Just Friendship

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 January 2018

Antara Cinta dan Persahabatan. Mungkin itulah permasalahan yang saat ini lagi ada di fikiranku. Aku cinta dia, tapi dia adalah sahabatku. Aaaa… Aku galau tingkat dewa.

Namaku Andien. Aku mempunyai sahabat yang namanya Verry. Kita bersahabat sejak kita duduk di bangku SMP. Belum lama si kita bersahabat, tapi hubungan kita sudah sedekat ini.

Banyak orang yang tidak suka dengan persahabatanku dengannya. Verry itu termasuk pria idaman di sekolahku. Banyak sekali yang suka padanya. Wajahnya yang tampan, lesung pipitnya yang sangat menggoda, postur tubuhnya yang sangat cocok sekali dengan jabatannya sebagai kapten basket, suaranya, dan seluruh yang ada pada dirinya. Ini alasan mengapa para kaum hawa sangat menyukainya. Ya itulah juga salah satu alasan, mengapa ku juga sangat menyukainya. Tapi, ada satu alasan yang sangat kuat untukku kujadikan alasanku menyukainya. Sifatnya yang baik dan perhatiannyalah yang telah meluluhkan hatiku.

“Ayolah Andien. Sampai kapan loe terus-terusan memendam perasaan cinta loe ke verry. Kalo dia diembat sama orang lain gimana, gawat kan?” bujuk Sarah, ketika Aku sedang mencurahkan isi hatiku padanya.
“Nggak Sar, gue takut kalo misalnya Verry nolak gue terus dia bakal ngejauhin gue. Gue gak bisa jauh-jauh dari dia Sarah.” Ucapku.
“Loe harus percaya deh sama gue, Verry gak mungkn ngelakuin itu. Dia kan orangnya baik.” Sarah terus membujukku.
“Tapi…” Ucapku bingung.
“Gak ada tapi-tapian. Loe tenang aja, gue bakal ngebantuin loe. Santai aja.” Kata Sarah meyakinkanku.
Ah, dia gampang mengatakan hal ini, tapi aku yang menjalankan kehidupanku. Tunggu dulu, itu Verry. Sedang apa dia dengan Lia. Jangan-jangan mereka… Ah, itu tidak mungkin. Aku teringat dengan ucapan Sarah tadi. Apa yang dia katakan memanglah benar. Lebih baik aku harus jujur ke Verry. Aku takut nanti Verry akan jadi milik orang lain.

“Wouy, ngelamun aja loe dari tadi. Nglamunin siapa sih?” tanya Verry mengagetkanku. Aku kesal dengan ulahnya. Aku paling tidak suka dikagetkan seperti ini.
“Loe tuh ya Rese!! Udah sering gue bilangin juga jangan suka ngagetin gue. Kalo jantung gue copot gimana? mau tanggung jawab loe!” Ucapku sebal.
“Mau, gue bakalan kasih jantung gue buat loe, heheh” jawab dia.
Ya ampun. Kenapa dia ngomong kayak gitu. Jangan-jangan dia.. Ah.. Verry. Baper aku.

“Jntung loe?”
“Iya, jantung gue. Di rumah gue stoknya banyak tuh. Tukang kebon gue kemarin abis panen.” Ucapnya sambil tertawa.
“Jantung apaan?” tanyaku heran.
“Jantung pisang, hahah…” Tawanya eperti nenek sihir. Menyeramkan sekaligus menyebalkan.
“Rese, loe ya! Puas loe!” Kataku kesal.

“Sorry-sorry… pulang yuk, gue anterin.” Ajaknya.
“Ver, ntar malem loe ada acara gak? gue mau ngajak loe ke Cafe Fantastic. Gue mau ngomong sesuatu sama loe!” Kataku sambil menghela nafas.. Mudah-mudahan saja Verry menerima ajakanku.
“Oke, siapa takut. Loe yang traktir ya.”
Aku mengangguk sambil tersenyum. Mudah-mudahan saja acaranya lancar.

Aku melirik jam. Astaga jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Sebentar lagi Verry pasti akan datang. Aku memilih-milih baju yang akan kukenakan nanti. Ya ampun, rsanya seperti ingin berkencan dengan sang pacar.

Aku terus berharap mudah-mudahan nanti Verry bisa menerimaku. Sedikit geli sih karena aku yang harus menembaknya. Tapi, mau bagaimana lagi daripada aku terus-terusan memendam perasaanku padanya.

Suara klakson mobil. Itu pasti Verry. Aku langsung lari menuruni anak tangga. Tak lupa aku berpamitan dengan kedua orangtuaku.
Sesampainya di depan rumah, aku melihat Verry yang terlihat sangat tampan. Dia mengenakan baju yang lumayan simpel. Walaupun begitu, ketampanannya tidak pernah hilang dari wajahnya.

“Oke, sudah siap kan?” tanyaku padanya.
“Iya. Loe tuh ya, yang ngajakiun gue ke Cafe siapa, eh malah gue yang disuruh jemput loe.” Ucapnya kesal.
Aku senang melihatnya cemberut seperti itu. Lucu sekali. Di dalam mobil, aku terus menatapnya. Duh, rasa deg-degan aku mulai lagi. Kita tidak hanya diam saja di dalam mobil. Kita membicarakan banyak hal .Dari hal yang tidak terlalu penting, sampai hal yang cukup penting.

“Oya, gue mau ngenalin loe ke seseorang nanti.” Ucapnya yang membuatku kaget.
“Siapa?” tanyaku heran.
“Nanti loe juga bakal tahu siapa orangnya.”

Kita sampai di Cafe Fantastic, tujuan kita. Aku masih sedikit bingung siapa yang akan Verry kenalkan padaku.
Verry mengajakku duduk di tempat yang cukup romantis. Ah, Verry. Padahal kan aku yang mengajaknya.
Sambil menunggu orang yang dimaksud Verry, kami memesan beberapa menu makanan. Kita juga melanjutkan pembicaraan yang tadi kita bicarakan di mobil. Apa sudah saatnya kukatakan ini kepadanya. Ah, aku memang aku harus mengatakannya.

“Ver, gue..” Kata-kataku terpoptong karena tiba-tiba seseorang datang dari belakangku. Seseorang yang kukenal.
“Hay..” Sapanya sambil menunjukkan senyuman manisnya itu.
“Lia…” Untuk apa dia datang ke sini, apa dia akan mengacaukan rencanaku.
Dia (Lia) langsung duduk di samping Verry. Jangan-jangan seseorang yang dimaksud Verry adalah, LIA!!

“Ini yang gue tunggu-tunggu dari tadi, Ndien. Loe pasti udah kenal kan dia siapa?” tanya Verry.
“Oh, eh iyah. Gue udah kenal kok sama Lia. Tapi, apa maksud loe ngajak dia ke sini?” tanyaku balik kepadanya.
“Gue mau ngasih tau ni sama loe, kalo Lia sekarang udah resmi jadi pacar gue. Ya kan, Li?” Ucapnya.
Lemas. Itulah yang kurasakan saat ini. Semua terasa hening. Aku menjadi kaku. Susah sekali untuk berbicara. Lia, aku benci dia.

“Loe baik-baik aja kan, Ndien?” tanya Lia.
Dasar munafik. Dia hanya pura-pura baik padaku. Aku benci dia, aku benci namanya.
“Oh, eh gak apa-apa. Ver, gue permisi dulu mau ke toilet.” Ucapku tanpa meminta persetujuan darinya.

Aku menangis. Hatiku hancur. Aku terlamabat untuk mengatakan ini kepadanya. Saat ini dia sudah menjadi milik orang lain. Aaa… ingin sekali aku berteriak sekeras mungkin dan mengatakan kalau mereka semua jahat!!
Tapi, sejenak aku merenungi semua ini. Hubunganku dengan Verry hanyalah sebatas Persahabatan. Just Friendship. Aku dan dia tidak akan pernah mempunyai hubungan yang lebih dari ini. Aku harus mengikhlaskannya. Mungkin Lia lah yang dapat membahagiakannya.

Hufffttt… Aku harus sabar. Aku harus move on. Lebih baik aku kehilangan cintaku daripada harus kehilangan sahabatku. Verry, aku akan mencoba mengikhlaskanmu untuk Lia.

Cerpen Karangan: Nurul Chairiah
Facebook: NurullChaa
Nama Lengkap: Nurul Chairiah
Nama Panggilan: Nurul/Iyum

Ttl: Tangerang, 14 juli 2001.
Hay, namaku nurul. Aku ingin sekali bisa menjadi penulis. Untuk itu aku ingin meminta beberapa kritikan, saran, atau apalah dari kalian. Kalian bisa menghubungi lewat Fb, bbm, atau instagram.
Bbm: D13CDA6D
Instagram: @NurullChaa_
SELAMAT MEMBACA… πŸ™‚ πŸ™‚

Cerpen Just Friendship merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sandwich Queen

Oleh:
Lagi. Sandwich itu sudah berada di atas meja Ryan sebelum pemiliknya datang. Sudah dua bulan sandwich-sandwich itu terus berdatangan tanpa ada yang tahu siapa pengirimnya. Awalnya Ryan enggan memakan

Berawal Dari Iseng

Oleh:
β€œRika bagaimana perasaanmu setelah menjadi pelukis terkenal??, dan bahkan banyak majalah menerbitkan lukisanmu?” kata host di acara TV. β€œSeneng banget!!” kata Rika dengan tersenyum di depan kamera, dan penonton

Maroon (Part 2)

Oleh:
Seperti yang sering Lana ucapkan dengan suaranya yang lantang dan sedikit nyaring itu. Jam kosong layaknya surga dunia. Melihat bagaimana keadaan kelas sekarang, tidak bisa dipungkiri lagi. Aku pun

If You Know

Oleh:
Rishta Denia Tatapannya nanar, nafasnya terasa berat seketika. Berdiri tegak dengan pelengkap kerapuhan untuk kemudian berusaha ditutupinya. Perlahan, air matanya memanas, tetapi sekuat tenaga ia tahan hingga dadanya terasa

HTB (Hanya Teman Biasa)

Oleh:
Ini aku, Nana. Perempuan yang sederhana tak memikirkan ataupun mempedulikan tentang kecantikan dan aku pun bisa dibilang sangat cuek tentang penampilan. Aku hidup sederhana, barang-barangku pun bukan dari luar

β€œHai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *