aku pinjam dari temanku. Aku bersandar di kursi kelas, kulayangkan pandangan keluar jendela kelas, tepatnya ke arah kelas di tingkat dua. Ku lanjutkan lagi membaca novel tadi. Sejenak aku diam. Tunggu dulu, siapa itu tadi, manis sekali. Kulayangkan lagi pandangan ku ke luar jendela. Kulihat sosok laki-laki berwajah manis, berkulit sawo matang, bibirnya mungil dan beralis tebal. Hah siapa itu? Aku rasa dia kakak kelas, karena yang di kelas atas merupakan kelas 11 baik ipa ataupun ips.

Kututup novel tadi. Aku berjalan menuju jendela itu, kuperhatikan lagi mukanya, sungguh manis. Aku tersenyum sendiri melihatnya, pertanyaan tentangnya pun mulai bermunculan.
“Seila!!! Ngapain lo?” temanku mengagetkan.
“Hah! Oohh ti.. tidak apa-apa. Kamu membuat aku kaget. Huh!”
“Abisnya senyam-senyum sendiri, eeiittss apa yang kamu lihat dari jendela itu hah? Eehh kakak kelas yah?” ejek temanku sambil mendekat.
“Sok tau kamu, hehe tapii iya sih. Itu kakak siapa yah namanya?” Tanyaku.
“Mana-mana, minggir sedikit aku mau lihat. Ohh itu hahaha idola sekolah ini, kak Kevin.” Jawab temanku cengingisan.
“Ohh kevin. Hehe makasih yah, kamu baik banget.”

Jam istirahat pun usai. Semua masuk ke kelas masing-masing. Aku tersenyum menuju kursiku, berharap aku bisa melihat kakak itu lagi.

“Teng… teng… teng…”
Bel pulang pun berbunyi. Sekolah hari ini pun usai. Huh akhirnya bisa pulang, eehh tunggu dulu, bagaimana kakak yang tadi? Aku harus cari tahu!
Aku berjalan menuju lapangan basket. Disana aku melihat team basket lagi berlatih sepulang sekolah. Tiba-tiba “Brukk” suara bola basket mengenai tubuh.
“Aauuu sakit! Siapa yang melempar hah?” teriakku. Bola itu mengenaiku, huh sialnya.
“Duh maaf yah, aku tidak melihatmu disana, kamu tidak apa-apa kan?” Tanya seseorang yang tidak aku kenal.
“Huh, main hati-hati donk! Untung aku gak…” tiba-tiba aku diam. What!!! Ini kak Kevin. Kenapa aku tidak pingsan saja tadi biar bisa ditolongnya.
“Heh kok diem? Gak apa-apa kan?” Tanyanya menatapku aneh.
“Ohh eee ya ya ya aku gak apa-apa kak.” Jawabku malu dan berjalan meninggalkannya.
“Tadi galak banget, ini malah manggil kak? Main pergi aja.. Dasar gangguan.” Ucapnya lirih.

Sepanjang perjalanan pulang sekolah aku senyum-senyum sendiri. Ahh biarlah bola itu tadi mencelakaiku, yang penting aku bisa bicara sama kakak ganteng itu. Besok semoga saja aku bisa lebih akrab dengannya.

“Teng… Teng… Teng…”
Bel masuk sekolah pun berbunyi. Seluruh siswa langsung berlarian menuju kelas masing-masing. Walau jam belajar baru dimulai tapi pikiranku sudah merancang apa yang akan aku lakukan di jam istirahat nanti. Sungguh, aku ingin melihat kakak itu lagi walau hanya dari jendela kelas.

“Teng… Teng… Teng…”
Bel istirahat pun akhirnya berbunyi. Aku buru-buru berdiri di jendela tempat aku mengintip kemarin. Tidak kulihat kakak itu. Aku heran dan terus mencari sampai aku dikagetkan oleh sebuah suara.
“SEILAAAA!!!!” panggil temanku.
“Ohh yaa ada apa? Bisakah kau memanggil lebih pelan?” kupalingkan pandanganku ke arahnya”
“Sudah dari tadi aku memanggilmu tapi kau sibuk sendiri.”
“Ohh maaf aku tidak mendengar. Ada perlu apa?”
“Huh, itu ada yang mencarimu. Jangan tanya siapa kau bisa melihatnya sendiri.” Jawab temanku dan dia keluar lagi dari kelas.
“Aneh… siapa yang ingin bertemu? Masuk saja.” Teriakku.
“Hai, aku yang mencarimu. Apakah aku mengganggu? Lalu apa yang kau lihat dari jendela itu?” Orang itu balik bertanya.
“Hah? Ohh kak Kevin. Tidak tidak, ada apa?” jawabku linglung. Bahagia, malu, senang, dan lain-lain perasaanku campur aduk melihat kakak ini, kakak idolaku.
“Tidak, aku hanya ingin meminta maaf soal kemarin. Aku merasa tidak enak.”
“Oh iya tidak apa sudah dimaafkan kak.” Jawabku senyum-senyum.

Tiba-tiba ada seorang perempuan yang masuk ke kelasku. Dan langsung menghampiri kami yang sedang berbincang.
“Sayang ayo cepat ke kelas. Sudah selesaikan urusannya? Yaudah makasi yah dek.” Kata perempuan itu sambil tersenyum ramah ke arahku.
“Ohh iya kak, silakan ke kelasnya. Lebih cepat lebih baik.” Jawabku ngasal.
Lalu mereka pergi meninggalkanku sendiri di kelas. Oh Tuhan ternyata perempuan itu pacar kak Kevin. Mengapa aku tidak cari tahu dulu? Aku pikir dengan dia meminta maaf tadi menjadi awal kedekatan kami, ternyata itu malah membuatku sakit hati. Sakit sekali, sangat kecewa.

Melihatnya sedang bercanda dengan kekasihnya, aku mencoba tersenyum (terpaksa) menerima semua. Aku hanya bisa melihatnya dari balik kaca jendela dan rasa sayangku terhalang oleh sebuah jendela. Entah sampai kapan aku melihat ke arah jendela setiap jam istirahat. Juga entah sampai kapan perasaanku bisa melupakan kakak itu.

Cerpen Karangan: Nabila Maulidiyah
Facebook: Nabila NM
Nabila Maulidiyah SMAN 18 Palembang

Cerpen Dari Balik Jendela Kelas merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Benderaku Yang Hilang

Oleh:
Bendera merah putih adalah lambang dari negara indonesia, dan sangat dihormati oleh bangsa indonesia. Bahkan untuk mengibarkan sangsaka merah putih ini banyak jiwa yang telah terkoban, banyak istri yang

Cuma Mimpi

Oleh:
Dar dar dar Begitulah bunyi pintu kamar kami setiap pagi, menjelang subuh para pengurus asrama telah berada di depan pintu dengan wajah sangar mereka membuat kami yang masih berbaring

Surat Cinta Sizia

Oleh:
Semua berawal dari cinta. Sejak Sizia menyukai kakak kelasnya, ia jadi melupakan semuanya. Melupakan pelajaran kelas, melupakan hobinya, cita-cita tertingginya, pokoknya semua Sizia lupakan saat kehadiran kakak kelas itu.

Perjalanan (Pertama)

Oleh:
Hari ini hari kelulusanku. Kini aku sedang berfoto bersama teman-temanku. Karena foto tersebut akan menjadi kenangan yang nantinya akan mengobati rinduku dengan kebersamaan bersama mereka. Jika kalian bertanya kenapa

Miss Chatt

Oleh:
Miss Chatting. Itulah julukan yang cocok buat aku. Why? Kring kring kring.. Suara jam alarm sudah menunjukkan pukul 04.30. Itu berarti waktunya sholat terus mandi terus bantuin si bunda

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *