Hurt

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 March 2014

Ya siapa lagi kalau bukan dia. Dia adalah cowok ganteng yang pertama kali gue liat sejak pertama kalinya gue masuk kelas X IPB. Awalnya gue cuma deket biasa, ehh makin kesini gue makin suka sama dia. Dulu gue gak tau kalau sifatnya dia kayak gitu tapi semakin gue kenal dia lebih dekat, gue tau sifat dia yang sebenarnya itu seperti apa.

Di sela-sela pelajaran gue selalu menyempatkan diri untuk menatap dia walaupun itu hanya sebentar tapi cukuplah buat gue. Gue akui kalau gue emang terobsesi banget sama tu cowok. Secara gitu, cowok yang pertama kalinya gue kenal setelah gue masuk kelas IPB yang muridnya dari berbagai macam SMP. Gue gak nyangka kalau perasan ini semakin dalam, dan gue menyadari bahwa gue gak pantas untuk mendapatkannya.

Seiring berjalannya waktu, gue semakin tau bagaimana sifatnya dia yang sesungguhnya. Walaupun gue tau kalau sifatnya dia seperti itu tapi rasa suka gue ke dia gak akan pernah pudar. Banyak yang bilang jelek-jelek soal dia tapi gue gak pernah menghiraukan dia, yang ada di hatiku hanya “DIA”. Banyak juga cewek-cewek yang suka sama dia, wajar aja lah dia cowok kece yang ada di kelas IPB. Banyak cewek-cewek gajen yang cari-cari dia tapi dia gak pernah menghiraukan cewek-cewek gajen itu.

Makin hari kelas makin ramai dengan cewek-cewek gajen yang cari dia, dan hati gue panas banget saat cewek-cewek itu minta nomor handphonenya dan nama facebooknya. Gue berkata dalam hati “ya ampun ini cewek apaan sih! Gak tau malu banget. Gue aja yang sekelas sama dia sampai detik ini pun belum punya nomor handphonenya”. Saat itu suasana kelas makin ricuh dengan kedatangan cewek-cewek itu.

Tiga bulan sudah gue sekelas dengannya. Keakraban semakin muncul dan benih-benih cinta pun kembali tumbuh. Tapi yang aneh dengan semuanya adalah “kenapa sampai detik ini juga gue belum punya nomor handphonenya?” ohh sh*tt mann!!! Saat itu gue galau! Bener-bener galauu!! Di sela-sela kegalauan gue, tiba-tiba saja dia muncul di hadapan gue dan buat gue kaget sekaget-kagetnya! Saat itu gue deg-degan abis karena dia menatap mata gue lekat-lekat seakan-akan dia ingin menceritakan sesuatu dengan gue, gue langsung meminta dia untuk mundur dari muka gue. Gue malu dilihat sama temen-temen, dikiranya gue ada apa-apa sama dia walupun gue ngarep sih ada apa-apa sama dia. Saat itu ada rasa tersendiri buat gue karena gue ngerasa diperluin sama dia.

Tiba-tiba saja rasa seneng gue berubah menjadi sakit, tapi bukan berarti gue langsung memperlihatkan kesakitan gue ke dia. Yang bikin gue sakit adalah, dia lagi suka sama temen sekelas dan tak lain adalah temen gue sendiri. Disitu gue langsung down dan gue berusaha untuk membantunya walaupun gue sudah tau yang sebenarnya.

Ternyata gue lebih cocok jadi “MAKCOBLANG” dan terbukti dia jadian sama temen gue. Arrgghh!! Saat itu gue bener-bener galau dan hati gue udah jatuh berkeping-keping. Saat itu gue lesu, lemas dan malas untuk melakukan apapun termasuk “belajar”. Kegalauan gue makin muncul saat dia dan temen gue mesra-mesraan di kelas. Gue gak tau apa dia sengaja atau dia sok sweet!

Sejak kejadian itu gue sama dia jarang bicara dan gue lebih memilih untuk tidak menatapnya lagi.

Cerpen Karangan: Mila Adriyati
Facebook: Mila Adriyati
Nama: Kadek Mila Dwi Adriyati, lahir di Singaraja-Bali 22 OKTOBER 1997 Facebook: Mila Adriyati, Twitter: @MilaAdriyati6. terima kasih.

Cerpen Hurt merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dunia Kelas X Ku

Oleh:
Namaku A. Nurul Ikhsani Tenriatta aku biasa dipanggil “A.Tenri” terlahir dari keluarga yang sederhana ayahku adalah seorang anggota polri dan ibuku adalah seorang ibu rumah tangga dan juga sebagai

Hingga Ia Pergi

Oleh:
INI KISAH tentang Amanda Mulyawaty —tentang hidupnya yang berantakan; pikirannya yang sering kacau tak jelas, angan-angannya yang kadang terlalu melambung tinggi, serta cintanya yang mendalam pada orang yang sangat

Untukmu yang Tercipta Untuknya

Oleh:
Aku terbangun. Aku melirik jam weker yang ada di meja belajarku. Menunjukkan pukul satu malam. Akhir-akhir ini, aku selalu terbangun tengah malam karena sebuah mimpi. Mimpi yang diperankan oleh

Cinta Berbelit

Oleh:
“Res, aku mau ngomong sesuatu sama kamu” Kataku kepada Resya, sahabatku “Iya ngomong apaan” “Eemm aku suka sama Bagas senior kita kelas 10/1 SMA” “Ohh itu pantesan kamu suka,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *