Dia Kembali Bukan Untukkku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Cinta Pertama, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 12 September 2017

Pagi yang sangat cerah, aku memandangi seluruhnya gedung sekolahku saat ini masih sangat sepi, wajar saja aku memang datang lebih awal dari biasanya. Perlahan aku melangkahkan kakiku menuju kelas 12 ips kelas yang penuh kebahagiaan bersamanya, kelas yang menyaksikan banyak kebersamaanku bersamanya dan ah sudahlah aku tak bisa mengingatnya lagi aku tak ingin rasa menyesal itu datang lagi.

“hei Rina melamun lagi” lagi-lagi silvai mngagetkanku, silvia sahabatku sejak duduk di bangku SMP “dia masih belum ada kabar rin?” aku hanya menggeleng saja “sudahlah rina sayang, lupakan perasaanmu itu masih banyak yang jauh lebih baik di luar sana” “tak bisa sil, aku nggak bisa merasakan hal yang sama kepada orang lain” ”sebagai sahabat, aku hanya bisa mengingatkan” “aku akan menunggu silvia” silvia hanya menggangguk saja merespon perkataanku.

Aku memandangi bangku kosong di sebelahku rasanya sepi sekali tanpa dia, ia dia indra sahabatku sejak SMP dulu bersama silvia benar saja kata orang di dalam persahabatan akan menyimpan rasa cinta di dalamnya dan itu yang terjadi kepadaku sekarang, aku menyimpan perasaan ingin memiliki aku ingin memiliki indra sebagai kekasihku tapi disaat aku ingin mengungkapkannya dia harus pergi meninggalkan kota ini ikut bersama kedua orangtuanya yang telah pindah tugas

“sil kenapa dia ga pernah lagi memberi kabar ke kita” tanyaku pada silvia saat sedang duduk di kantin sekolah “ntah lah rin, aku kurang tau juga mungkin dia terlalu nyaman di sana” indra sudah 3 bulan tidak memberi kabar tentang dirinya di sana “seandainya aku sempat menggungkapkannya” “sudahlah rina, fokus ujian akhir kek nggak laku aja” silvia tertawa dengan apa yang dia ucapkan sepertinya dia mulai bosan tentang pembahasan yang selalu soal indra “buka mata kamu rina, kamu cantik pasti yang suka juga banyak, tinggal pilih aja apa susahnya coba” kata yang udah kesekian kalinya kudengar, apa dia tidak pernah merasakann apa yang kurasakan seandainya kamu ada di posisiku silvia.

Tak terasa sudah memasuki semester dua di bangku perkuliahan, ia aku diterima di PTN di kotaku dan lagi-lagi aku berbarengan dengan silvia apakah sudah takdir kami harus bersama terus “rina aku udah punya pacar dan sekarang aku mau traktir kamu sepuasnya” ngomel rina panjang lebar “indra kembali silvia” silvia hanya kaget mendengar ucapanku “kamu masih punya perasaan yang sama rina” “ntahlah sil, disaat aku sudah mulai melupakan dia datang lagi atau dia memang datang untukku” tadi pagi aku di beri kabar oleh mama kalo indra akan pulang besok dan dia ingin mengajakku ketemuan “mungkin udah saatnya aku mengungkapkannya silvia” “sebaiknya begitu rina, jangan menyesal untuk kedua kalinya”

Tok… tok… tok… “bangun rina sudah pagi, ayo makan” suara mama di balik pintu “iya maa…” papa mama sudah menungguku di meja makan aku mengambil nasi goreng bikinan mama dan menyantapnya dengan lahap “jangan lupa sayang, indra akan jemput kamu jam tujuh nanti malam” aku hanya diam saja aku tak tau apa yang kurasa saat ini apakah indra memang kembali untukku “kenapa rina, bukannya kamu senang indra kembali” “tentu ma”

Dan benar saja tepat jam tujuh indra datang menjemputku di rumah, senyumnya masih sama seperti yang dulu tak pernah berubah “selamat malam tuan putri” panggilan yang selalu ia sebut untukku “aku mau ke taman ndra” “kamu nggak sabaran ternyata, udah kangen banget nih ceritanya” godanya padaku. “maaf aku tak memberi kabar rina” dia memulai obrolannya “tak apa ndra aku mengerti, silvia kangen kamu tuh” “tentu aku juga kangen kalian, terlebih kamu tuan putri aku sangat kangen bawelmu hahaha” aku hanya tersenyum mendengar perkataannya “aku ada kabar baik, dan kamu harus memberi aku selamat dan malam ini aku akan traktir kamu sepuasnya” dia terlihat sangat bahagia “tentu saja aku akan beri selamat kalo mau traktir jangan nanggung ya aku mau makan bakso sepuasnya” indra yang dulu tetap sama selalu memberi kebahagiaan untukku “aku udah punya pacar rin, dia baik banget dia satu jurusan denganku” deg… Apa-apaan ini, aku tak menginginkan ini aku menginginkan kamu indra.

Hatiku terasa begitu sakit oh tuhan aku harus menahan air mata ini benar kata silvia bahwa aku hanya akan sakit dengan perasaanku “rin kamu nggak apa-apa kan” “aku sayang kamu indra, aku pengen miliki kamu, seharusnya kamu tahu ini dari dulu” aku mulai terisak “seharusnya kamu tak pulang, kamu datang disaat aku sudah melupakannmu kamu datang seolah memberi harapan baru lagi” oh tuhan aku menangis “aku minta maaf rina” “kamu tak salah indra perasaanku yang salah seharusnya aku tidak memiliki perasaan kepada sahabatku sendiri” aku berlari meninggalkan indra “aku minta maaf rina” teriak indra.

Aku mengambil hp di dalam tas dan menghubungi silvia “hallo, kamu kenapa rin ya tuhan kamu nggak apa-apa kan kok nangis” silvia sepertinya sangat khawatir “aku sakit sil sangat sakit” “apa yang dilakukan indra rina” “kamu benar perasaan ini hanya akan membuatku sakit, seharusnya aku mengatakannya dari dulu aku benar-benar telat sil dia sudah memiliki orang lain” “rina hapus air mata kamu” apakah ini yang namanya sakit hati, apakah ini alasan mereka mengakhiri hidup oh tidak-tidak aku tak sebodoh itu aku harus bisa terima kenyataan walau sakit, dia kembali bukan untukku ia bukan untukku.

Cerpen Karangan: Elviad Ghea
Facebook: Elviad ghea

Cerpen Dia Kembali Bukan Untukkku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bekas Luka Cinta Pertama

Oleh:
Cinta pertama, ya. Itu adalah dua kata beribu kisah. Tak cukup satu buku untuk menuagkannya. Cinta pertamaku, dialah pembunuh perasaanku. Kini sangat sulit bagiku untuk mencintai. Hatiku bagai mati

Mereka Lebih Mengerti

Oleh:
Baru saja beberapa orang yang bertamu ke rumah Citra pulang setelah hampir dua jam mereka di sana. Entah apa yang mereka bicarakan dengan keluarga Citra. Citra tidak pernah berpikir

Puisi Terakhir

Oleh:
Aku kalah dalam sebuah pertaruhan. Pertaruhan konyol yang sudah diketahui pemenangnya. Gio. Bodohnya, aku tetap mengikuti keinginannya untuk bertaruh. Dan sebagai akibatnya, sekarang aku harus menuangkan isi pikiranku di

Di Atas Jalanan Hitam Putih

Oleh:
Aku melihat sepeda, sepeda motor dan mobil dari berukuran kecil hingga berukuran besar setiap detiknya selalu melintasi sebuah jalanan yang ditutupi oleh karpet hitam dan di tengahnya terdapat garis

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Dia Kembali Bukan Untukkku”

  1. Thirza Choi says:

    Aku suka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *