Hanya Sebatas Kakak dan Adik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Gokil, Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 17 October 2017

Saat itu Ruth adalah seorang siswi kelas X yang berarti juga seorang junior di SMAN Model 3 Palu, hal yang pertama terfikir di benak Ruth adalah bagaimana caranya mencari perhatian kakak-kakak kelas. Kenapa ruth harus mencari perhatian? Karena Ruth ingin terlindungi dari serangan kakak kelas yang ingin ngebully. Itu niatnya!

Minggu depan Kempos, kebetulan Ruth adalah anggota organisasi pencak silat di sekolah. Waktu itu pencak silat termasuk organisasi terkerenlah, dan banyak cowok maco dan cool yang ikut organisasi itu, dan Ruth yang tidak punya keahlian dalam bela diri masuk ke dalam organisasi yang ekstrim itu.

Andre namanya. Kakak kelas Ruth yang selama beberapa hari sebelum kempos sudah mencuri perhatian Ruth. Kulitnya Hitam tapi manis, Rambutnya cepak hampir botak, hidungnya mancung, dan senyumnyaa… bikin Ruth berasa lagi mandi uap. Hangat-hangat mantap, lesung pipinya yang bikin Ruth Klepek-klepek ayam. Untungnya Ruth bukan ayam-ayam. Kelihatannya Andre orangnya asik. Tapi itu baru kelihatan, karena Ruth belum begitu kenal dan belum pernah ngobrol langsung sama Andre, Ruth Cuma bisa ngeliatin Andre pas lagi latihan saja, karena Ruth masih agak takut & grogi karena ini adalah niat pertamanya ingin ngedeketin cowok.

Tiba hari pertama kempos, kempos akan berlangsung selama 2 hari. Menurut Ruth inilah kesempatan emas untuk melakukan pendekatan ke Andre. Yang namanya kempos pasti ada sesi malam tamu. Disini Ruth bisa melakukan sesuatu. Ruth bakal mencari perhatian ke Andre supaya Ruth bisa lebih dekat sama Andre dan bisa punya waktu banyak deketan sama Andre. Otak kotor Ruth pun bekerja.

Malam itu adalah malam yang di tunggu-tunggu oleh Ruth, yaitu malam tamu dimana anak-anak baru diperbolehkan datang bertamu ke tenda-tenda organisasi lainnya terutama tenda kakak panitia organisasi. Andre dan beberapa temannya nongkrong di depan tenda, menanti anak-anak datang bertamu ke tenda mereka. Ruth dan beberapa teman cewek lainnya berjalan menghampiri tenda Andre dan teman-temannya. Wajah Ruth memerah, aura Andre yang manis memukul-mukul wajah Ruth. Senyumnya yang lebar dengan lesung pipi merontokkan gigi Ruth. Iman Ruth mulai tidak kuat kakinya seakan-akan ingin loncat-loncat seperti cabe-cabean yang baru panen.

“Kak..” kata Ruth.
Ruth nyapa Andre, dengan nada suara grogi dan lutut gemetar!!
“Ya?” Andre yang super cool tapi kalem
“Boleh bertamu?” Ruth pamit
“Sudah kenal saya?”” Tanya Andre
“Emm, Sudah!! Kak Azka Andre Pratama kan?” Jawabnya
“Yupz betul, isi buku tamu dulu dong dek”. Menyodorkan buku tamu.
Setelah itu Ruth masuk ke dalam tenda dengan jantung dan hati duk duk duk bum seperti bedug shubuh.
Saat itu Ruth mulai PDKT, setelah kira-kira 5 menit lamanya berbincang-bincang Ruth pamit untuk pergi ke tenda-tenda yang lain.

Tiba-tiba,
“Ruth..” panggil Andre
“Ya Kak?”
“Boleh minta pin BB?” sambil menyodorkan Hp ke Ruth
“Oh, iya boleh”. Ruth mengambil Hp dari tangan Andre dan mengetik pin BBnya, dengan gaya kalem dan cantik. Layaknya seorang Barbie junior.
Padahal, dalam hati lagi nahan sifat cabe-cabeannya.
“Makasih yaa, Ruth!!” seru Andre seakan melempar senyumnya yang bikin klepek-klepek ayam.
Ruth pun tersenyum kecil menutupi tawa kebahagiaannya. Oh, Sweet Day.

Malam Penutupan kempos. Semua siswa-siswi di kumpul lapangan untuk upacara pembubaran kempos, tiba-tiba Ruth mendapatakan kiriman BM dari Andre, padahal barisan mereka saling berhadapan, isi BM:

Ruth, besok malam ada acara?
Belum ada rencana kak? Ada apa yaa?
Ogh bagus kalau begitu, bagaimana kalau kita nonton?
Nonton? Memangnya ada film baru yaa kak?
Iya ada, film Refrain, Tau Nggak?
Iya tau kak, yang pemainnya Afgan & Maudy Ayunda kan?
Yupz betul, gimana? Mau? Saya yang traktir. Oke saya tunggu kabarnya besok pagi yaa.
Oke kak.

Dalam benak Ruth, “cowok sekstrim kayak Andre yang ekskulnya pencak silat nontonya film mellow kayak gitu?” nggak nyaka.
Ruth tidak berfikir kalau Andre ingin nonton film yang bertema High School itu, awalnya Ruth berpikir kalau Andre akan mengajaknya nonton film action seperti ONK BAK, IP MAN atau film-film action lainnya.
Ruth dan Andre keasikan BBMan sampai-sampai tak mendengarkan arahan yang disampaikan oleh ketua pengurus organisasi, Ruth dan Andre tatap-tatapan, mata mereka seakan-akan bertemu tak mau lepas, malam itu terasa milik mereka berdua.

Tiba-tiba pandangan Ruth rusak karena melihat cewek yang menepuk pundak Andre. Ruth panik. Bukannya kenapa-kenapa, takut saja kalau ketahuan tatap-tatapan sama Andre.
“Hem, Hem yang lagi asik BMan sama kakak senior, cieee cieee”
Suara itu mengejutkan Ruth, ternyata Galang teman sekelasnya yang dari tadi baris di belakangnya tau kalau Ruth dan Andre lagi BBMan, Ohh Good ternyata Galang kepoin Ruth.
“dari tadi kau kepoin saya yaa?” Tanya Ruth dengan nada agak tinggi karena masih kaget.
“Ssssttt, berisik tau, santai aja keleezzz”. Galang menjawab, kalem.
“jadi dari tadi kau kepoin saya?” Tanya Ruth masih nyolot tapi suara di kecilin.
“Iya, Kenapa? Kau suka yaa sama kak Andre?” Tanya Galang.

“Sss-siapa bilang?” jawab Ruth.
Ruth panik. Bukannya kenapa-kenapa, Ruth takut ketahuan teman-teman yang lain apalagi kakak cewek senior. Ruth takut dia bakalan dicap belagu anak baru sudah kegatelan untuk deketin kakak senior, padahal emang iya!!

“Suka? Cieee ciieee” sambil tertawa-tawa kecil.
“Tidak!!” jawab Ruth ketus.
“Santai saja lah, Cuma mau ngingetin doang kok, wajar kalau kau naksir kak Andre, dia kan manis. Lagian bukan Cuma kau yang naksir dia.”
“Oh, terus? Kau naksir juga yaa sama kak Andre?”
“Hah?” Sial!!.
“Terus, maksudmu apa bilang kayak begitu ke saya?” tanyanya pake urat leher
“Maksudku, pasti banyak saingan, mending dengan saya saja, yang pastilah Ruth!” jawabnya ngegombal
“Kayaknya mulutmu banyak sampahnya deh, bersihin dulu sana!!” jawabnya sinis.

Banyak saingan. Sebenarnya Ruth tidak terlalu khawatir dengan yang namanya saingan, dengan percaya diri yang amat sangat tinggi, Ruth yakin bisa menjadikan kak Andre sebagai gebetan.
“Weess, kayaknya kau meragukan ketampananku, kau nggak liat niih? Maco, ganteng, berwibawa, dan jarang jajan di kantin, karena saya bawa bekal, kau tak hargai itu Ruth?” jawabnya ngegombal lagi.
“AAAAAA-APAAA?! *Keselek HP*

Tak lama kemudian upacara selesai, semua kembali ke tenda masing-masing.

Keesokan harinya acara kempos selesai, semua berkemas untuk pulang, Ruth menenteng ransel menuju pagar sekolah. Andre datang menghampiri Ruth yang lagi berjalan.
“Sini, biar saya yang bawain tasnya!” Andre menawarkan bantuan
“Ehh nggak usah kak, saya bisa sendiri kok.” Jawab Ruth sambil senyum.
“Nggak apa-apa,!” sambil mengambil ransel tentengan Ruth.
“Nggak usah kak, nggak enak diliatin yang lain, saya bisa sendiri kok” jawabnya panik.
“yaah sudah kalau nggak mau, jadi gimana? Sebentar malam jadi?” Tanya Andre
“memangnya kak Andre nggak capek?” Tanya balik Ruth.
“Nggak. Kau capek? Kalau capek malam minggu saja kalau begitu!!” jawab Andre menawarkan.
“Banget kak. Iya deh malam minggu saja yaa, soalnya pengen istirahat dulu.”. jawabnya.
“Okay deh. Siip. Maaf yaa, kalau begitu saya duluan jemputan sudah ada”. Sambil pergi meninggalkan Ruth yang lagi tunggu jemputan.
Dan beberapa menit kemudian jemputan Ruth datang.

Keesokan harinya di sekolah, Andre selalu curi-curi pandang ke Ruth, begitu pun sebaliknya Ruth melihat ke arah Andre. Bukan sekedar melihat tapi Andre juga senyum-senyum kecil. Pandangannya juga berbeda, seperti pandangan orang lagi jatuh cinta.
Andre merasa Ruth memberikan sinyal cinta untuknya. Itu adalah petunjuk yang cukup untuk Andre merumuskan langkah. Andre akan melakukan tahap yang paling penting dan menentukan semuanya. ANDRE AKAN NEMBAK RUTH!! ternyata Andre telah jatuh hati kepada Ruth. Tidak sia-sia PDKT Ruth yang simple tapi membuahkan hasil yang sangat cepat.

Andre sudah bilang sebelumnya kalau dia ingin mengajak Ruth nonton, tapi Ruth menunda ajakannya. Andre tidak sabar menunggu malam minggu itu tiba Andre takut kalau Ruth keduluan diambil orang. Andre bingung, kemudian Andre minta saran ke teman-temannya, pada saat-saat sedang membutuhkan saran yang serius teman-temanya malah bercanda.
Ternyata Andre juga belum pernah menyatakan perasaanya ke cewek, apalagi PDKT sama orang yang dia suka. Andre bingung mau ngapain. Buat Andre yang minim pengalaman, nembak cewek itu seperti sparing sama juara Asian Games pencak silat, jantung yang gak karuan berdebar sampai perasaan takut mati sia-sia di matras, takut berak di celana, dan intinya takut ditolak itu saja. Menyeramkan!!

Alhasil, Andre menghabiskan semalaman di kamar mandi merenungkan bagaimana caranya dia nyatain perasaannya ke Ruth. Gelisa. Andre benar-benar nggak tau mesti ngapain. Galau abiss!!
Akhirnya andre mutusukan untuk minta saran ke bapaknya. Yang sedikit gaul dan hitz tiap saat upload foto di medsos, yang hampir tiap menit update status, bisa-bisa perusahaan Facebook tutup karena bapaknya.

“Bapak, waktu itu bapak nembak ibu gimana siih?” Tanya Andre, siap mencatat jawaban bapaknya dan memposting di akun facebooknya.
“ciee, anak bapak puber, update status dulu aahh”!! jawab bapak

Ciee, yang anak bapak sudah besar!! mau nembak cewek Tanya dulu sama bapaknya

Kayaknya bapak Andre salah gaul.
“Lah, bapak di Tanya malah update status!”
“yaa, ngomong saja.”
“Ngomong gimana?”
“Ngomong langsung kalo kamu suka sama dia terus nanya dia mau jadi pacarmu atau nggak?”
“gitu saja?”
“iya.”
“Nggak romantis amat siih, benar gitu saja? Gak pake kalimat pembuka dan penutup?”
“Kamu kira ini Undang-undang dasar, pake pembukaan”.
“gak pake jampe-jampe juga?”
“kamu mau nembak cewek apa mau guna-gunain cewek?” bapak mulai kesal.
bapak update status lagi.

SEBEL DEH!!

Ini bapak Andre atau bencong emperan?
Dan setelah menginterogasi bapaknya, Andre merasa saran dari bapaknya adalah saran yang paling cocok untuk dia lakuin walaupun tidak terlalu puas. Langsung ke pokok pembahasan. Hajarr broo!!

Malem minggu beberapa hari setelah kempos selesai, Andre sudah bilang sama Ruth untuk nonton, malam inilah saatnya. Saat dimana repotasi nama Andre dan keberanian ditentukan.
Pikiran Andre terlanjut menerawang ke depan, bagaimana nanti reaksi Ruth pas Andre ngomong kalo dia suka sama Ruth. Ada beberapa kemungkinan melintas di kepala Andre.
Pertama, Ruth akan tersipu malu dan berkata “iya”.
Kedua, Ruth bakalan nolak dan nampar dia sampai wajahnya pindah ke belakang.
Ketiga, ternyata Ruth adalah cowok yang menjelma jadi cewek.

Andre dan Ruth bertemu di bioskop, mereka menonton berdua, Ruth tiba-tiba terharu menonton film, kemudian andre memberika tisu kloset yang dia ambil dari WC tadi sewaktu nunggu Ruth. Pikiran negative yang menghantui Ruth. Jangan-jangan tisu yang dia kasih ada obat biusnya, Ruth menolak pemberian itu.
“Enggak kak makasih, saya punya tisu kok”.
“Sorry, saya pikir nggak ada.”

Andre dan Ruth kembali fokus ke film, dan tibalah saatnya, selesai menonton Andre mengajak Ruth mampir di sebuah tempat makan di Mall.
Andre membuka bicara.
“Oh iya, saya boleh ngomong sesuatu nggak?”
“Mau ngomong apa? Ngomong saja.”
“Tapi jangan marah yaa!!”
“Nggak. Ngomong aja kak.” Ruth senyum. Kelihatannya Ruth senang banget sifat cabe-cabennya hampir kelihatan. Ruth sudah tau yang mau Andre omongin. Andre melihat wajah senang Ruth, Andre jadi semangat ingin cepat-cepat bilang “saya suka sama kau” dan pengen cepat-cepat Ruth bilang “Iya kak, saya juga suka kakak”. Mantap Markotop!
Ruth masih tersenyum. Senyumannya itu, bikin Andre nggak sanggup melihatnya. Andre melihat mata Ruth, jantung Andre makin nggak karuan. Keringat mulai muncul di mana-mana, keringat muncul di ketiak baju basah seperti diguyur hujan, napas ngos-ngosan kayak habis dikejar anjing gila.

“saya … Suka sama kau Ruth”.
“Sudah kuduga.” Sambil menggang dagu.
“saya suka sama kau, Ruth. Kau mau nggak jadi pacarku?”
“kakak serius?!”
“Iya…”
Hening beberapa saat.

“Hmmpt, maaf yaa kakak, saya belum mau pacaran, soalnya saya mau fokus ke sekolah dulu, nanti kalau pacaran aktivitas belajar saya terganggung, kita sebatas kakak & adik saja yaa, biar ada yang semangatin layaknya saudara kak!!”
“Lah terus yang kemarin yang selama ini sinyal yang kau berikan untukku? Itu sinyal apa?” tanyanya Andre tersentak.
“oogh, itu sinyal buat hp kakak, hahahha, nggak bercanda, saya memang suka sama kak Andre, pengen ngedekatin kak Andre, itu semua hanya sebatas gebetan saja, seperti layaknya kakak & adik saja, dan niatnya supaya ada yang lindungin saya dari bullyan kakak senior yang lain, eegh tapi ternyata senior-senior pada baik ke saya.” Jawabnya santai
Andre berasa disiram air panas satu ember.

“Sorry yaa kak, kita kakak adik saja”.
Andre nggak tau persis apa yang Andre rasain saat itu tiba-tiba saja langit mendung menurunkan puing-puing hati yang patah, Andre syok berat.
Niat Ruth untuk cari perhatian kakak senior berhasil, dan berhasil juga buat kakak seniornya patah hati banget.

Cerpen Karangan: Widdya Prastika (Widi)
Facebook: Widi Gobel

Cerpen Hanya Sebatas Kakak dan Adik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hutanku Harga Mati

Oleh:
“Krek… krek…” terdengar dari kejauhan. “Suara apa itu sebenarnya?” tanya Juki pada dirinya sendiri. Sekeliling Juki tampak berkabut yang sangat pekat. Semakin terdengar jelas suara misterius itu. Selangkah. Dua

Kucari Kamu

Oleh:
Namaku Rena. Aku pemain basket puteri bernomer punggung 13 dengan posisi point guard. Aku siswa kelas 9 yang baru saja selesai menyelesaikan Ujian Nasional tahun 2016 ini. Basket tim

Remember When I Know You

Oleh:
“Ngeliatin dia lagi?” Suara khas sahabatku, menyadarkan lamunanku yang sejak tadi terfokus pada seorang laki-laki yang sedang serius memainkan bola basket. “Apaan sih Re.. nggak kok” “Haduuhh.. udah deh

Because I’m Possible

Oleh:
Tidak semua orang bisa mengertiku saat ini, termasuk matahari sekalipun. Tugasnya hanya bersinar di pagi hari sampai senja lalu menghilang sesukanya. Tidak termasuk mendengar curhatanku, bukan? Ya, namaku Fandi.

Bertempur (Part 1)

Oleh:
“Broook!!!” “Khin, woy Khin!” suara gebrokan meja terdengar dan bergetar di telingaku seiring dengan suara lantang seseorang. “Apaan sih? Biarkan aku terbuai dalam mimpi-mimpiku dengan tenang!” ucapku yang merasa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *