Insecure Demi Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Perjuangan
Lolos moderasi pada: 14 June 2021

Aku adalah orang paling sering tidak pedel sedunia. Setiap hari aku selalu merasa malu karena aku jelek wajahku tidak tirus. Aku malu aku gemuk. Tidak punya teman cuma hidup pada laptop dan juga duniaku pada anime, wibu sebagainya. Aku memakai kacamata baca dan aku menyempatkan waktu menyendiri cuma di perpustakaan kampus tanpa seorang kekasih menemani.

“Lo cantik banget beb, mulus kek susu?” jawab salah satu cowok habis bermain basket.
“Lo juga ganteng keringatan gitu uwu… gemesh makin cinta aku gemoy.” Apa hebatnya? Cantik ganteng. Aku malah merasa hati yang menentukan. Tapi kalau mereka bisa bahagia aku juga dapat melakukannya.

Suatu hari aku bertemu Kak Bryan. Dia paling populer di kampus. Aku menyukainya. Dan menyimpan rasa padanya. Alasannya yaitu Kak Bryan senang berbaur, tinggi, suka memberikan senyuman pada orang yang lebih tua, tidak sombong.
Sampai di mana aku gelap mata dan ingin merubah bentuk tubuhku seperti Gisel. Dia cantik sekali di kampus semua memuja kecantikan dia. Tapi sayang sifatnya kurang terpuji.

Aku duduk di taman menikmati bekal salad. Aku harus bisa diet! Sembari menikmati makanan. Memandangi sekeliling. “Emang kenyang makan segitu?” Angga Fauzi datang menasehatiku.
“Kenyang.” Jawab aku singkat.
“Ya sudahlah, aku pergi dulu mau ke ruangan Bem ada yang perlu aku urus.” Cuma mengangguk menatap kepergian Angga begitu sangat singkat.
Obrolan sebatas itu saja. Hingga suatu ketika Angga cowok tampan idola kedua setelah Bryan. Aku sering melihatnya sekilas memandang ke aku.

Aku tidak suka tapi mau mengatakan takut Angga tersinggung. Dia sekelas denganku anak baik, jarang membuat masalah suka belajar. Dan jarang bersih-bersih. Banyak sanjungan didapat kalau mengenalnya menjadikan teman tidak pilih-pilih soal pertemanan. “Bete aku Pak Mahmud selalu kasih tugas yang tidak dibahas di kelas.” ucap Ilona.
Berisik ocehan Ilona makanya belajar kayak Angga biar pintar. Ilona salah satu cukup populer agak tomboy, tapi cantik, badannya bagus sepantaran dengan Gisel mereka juga berteman akrab.

Ilona sedang duduk di atas meja menaikkan kaki satu. Sehingga mahasiswa dan mahasiswi memperhatikan tingkahnya. “Pokoknya gue mau demo, akh tuh dosen bikin kepala gue mumet.” ucap Ilona merasa kesal pada Pak Mahmud ingin rasanya berhenti dari kelas ini, tapi nilai sangat diutamakan.

Sejam berdiri di gerbang supir belum menjemput Angga datang motor sport besar lewat.
“Bareng yuk Winter!” Ajak Angga menyerahkan helm sni miliknya.
“Gak otw gue dijemput Pak Dodit supir gue.” Aku mengelak.
“Winterliana Gevita supirmu gak bakalan datang.” Ponsel berbunyi dan kemudian ada sms bawa mobil di bengkel.
“Iya gue berangkat pulang bareng lo tapi jangan ngebut.” Ketusku pada sosok Angga.

Semua anak memperhatikan kami bersama. Bodoh amat yang penting pulang tanpa ongkos gratis lagi. Di perjalanan aku kesal kenapa Kak Bryan bersama Gisel? Sedangkan aku naik motor panas-panassan di sini.

Semakin hari aku ingin diet perasaan itu kian menggebu. Aku sudah jarang makan sayur, ikan, tempe, daging, ayam yang disediakan Mama. Semua aku tolak. Aku cuma membawa bekal sandwich khusus diet. Menyebalkan rasanya tapi aku harus tahan sampai aku langsing. Hingga di mana perutku sangat sakit. Aku tidak bisa bergerak akibat lemas.

Apa mag aku kambuh karena kurang makan? Pikir aku mulai menarik kesimpulan. Aku bertemu Angga ia melihatku pucat.
“Kita ke uks, lo istirahat di sana nanti gue bawain bakso deh.” Angga seperti penyelamat ia tahu apa mauku? Berbaring di kasur aku menutup mata.

Jam menunjukkan pukul dua belas Angga datang membawakan aku semangkuk bakso. Tersenyum sangat begitu manis.
“Makan,”
“Nanti aja aku gak laper.”
“Tuh kamu pucat sayang.” Angga menyebut aku dengan panggilan sayang ge-er sekali dia. Aku jadi kesal sendiri. Perlahan Angga beranjak menyuapi aku.

Bryan menceritakan kalau dia sudah resmi.
“Guys aku sama Gisel sudah resmi, kami harap kalian bisa menemukan pasangan hidup kalian.”
“Amin.” ujar semua mahasiswa termaksud Ilona teman dari Gisel.

Marah, aku berlari dari kenyataan ini. Dan jawabannya itu Selasa. Di sini penantian aku usai.
Hari paling sakit ketika aku mengetahui jika Kak Bryan sudah jadian sama Gisel. Hatiku rusak perlahan aku berlari mencari tempat sepi hanya untuk sekedarnya menangis. Menumpahkan semua kekesalan yang tersimpan. Angga datang membawa tissue padaku.
Kemudian memeluk aku erat. Pelukan semakin terasa aku yakin cinta yang pahit bisa berganti kebahagiaan.

“Aku tahu hatimu sakit, tapi cobalah buka mata masih ada cowok yang tulus memberikan hatinya untukmu bukan orang yang bisanya buat kamu nangis.” ujar Angga tulus.

Aku cuma diam menangis. Malas kalau harus bercerita tentang luka yang kini mengganjal di hati. Pernah sekali aku berkata pada diriku. Kalau aku menyerah nyatanya ini akhir dari segala dietku. Belum kurus aku memilih untuk bersyukur daripada incesure pada omongan orang terhadapku.

Kehidupan di mana kamu bisa menerima? Tanpa menuntut diri bisa menjadi yang terbaik. Badan boleh gemuk namun hati adalah hal utama. Badan besar bukan patokan bahwa kamu tidak dapat bahagia. Aku sendiri mengalaminya kamu bagaimana?

Perlahan aku merentangkan tangan bersama Angga. Kuhirup aroma napas. Ternyata bahagia itu sederhana cukup bersyukur, beban kamu akan hilang seketika. Angga mengajak pergi ke dalam kelas sebentar lagi mata kuliah Pak Mahmud dimulai. Kami berjalan beriringan sembari bergandengan tangan senyuman lebar terukir di wajahku.

Selesai

Cerpen Karangan: Hardianti Kahar
Blog / Facebook: TitinKaharz
Nama: Titin
Akun Wattpad: @titinstory dan akun lama tidak bisa terbuka @titinghey
Akun NovelToon: Titin Kahar

Cerpen Insecure Demi Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Remuk

Oleh:
“Sial, hujan lagi… hujan lagi…” itu kata pertama yang keluar dari mulutku ketika hujan datang. Perlahan ku buka korden kamarku, tak ada yang bisa di lihat dari sana, hanya

Ada Cinta Dalam Keluarga

Oleh:
Namaku Rachma. Saat ini umurku 14 tahun kelas 3 SMP. Aku mempunyai sepupu, mereka bernama Anggun dan Rhyan. Mereka adalah sepupu terbaik yang pernah ku punya. Tapi, sebuah pertengkaran

I’m is Reporter (Part 1)

Oleh:
Sikap angkuhnya begitu ketus, namun kulayangkan senyum lebar ke arahnya, dengan memalingakn muka dia meniggalkanku. Tentu ini sudah menjadi resiko menjadi seorang wartawan yang terus memburu berita, sampai berurusan

Usaha dan Kerja Kerasku

Oleh:
Pada suatu pagi yang cerah dimana matahari tersenyum manis memancarkan sinarnya.. yang penuh keagungan. Hidup seorang anak yang bernama patrio dimana.. dia adalah anak sekolah yang masih duduk di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *