Jangan Hujan Dulu, Aku Ingin Cerita

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 6 June 2021

Jangan hujan dulu, aku ingin cerita. Apa kamu masih ingat jalan yang kita lalui hari itu? Aspal jalanan berkerikil dan angin yang membelai pipi. Ketika titik-titik air mulai jatuh dan kita berlari kencang, tak peduli sepatumu basah karena genangan air. Aku mulai tertawa sambil mengambil tisu kering dan kuberikan kepadamu. Kamu bergegas mengelap air di kacamatamu. Ah, entah kenapa aku bisa melihat matamu dengan jelas waktu itu. Kedua mata yang menjadi pelangi yang selalu kucari.

Jangan hujan dulu, aku kan belum selesai bercerita. Tentang cita-cita masa kecilku menjadi seorang pelaut. Aku selalu suka dengan pemandangan hamparan laut yang aku lihat di setiap perjalanan pulang. Bahagia bisa duduk seharian di bebatuan pantai sambil memandangi lautan yang mulai pasang diiringi datangnya ombak. Semudah itu aku jatuh hati – mungkin rasanya sama seperti saat pertama kali melihatmu.

Iya, jangan hujan dulu, cerita ini belum selesai. Tentang rangkaian kata-kata yang diam-diam aku karang, sambil memandangmu dari kejauhan. Kata-kata yang kemudian aku karang menjadi puisi. Aku tahu kamu terkadang tak mengerti arti dari kata-kata dalam puisi itu, tapi setidaknya kamu mengerti inti dari isinya dan perasaanku tersampaikan olehnya.

Tunggu, jangan hujan dulu, cerita ini hampir selesai. Tentang harapan dan doa yang aku kirimkan ke langit setiap hari. Doa yang dimana kuucapkan namamu dan kututup dengan mengamini harapanku. Tentang mantra-mantra yang aku selipkan di setiap langkahmu, agar kamu selalu kembali. Tapi sayangnya aku lupa, doaku kurang sempurna. Kamu kembali, tapi bukan untuk aku, tapi untuk nama yang kamu sebut didalam doamu, dan tak pernah ada namaku didalamnya.

Kumohon, Jangan hujan dulu, aku ingin cerita. Aku selalu berpikir mencintaimu adalah hal yang terberat. Tapi diriku salah, ternyata melupakanmu itu segalanya lebih berat dari itu.

Mungkin, biarkan saja hujan turun, karena akhirnya membuatku tersedar, bahkan bumi pun perlu bersedih. Bukan hanya aku

Cerpen Karangan: Joy
Facebook: facebook.com/jhoey99
Aku Joy, Dan aku mencintai Hujan

Cerpen Jangan Hujan Dulu, Aku Ingin Cerita merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Masa Masa Indah di Kampus

Oleh:
Namaku mariel al fahd, panggilan ku riel. kadang ri. aku kuliah di akademi bahasa indonesia jurusan sastra indonesia. semester 2. jam di dinding kelasku menunjukkan pukul 2.30 siang. berarti

Tak Akan Terlupakan

Oleh:
Ya tanggal 16 September 2012 – 25 Mei 2013 tanggal yang tak pernah ku lupakan. Perkenalkan nama ku Kholila salsabila biasa dipanggil lila. aku sekarang kelas 1 SMA. aku

Tentang Kita dan Cinta

Oleh:
Tau kah kamu, kamu yang selalu kunanti setiap detikku, tau kah kamu yang selalu aku sebut dalam setiap do’aku, dengarlah rintihan tangisku kumohon dengarlah, lihatlah aku kembali kumohon lihatlah.

Life Isn’t an Imagination

Oleh:
01.30 pm Gadis itu, termenung seorang diri. Menelungkup di atas kedua tangannya pada meja kuliahan yang tengah ia duduki. Ia tak sendiri. Ia ada di antara teman-teman kelasnya yang

Twinsamora (Part 1)

Oleh:
Diary, November 2009 Hmm, tadi waktu di halte, aku ketemu sama cowok. Dia tu cool banget..! Nggak tau kenapa aku seneng aja merhatiin dia. Tapi, kok aku nggak ada

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *