Kata Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 23 October 2019

Sebulan yang lalu, waktu pertama aku melihatnya. Dengan senyum manis yang selalu terpancar itu, aku terpesona. Sungguh, aku tahu ini salah. Dia yang menyukai Fita sahabatku. Aku tau? Tentu saja. Dia yang bilang sendiri kepadaku. Hey, dia curhat padaku. Apa yang harus kulakukan?. Diam. Mungkin itu yang terbaik. Iya, memang itu yang harus kulakukan.

“Rika.. kamu tau Fita dimana?” Kata Azam. Dia Azam, lelaki yang kukagumi. Hatiku seperti tercubit mendengarnya. Tercubit oleh tang, Haha gak lucu.
“Oh Fita.. Dia sedang membaca novel kak di kelas.” Jawabku.

Oh ya.. Fita itu sahabatku sejak kelas satu SD, sampai sekarang ah, selamanya. Dia juga sama kak Azam. Hanya saja dia gengsi, mungkin. Dia itu orangnya tertutup. Setiap cerita, aku harus memaksa dia dahulu.

“Makasih Rik,” Dia berlalu begitu saja. Meninggalkan jejak di hatiku, dimana sudah tersimpan namanya begitu rapi. Hati ini bergetar bersamaan dengan rasa sakit muncul. Untung aku bisa menyimpan rasa ini dengan rapat.

Lebih baik aku meneruskan perjalananku ke kantin!.

Aku memesan seblak. Disaat aku menunggu seblak datang, aku melihat mereka. Fita dan Azam. Aku tersenyum miris. Kenapa sudah tidak ada lagi kupu-kupu berterbangan di perut saat aku melihatmu kak Azam? Ah, mungkin kupu-kupunya mati semua. Tinggal ulat yang tersisa yang akan bermetamorfosa pada saatnya tiba.

“Rika..” Teriak kak Azam. Kelihatan sekali kalau Ia sedang menggenggam tangan Fita. Mereka berjalan mendekat. Ekhem, aku harus rileks. Sambil memakan seblakku yang baru siap. Aku mencoba tersenyum sebaik mungkin ke arah mereka.

“Hai kak, Fit” Sapaku saat mereka mulai duduk di kursi depanku.
“Ehm, tumben Fita mau ke kantin. Biasanya lebih milih baca buku, hehe.” Kataku basa basi. Mencoba setenang mungkin menghilangkan pikiran yang aku pikir negatif.
“Kita pacaran!” Ucap kak Azam bangga, dengan mengangkat tangan kanan Fita dalam genggamnnya. Langit seakan runtuh. Aku salah memiliki perasaan lebih dari kagum pada kak Azam. Sementara itu Fita menunduk, rambut panjangnya menutupi mukanya. Mungkin Ia merona.

Fita lebih berhak bersama kak Azam, dia cantik, pintar, kaya. Lebih lagi Ia sudah kenal kak Azam lelaki lebih dulu. Enam bulan yang lalu. Sedangkan aku? Aku mah apa atuh. Cuma ampas!

Aku mencoba tersenyum semanis mungkin. Menutupi luka menganga di hati.

“Wah, selamat ya.. Longlast! By the way, aku izin ke wc dulu.” Aku langsung berjalan secepat yang kubisa. Saat sampai, aku mengaca di cermin toilet, aku mengaca. Aku tidak ingin ada air mata! Tolong!

Saat sampai di kantin lagi, aku tidak menemui mereka. Toh, mereka tidak memikirkanku. Aku berjalan menuju kelas dengan gontai. Kulihat Fita tengah tersenyum-senyum sendiri. Aku tersenyum miris melihatnya. Aku senang jika sahabatku dan gebetan bahagia. Tapi, bahagianya kok gini ya?

Sampai sekarang aku masih bingung. Kenapa kak Azam curhat padaku? Apa karena Ia ingin menunjukan bahwa yang ia suka? Ah, aku tidak peduli. Yang kupikirkan sekarang. Bagaimana aku bisa move on?

‘Bahwa cinta tak bisa kusalahkan…’

Cerpen Karangan: Atika Wahyu Utami
Facebook: Atika Wahyu Utami
Nama panggilan Tika. Sagitarius is my zodiak. ehmm , umur menuju 16 tahun.

Cerpen Kata Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


60 Menit Sosial Media

Oleh:
Namaku Aulia. Saat ini umurku 14 tahun. Aku tinggal bersama orangtua. Dengan segala aturan rumah yang ketat, aku hidup dengan 4 anggota keluarga. Cukup harmonis, tapi kebebasan bergaul dengan

Penyesalan

Oleh:
Masih kuingat tentang itu.. Kau katakan takkan pernah kau kutinggalkan, Seperti janji kemarin “Aku masih mengingat takkan pernah kulupakan, Aku ingin bersamamu sehidup semati” “Miraj” Panggil seseorang yang suaranya

Dia Dia Dia

Oleh:
Sahabatku Daffa ya aku sangat menyukainya. Aku selalu membantunya jika dia ada kesulitan. Saat itu dia sms aku. From: Daffa To: Saya (Lisa) Lis aku akan berusaha menjadi yang

Puisi Terakhir

Oleh:
Aku kalah dalam sebuah pertaruhan. Pertaruhan konyol yang sudah diketahui pemenangnya. Gio. Bodohnya, aku tetap mengikuti keinginannya untuk bertaruh. Dan sebagai akibatnya, sekarang aku harus menuangkan isi pikiranku di

Lepaskan dia

Oleh:
Namaku Satria aku tingaal di desa bersama nenek ku. Di suatu malam dengan keadaan setengah mengantuk aku masih belajar. Telah lama aku mengirim sms kepada pacarku. Hanya kata “Hay”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Kata Hati”

  1. Atika Wahyu says:

    ANJIR AKU BIKIN INI PAS SMP SEKARANG DAH MAU SMA BARU TAU KALO BARU LOLOS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *