I’m not a PHO

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 19 May 2018

“Kukuruyukk…” ayam pun berkokok tanda pagi pun menjelang
“Huahhh, udah jam 06.00. siap siap dulu ahh..” sirfa bangun dari tempat tidurnya.

Gedebak gedebuk kesana kesini hingga selesai untuk pergi sekolah.
“Sirfa.. ayo makan dulu?” ucap mama sirfa
“Mah, aku jalan duluan ya udah terlambat nih..” ujar sirfa

Sesampainya di sekolah.
“Hai sirfa, ruang kamu di lantai 2 ya?” ucap muti
“Ok” jawab sirfah sembari berlari mencari ruang ulangannya
“Sir, udah ngambil kertas ulangan harian pkn ke fadhilah belum?” tanya sherly
“Belum, ya udah aku ke ruang sebelah dulu ya” jawab sirfah

“Fad, mana kertas ulangan hariannya?” tanya sirfa
“Oh iya nih” sembari menyodorkan kertas
“Thanks” ucap sirfa
“Sir, tali sepatu tuh benerin nanti jatuh aja” ucap karina
Sirfah hanya mengangguk saja dan tidak mempedulikan omongan karina.

Sirfah berjalan dan kesandung tali sepatunya.
“Haaa…” teriak sirfah ingin jatuh
Tanpa ragu kakak kelas pun menolongnya.
“Kamu gak papa?” tanya kakak kelas
Sirfah hanya diam termanggu melihat ketampanan kakak kelas itu.
“I.. i.. ya aku gak papa” jawab sirfah dengan gugup

“Kringg.. kring..”
Bel berbunyi tanda waktu ujian pun habis.
“Jangan pulang dulu ya kita briefing briefing dulu di kelas”ucap ketua kelas
“Sirfah kamu mau ke mana kita ke kelas yuk” ucap karina
“Kamu duluan aja rin” jawab sirfah
“Jadi aditya maulana namanya” bicara dalam hati

Selepas pulang sekolah dan sesampainya di rumah sirfah langsung cepat ambil ponsel yang ada di meja itu.
“Ohh.. jadi aditya maulana nama sosmednya” ucapnya bicara sendiri

“Hai kak, makasih yak kak tadi udah tolongin aku” ucap sirfah bahagia
“Iya sama sama kok” jawab adit

Sudah beberapa bulan ini sirfah dan adit menjadi dekat.
“Hai kak?” tanya sirfah pada adit
“Ohh… jadi ini cewek yang kegatelan itu yang buat hubungan gua sama adit hancur ya kan?” tanya balik pacarnya adit
Sirfah hanya diam dan mematikan ponselnya. seolah olah ia merasa bersalah atas pertemanan ia dan adit membuat hubungan adit dan pacarnya menjadi hancur.

Pukul 06.00 sirfah berangkat sekolah seperti biasanya.
“Kring… kring…” tanda bel istirahat berbunyi
“Sirfah ini ada surat dari adit” ucap ali teman sekelas adit sembari menyodorkan kertas
“Sirfah, maafin atas pacar aku ya?, aku tau kamu pasti sedih. selama 2 bulan kita menjadi teman aku bahagia dan nyaman sama kamu tapi aku tidak bisa memiliki kamu karena aku sudah dimiliki yang lain. i love you sirfah. maafin aku…”

Sirfah berlari dengan kencang menuju kamar mandi dan meneteskan derasnya air mata.
“I love you to, dit”

Cerpen Karangan: Nurfadilah Rusirfah
Facebook: Nurfadilah Rusirfah
Hai, saya nurfadilah rusirfah sapa akraban sirfah, saya sekolah di SMPN 138 Jakarta. nenulis dan mengarang cerita adalah hobiku.
Thank you sirfahh

Cerpen I’m not a PHO merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Di Balik Pohon Pinus

Oleh:
Terlihat butiran-butiran hujan memandikan bumi sewaktu malam itu. Sayangnya angin malam itu mencoba menggetarkanku dengan kedinginannya yang memuncak layaknya salju. Menggigilkanku disetiap detik hembusannya. Namun, tubuhku berusaha kuat untuk

Andai Dulu Rey

Oleh:
“Kamu deket sama dia yah?” “Nggak, kenal aja…” “Tapi kalian smsan kan?” “Iya…” “Sering?” “Gak juga…” “Bohong, mereka smsan tiap waktu kok…” “Waduh bahaya nih, saingan kamu tuh…” Seorang

Kapten Mentariku

Oleh:
1..2..3.. “hore, aku jumpa dia.” Kali ini dia tersenyum lebih manis dibanding yang kemarin kemarin. Hari ini aku sangat senang. ya beginilah kegiatan ku setiap pagi menunggu seseorang buatku

Lelaki Penunggu Senja

Oleh:
Setelah berlabuh di penghujung jalan yang merindu, ada beberapa kenangan yang bersandar di pundaknya. 12 November 1995 Pukul 7:00 pagi, lelaki rembulan yang sederhana sedang menunggu kekasihnya. Namun, sampai

Korban Cemburu

Oleh:
Pagi itu, ketika matahari sudah tersenyum sembari menyinari setiap detik yang kulalui mengurai kemacetan pagi hari. Aku berjalan menuju ke sekolah. Hari itu tidak ada acara yang berarti (karena

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *