Kasih Tak Sampai

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 21 April 2018

Pagi itu cuaca sangat cerah aku segera bangun dari tempat tidur lalu bergegas ke kamar mandi karena aku punya janji dengan riki. Oh iya kenalkan namaku jeswita biasa dipanggil jesi. Riki adalah sahabatku dari mulai kami kanak-kanak, kami selalu pergi bersama hingga teman-teman kami mengira bahwa kami pacaran.

Setelah beberapa lama aku bersiap tiba tiba mama memanggilku “Jesiii… Riki udah datang” Kata mama memanggilku. “Iya ma bentar lagi jesi siap” kataku menjawab panggilan mama.

Tak berapa lama aku pun menemui riki “Yuk pergi” kataku mengajaknya. “Pamit dulu dong ke mama kamu” kata riki padaku. “Ma jesi pamit dulu ya mau pergi sama riki” ucapku pada mama. “Iya sayang hati-hati yah” jawab mama padaku. Aku dan riki pun akhirnya pergi.

Riki mengajakku ke sebuah taman yang indah di situ dia curhat padaku. “Jes lo tau enggak gue udah bosen dengan kesendirian ini, gue ingin pacaran tapi enggak tau mau sama siapa” Katanya setengah tertawa. Aku terkejut mendengar pernyataan riki “Andai kamu tau rik aku menyukaimu, aku ingin jadi pacarmu” Kataku dalam hati.
“Kamu kok bengong sih jes” Tanyanya padaku
“Ehh.. Ehh emang kamu enggak ada calon buat dijadiin pacar?” Tanyaku terbata-bata
“Ada sih jes. Kamu tau kan melati anak kelas 10c itu, aku menyukainya sejak lama” Katanya
Bagai disambar petir aku menahan rasa sakit saat mendengar pengakuan riki, aku menahan air mata ini agar tak jatuh dari pipiku.
“Kalau kamu suka dia ya kamu perjuangin dong ki” Kataku berpura-pura tegar
“Iya jes. Aku bakal perjuangin dia” Katanya bersemangat

Setelah beberapa lama aku mengajak riki pulang. Setibanya aku di rumah mama memberitahuku bahwa kami harus pindah ke luar kota. Aku setuju saja karena mungkin jika di sana aku bakal bisa menghapus rasa suka pada riki.

Seminggu kemudian kami pun pindah, aku hanya memberi surat kepada riki karena tak sempat menemuinya.
To: Riki
Aku pamit pergi. Maaf tak sempat menemuimu, aku hanya ingin kau tau bahwa aku mencintaimu. Walau kau tak pernah menganggapku lebih dari sahabat.
From: Jeswita

Aku berusaha tetap tegar dengan perasaan yang sangat menyakitkan ini.

Cerpen Karangan: Zii
Facebook: Zii
namaku fauziah marpaung dari kota kisaran tepatnya di desa pulau maria dusun 2. Aku kelas 1 SMA di salah satu sekolah di air batu yaitu SMANSA AIR BATU.

Cerpen Kasih Tak Sampai merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Akan Selalu Menunggu Mu

Oleh:
Lupakah engkau tentang janjimu dulu. Janjimu untuk selalu menungguku hingga ajal menjemput, apakah engkau sudah melupakan kenangan kita dulu. Kenangan saat bersama suka duka kita lalui berdua, apakah engkau

Takdir Membelakangi Harapan

Oleh:
Matahari menyinari dengan perlahan seakan-akan malu untuk muncul. Burung-burung bersiul menyambut pagi yang indah. Kini hari baru telah dimulai. Dan hari ini adalah hari senin, hari dimana waktunya sekolah

Lubang Hati

Oleh:
Tuhan memberikan kita rasa agar kita dapat merasakan semua rasa yang ada. Baik itu rasa suka, duka, sedih, kecewa, sakit hati, bahagia, bangga, frustasi dan sebagainya. Semua rasa itu

Harapan

Oleh:
Aku terbangun. Dari tidurku. Aku merasa di sebuah tempat yang sangat asing. Di padang rumput yang sangat luas dan cuacanya sangat cerah. “adit.. Kesini dong..” terdengar suara perempuan memanggilku.

200 Percent Sweet Seventeen

Oleh:
Deburan angin menerpa wajah mungilnya. Kacamatanya berembun. Entah percikan air apa yang menyelimuti kacamatanya itu. Kakinya yang telanjang memainkan pasir yang tak berdosa itu. Pansusnya digantungkan di tali slingbag

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *