Harapan Kosong

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 May 2017

Angin malam senantiasa menyentuhku yang tengah sendiri dalam naungan pohon mangga ini. Melamunkan kisah indah yang dulu sempat terlukis namun pahit pada akhirmya.

Flashback
Aku sudah menyukainya dari dulu. Dia adalah Hilmansyah Putra. Kakak kelasku yang memiliki banyak penggemar. karena ketampanan dan kebaikan hatinya banyak memikat gadis-gadis di sekolahku, termasuk aku tentunya. Aku latisya Angela biasa dipanggil tisya.

Hari ini aku mendapat hukuman dari Pak Lukman untuk membawa setumpukan buku-buku pelajaran ke kelas 11 IPA 2. Sungguh berat mengangkatnya sendiri. Ditambah lagi aku kesulitan melihat ke depan.

“Butuh bantuan?” tawarnya. Aku tak dapat melihat siapa dia karena terlahang buku-buku ini.
“Tentu saja” spontanku
“Mari kuangkat setengahnya” jawabnya sambil mengangkat setengah buku yang kubawa.
Aku terkejut melihat siapa yang mau membantuku. Kak Hilman, ya dia orangnya. Dia memang baik dan suka menolong.
“Hey, malah bengong. Ayo aku antar sampek kelas” ucapnya.
“Eh i..y..a kak” jawabku tergagap.
Kami berjalan menuju kelasku. Hening tak ada obrolan atau pembicaraan apapun. Entah kenapa aku menjadi grogi. Hanya ucapan terima kasih yang dapat kukatakan setelah aku dan dia sudah sampai di depan kelasku.

Hari-hari berikutnya terasa biasa namun entah kenapa hari ini aku merasa kak Hilman memperhatikanku dari jauh. Bukannya aku geer tapi sepertinya memang dia memperhatikanku. Ah sudahlah. Mungkin hanya halusinasiku saja. Aku melanjutkan langkahku ke kantin. Saat ini aku sedang kelaparan. karena tadi pagi aku tak sempat sarapan. Aku mengambil tempat di pojok kantin. karena aku memang suka ketenangan. Kupesan makanan kesukaanku, bakso. Aku makan dengan lahap dan tiba-tiba dia ada di depanku. Jantungku rasanya mau copot karena kagetnya. Ya Tuhan Ya Tuhan pangeranku telah datang.

“Telen dulu tuh pentol” ucapnya. Kutelan pentolku dengan susah payah. Ya Tuhan aku malu.
“Aku mau duduk di sini. Boleh kan?” ucapnya lagi. Aku hanya mengangguk mengiyakan ucapanya. Aku kembali memakan baksoku dalam diam. Jantung sialan!! Kenapa dia berdetak kencang sekali. Semoga kak Hilman tak mendengarnya.

Semenjak saat itu kami jadi dekat. Saling menyapa bila bertemu. Bahkan kami sering jalan berdua. Aku tak menduganya sama sekali dapat dekat dengan pria yang selama ini kukagumi. Rasaku terhadapnya semakin besar.
Namun akhir-akhir ini dia berubah. Ada apa dengannya. Aku tak melakukan kesalahan apapun. Aku juga tak bertengkar dengannya. Tapi kenapa dia menjauhiku. Aku semakin penasaran dibuatnya. Kuputuskan untuk menemuinya pulang sekolah ini. Aku pun melanjutkan pembelajaran.

Teettt… tetttt… teetttttt
Bel pulang sudah berbunyi. Aku bergegas keluar kelas dan mencari kak Hilman. Dia baru keluar dari kelasnya.
“kak Hilman” kupanggil dia. Dia menoleh dan menampakkan wajah dinginnya. Ada apa ini Tuhan.
“kak aku ingin bicara sesuatu” ucapku.
“ya udah ngomong aja” jawabnya cuek.
“kakak kenapa berubah ke aku. Apa aku buat kesalahan ke kakak. Kenapa kak Hilman jadi seperti ini” ucapku meminta penjelasan kepadanya.
Dia diam. Aku menunggu jawaban darinya.
“kamu gak usah lagi menghubungiku. Menjauhlah dariku, aku pun menjauhimu. Aku sudah memiliki kekasih. Maaf jika selama ini aku memberimu harapan. Maaf jika aku membawa luka bagimu. Maaf dan maaf” ucapnya dan pergi.

Aku terkejut atas penjelasannya. Tak terasa bulir bening mengalir lembut dipipiku. Aku menangis sejadi-jadinya. Semua harapanku untuk bersamanya ternyata hanya harapan semata. Dia hanya memberiku harapan kosong.

Cerpen Karangan: Nilawati
Facebook: Nilawati
Nama saya Nilawati. Saya bersekolah di SMK NU Sugio. Saya memang hobi menulis walaupun masih amatiran.

Cerpen Harapan Kosong merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dari Kenalan Menjadi

Oleh:
Aku turun dari mobil, suasananya tampak lain dari biasanya. Ya, saat ini aku berada di majenang tepatnya kota kecil di cilacap barat, suasana di kota ini tampak lain dari

Rasa Risa (Orang Aneh)

Oleh:
Ya, Doni Alamsyah. Seorang siswa SMA yang begitu populer di sekolahnya. dia memiliki paras yang menawan, yang memungkinkan menghipnotis para siswi yang berada di sekitarnya. Karena ini pula lah

In Your Eyes

Oleh:
Lonceng yang terbentuk dari logam kuningan yang tergantung di depan ruang guru berdentang tiga kali tanda jam pelajaran berganti dengan waktu istirahat. Seluruh siswa berbondong-bondong keluar kelas dan menghambur

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *