Friendzone

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 15 November 2017

“Loe suka ya sama tu orang” tanya tian yang seketika ngebuat gue jadi deg degkan bukan main, mata tian masih terfokuskan ke gue tapi telunjuknya terus menunjuk seseorang yang tengah duduk di radius 3 meter dari posisi gue saat ini, ‘arkananta pratama yuda’ iya itu nama laki-laki yang dimaksud tian laki lagi dengan tinggi 178 kulit kecoklatan dengan mata indahnya yang komplit dengan bulu mata badainya
“Apaan sih loe!” jawab gue dengan nada sedikit kencang, sembari menyambar telunjuk tian kini tian mengerlingkan matanya pada arka dengan senyuman jahatnya yang gue yakin dia tujukan buat gue.

Beberapa akhir ini arka yang nganter gue pulang dengan alasan gue ada urusan tambahan sama arka buat ngurus perpisahan kakak kelas gue, karena gue pulangnya telat dan gak mungkin lagi ada angkot sedangkan gue gak bisa naik sepeda dan pada akhirnya arkalah yang jadi tukang ojek gue, dan dengan cepat berita itu nyebar byus… Kaya angin sampai telinga tian dan jadilah tuduhan itu dia timpalan ke gue.

“Udah selesai proposalnya?” tanya arka seraya tersenyum, aku mengangguk dan segera memberikan file proposal itu kepadanya,
“Oh ya ntar istirahat breafing jangan lupa” ujarnya yang kemudian beranjak pergi, mataku masih terus terpaku pada sesosoknya yang kini semakin jauh hingga mengilang di balik pintu kelasku

“Nad loe pulang sama dipta ya?” ucap arka
“La kan dipta beda arah ama gue” jawab gue seraya merapikan beberapa buku ke dalam tas “santai tadi gue udah bilang sama dipta buat nganter loe” ucap arka yang kini tengah asik memainkan handphonenya “la emang lo ada acara lagi?” tanya gue penasaran “gue mau jemput agni dulu dia gak bawa motor” deg entah kenapa hati gue kerasa hancur bahkan sakit setelah mendengar nama wanita lain keluar dari arka bahkan wanita yang lebih penting dari gue, iya emang gue siapanya batin gue geram.

Sepoi angin sore ini menemani sendu gue tak sengaja air mata gue luntur ternyata gue salah presepsi selama ini gue kira gue gak ada fell sama arka tapi salah tian bener gue suka, gue cinta sama arka, ‘agni’ gue kenal sangat kenal dia temen satu kelas gue dan gak tiga hari yaang lalu jadian sama arka.

“Loe nangis na?” tanya dipta menyadari gue yang lagi nangis di boncenganya, sama gera gue hapus airmata di pipi gue
“Apa?, nggak gue cuma kelilipan” jawab gue ngeles
“boleh gue tanya?” sela dipta dan segera gue jawab dengan anggukan
“Gue tau loe nangis karena loe friendzone sama arka” sumpah itu ucapan dipta nyadarin hati gue kalau gue terjebak friendzone sama arka

Cerpen Karangan: Aulia Tiya
Facebook: Aulia
Assalamualaikum temen temen,
Aulia suli, pangil aja aul, salam kenal kawan
Fb: aulia
Ig: aulia tiya

Cerpen Friendzone merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Azam dan Hari Sial

Oleh:
Mataku masih setengah terbuka, aku segara melihat ke arah jam di samping tempat tidur ku, disana menunjukan pukul 05.26 hari ini hari rabu meskipun masih terlalu pagi aku harus

Dua Sebangku

Oleh:
Pagi yang cerah. Kicauan burung pun ikut mengiringi. Kendaraannya tampak telah terparkir rapi. Ia segera turun dan melangkah menuju kelasnya. Kakinya berhenti bekerja tepat setelah ia sampai di tempat

Senja itu Bukan Lagi Aku

Oleh:
Pada saat itu kamu pernah bilang bahwa aku adalah senja yang terlukis indah di detik-detik pergantian siang dan malam. Kamu juga pernah bilang bahwa aku satu-satunya perempuan yang dapat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *