Jatuh Cinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 11 January 2018

Hujan mengguyur sore ini, melengangkan kota yang terbiasa ramai. Di depan emperan ruko kosong, aku berteduh dengan keadaan baju yang telah setengah basah. Hembusan angin membuatku menggigil, kulipat kedua tangan memeluk dada untuk sedikit mengusir rasa dingin yang kian menusuk.

Dari ujung jalan, terlihat pria berjaket hitam melaju kencang ke arahku, dihentikanya motor putih berkode plat P tepat di hadapanku. Dengan satu tarikan, dilepasnya helm yang menutupi wajahnya. Sejenak kulihat dia, tatapanya begitu tajam dan misterius, membuat jantungku berdebar.

Dengan masih tetap duduk di atas motor, pria itu sibuk bermain handphone. Sesekali kulirik dia, semakin sering kulirik semakin dia terlihat gagah, segagah kuda besin yang ditungganginya. Saat kembali kumencuri pandang padanya, ternyata dia juga melihat ke arahku dan tersenyum, seketika wajahku pun memerah tersipu malu.

Rasanya ingin sekali aku membuka pembicaraan dan memecah keheningan di antara kami, namun bibirku kelu tak mampu merangkai kata.

“Hmm hujannya kok gak reda-reda ya”, Terdengar sura gagah mengalir indah pada rongga telingaku, membuat tubuhku bergetar. Kuhela nafas panjang, dan kukumpulkan kepingan demi kepingan keberanian tuk mejawab kata-kata indah yang terlontar dari bibir manis pria tampan di hadapanku ini.

“Iya nih. Emm, emang kamu mau ke mana kok kelihatannya buru-buru?”, dengan suara bergetar kulontarkan kata-kata yang telah terangkai di dalam otakku,
“Aku mau ke rumah bu dhe, kalau kamu?”
“Aku mau pulang, abis kuliah”, jawabku sembari sedikit tersenyum,
“O…, gitu”,

Jawaban singkatnya membuatku kecewa, karena inginku dia kembali bertanya agar kami bisa terus saling berbicara. Tapi apalah hendak dikata, obrolan kami pun berakhir tepat pada jawaban singkatnya, karena aku tak cukup punya nyali untuk kembali bertanya.

Suasana hening kembali menyelimuti kami, membuatku semakin gugup dan resah. Dengan sisa keberanian yang aku miliki, aku kembali melirik ke arahnya, terlihat dia telah kembali sibuk dengan handphone pada genggaman tanganya, membuatku sedikit kecewa.

Tak terasa hujan yang menjadi alasan kami dipertemukan sore ini telah mulai reda, terdengar mesin motor putih itu telah kembali dinyalakan,
“Aku pergi dulu ya. O, ya boleh gak mintak PIN kamu?”,

Sesampainya di rumah, aku hempaskan tubuh mungilku di atas kasur, kuambil handphone pada saku celana. Terlihatlah kontak baru atas nama Evan menghiasi layar hanphonku,

Klingg…,
Terdengar suara chat masuk, dengan satu sentuhan ringan aku buka chat tersebut,
“Hay Alea…”
Seketika senyum pun mengembang saat kubaca chat dari Evan, sejak itu kami rutin chattingan setiab hari.

Dua pekan berlalu, sikap manis Evan mulai berubah. Pelan namun pasti, Evan menghilang dari kehidupanku. Meski terluka, sebisa mungkin aku bersikap biasa, aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Setiap hari aku hanya bisa memantau Evan melalui sosial medianya, hanya sekedar untuk mengobati rindu yang kian mencekamku.

Hal terburuk pun terjadi, aku lihat postingan Evan bersama seorang gadis, terlihat pancaran kebahagian dari raut wajah keduanya, tangan mereka pun bergenggaman begitu erat, seolah tak ingin terpisah. Aku hela nafas panjang, rasanya bigitu sakit hingga air matapun tak lagi mampu kubending. Semalam penuh aku tangisi pria yang seharusnya tak perlu kutangisi, memang aku tak punya hak atas dirinya, namun entahlah hati ini begitu terluka.

Meski pada akhirnya aku harus terluka, tidak menyesal aku telah mengenal dia. Tatapan tajam, tutur kata indah, serta senyumnya kan selalu tersimpan rapi di benakku. Dalam waktu begitu singkat, dia telah mampu kembali menunjukkan arti jatuh cinta, perasaan yang telah lama tak ku rasa. Jujur, aku memang menginginkan dia, namun jika aku bukan bahagianya. Biarlah, cukup aku mengagumi tanpa harus memiliki.

Cerpen Karangan: Kamaliya
Facebook: Kamal Liya
Instagram: liakamal890

Cerpen Jatuh Cinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Resto Maghoni

Oleh:
Sekali lagi aku membaca papan nama restoran yang ada di depanku. Tak terasa sudah sepuluh tahun aku tak mendatangi restoran ini, restoran yang aku kira akan tutup karena letaknya

Waiting To Lose (Part 1)

Oleh:
Setiap kali waktu mempertemukan Edo dan Emily. Setiap kali mereka dihadapkan pada sebuah keputusan, hal itu semakin buram dan kelabu. Dua orang yang saling mencintai namun tak pernah ingin

Aku Cinta Dia

Oleh:
Desiran ombak bengitu riuh terdengar, gemercik air yang sesekali menghanyutkan butiran-butiran pasir yang berlinang-linag menjadi irama yang selalu menyanyikan lagu merdu menyelinap di lubang telingaku. Seperti biasa aku nikmati

Jangan Duakan Aku

Oleh:
Malam itu, aku habis putus sama pacarku yang namanya andika, karena dia sudah selingkuh di belakangku. Kemudian aku teringat dengan ajakan dari jun, seorang sahabat yang paling bisa ngertiin

Coretan Tinta

Oleh:
Rangkaian kata indah penuh makna berjejer penuhi selembar kertas putih. Bukan sebagai noda melainkan cerita indah. Gundah gulana dan suka ria bertumpah ruah di dalamnya. Dengan telaten, tangan menulis

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *