Kau Pantas Kuperjuangkan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Romantis, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 22 September 2017

“bila keadaannya berbalik, sudikah kau untuk berjuang layaknya dirimu kuperjuangkan?”

Sore itu, di sebuah taman rumah sakit, sesosok wanita yang tengan duduk di sebuah kursi roda dan membaca sebuah buku. Walaupun tengah ramai dengan pasien dan pengunjung yang lain, wanita itu tidak menghiraukan semua itu. Ia terhanyut dalam dunianya sendiri, terus berimajinasi dengan buku yang tengah ia baca. Rambut panjang hitamnya terhembus angin yang berlalu lalang di sore hari, bahkan suara anak-anak yang tengah berlari dengan tawa pun tak merusak imajinasinya saat membaca.

“risa…”
Wanita itu pun menoleh saat seseorang memanggil namanya, ia menutup bukunya dan mencari seorang yang telah memanggilnya. Tiba-tiba dari belakangnya pun ada seseorang yang menutup matanya, ia pun tersenyum dan mengetahui siapa seseorang itu. Walaupun ia berusaha untuk melepaskan jemari tersebut dari wajahnya, akan tetapi jemari itu seolah telah melekat pasti dengan wajahnya.
“adnan…”
Akhirnya lelaki yang bernama adnan itu pun melepaskan jemarinya dari wajah risa, lalu berpindah ke hadapan risa. Adnan pun berlutut agar menyamai tinggi dari risa yang tengah di kursi roda tersebut. Keduanya pun saling tersenyum, adnan pun mengeluarkan setangkai mawar putih yang ia sembunyikan dari balik punggungnya. Itulah yang setiap harinya adnan lakukan untuk kekasihnya, risa.

“gimana keadaan kamu? Udah sehat?” tanya adnan.
“dokter sih bilang lusa aku udah bisa pulang” ujar risa.
“pokonya kamu harus sembuh dan sehat lagi seperti semula, aku bakal ada untuk kamu, disaat apapun” ucap adnan dengan yakin.
“janji?”
“promise” dan mereka pun mengaiktan jari kelingkingnya masing-masing pertanda bahwa mereka telah berjanji.

Hari-hari pun telah berlalu, adnan menepati janjinya untuk selalu berada di sisi kekasihnya yang tengah berjuang melawan penyakitnya itu. Sudah tiga tahun lamanya risa harus melawan penyakit kankernya, dan hal itu bukan lah hal yang mudah bagi risa melewati itu semua. Setiap pengobatan yang rutin risa lakukan selalu ditemani oleh adnan, yang meluangkan waktunya hanya untuk kekasihnya itu.

Adnan telah banyak berkorban bagi hidup risa, alangkah beruntungnya ia memiliki sosok adnan yang selalu setia padanya. Ketika risa berada di titik paling dangkal dalam hidupnya dan hanya bisa menunggu maut menjemputnya, adnan berada dekat dengannya dan terus memberikan semangat bagi risa. Hingga pada akhirnya risa pun kembali berjuang melawan penyakitnya dan kembali berjuang pada cintanya.

Orangtua risa pun berhutang banyak pada adnan yang sudah berjasa telah mengembalikan semangat anaknya untuk kembali hidup. Adnan sendiri telah di terima baik oleh keluarga besar risa, malah keluarga risa terus mendesak adnan untuk secepatnya menikahi risa. Akan tetapi bagi adnan yang terpenting adalah kesembuhan dan juga kesehatan risa, karena tak ada lagi yang lebih penting daripada kesehatan kekasihnya.

Jauh hari, adnan pun telah menyiapkan dirinya untuk melamar risa menjadi miliknya selamanya. Menabung dan usaha tambahan pun telah ia lakukan untuk masa depannya kelak bersama risa. Ia yakin dengan memilih risa sebagai pasangan hidupnya, akan ia lakukan untuk bisa bersamanya.

“ris kamu masih di rumah sakit?” tanya adnan di sebrang sana.
“iya, mungkin satu jam lagi aku selesai” ucap risa.
“oke kalau gitu aku jemput kamu ya” ucap adnan.
“oke deh kalau gitu, aku tunggu ya” ucap risa.
“love you”
“love you too”
Risa pun menutup panggilan dari adnan, dan masih menunggu di lorong rumah sakit untuk check up kondisinya.

Setelah cukup lama menunggu akhirnya risa pun bisa pada dokter pribadi nya, risa pun mulai melakukan pemeriksaan pada dirinya. Tetapi reaksi yang diberikan dokter pribadinya bukanlah berita baik. Penyakit yang risa derita kini telah memasuki stadium empat dan membuat dirinya terancam tidak bisa bertahan.
Berita buruk seolah menjadi santapan risa setiap harinya, ia seperti terbiasa dengan berita buruk akan dirinya. Reaksinya hanya terdiam tanpa adanya senyuman atau tangisan, menurut risa hal itu percuma. Karena entah senyuman ataupun tangisan tidak akan membuatnya sembuh dari penyakitnya itu.
Sang dokter pun memberikan risa sebuah rekomendasi untuk penyembuhannya itu, sang dokter meminta risa untuk melanjutkan pengobatannya di china. Bila harus risa terbang ke sana, maka banyak orang yang akan ia tinggalkan, dan lagi, ia akan menghabiskan waktu yang cukup lama disana. Satu hal lagi yang risa pikirkan, ia harus meninggalkan adnan dengan waktu yang lama.

Setelah mengobrol banyak dan konsultasi untuk kebaikannya, risa pun meninggalkan ruangan tersebut. Saat berjalan, pikirannya pun tak fokus, ia masih memikirkan untuk melanjutkan pengobatannya ke china. Hingga tak sadar ia pun menabrak seseorang lelaki yang ternyata adalah adnan yang sudah melihatnya sejak tadi.

“hey kamu kenapa? Kok bengong gitu?” tanya adnan dengan khawatirnya.
“hhmm aku gak apa-apa kok” ucap risa terbata.
“are you serious?”
“aku serius nan, yuk ah kita pulang” ucapnya dan langsung menarik lengan adnan.

Dalam perjalanan, pikiran risa masih saja melayang entah kemana ia tak menyadari bahwa sejak tadi adnan terus mengajaknya bicara. Adnan pun mengerti bahwa kini risa sedang memikirkan sesuatu, tetapi adnan sengaja untuk terus bergurau dengan risa agar kekasihnya itu bisa melupakan sejenak pikirannya itu. Adnan meraih lengan risa dan menggenggamnya erat, ia pun mencium lengan tersebut lalu menunjukkan senyumnya.
“janji untuk gak pernah nyembunyiin apapun dari aku?” ucap adnan seolah tau yang terjadi pada risa.
Risa pun terkejut dengan perkataan lelaki yang tengah menggenggam erat lengannya itu, sebisa mungkin risa pun berusaha untuk menutup rapat apa yang tengah ia pikirkan. Walaupun itu harus mengingkari janji-janji yang telah ia buat dan juga sepakati bersama adnan selama lima tahun ini. Risa pun hanya bisa tersenyum untuk menjawab pertanyaan adnan lalu mengelus lembut lengan kekasihnya itu.

Setelah sampai di rumah, adnan pun mengajak risa untuk pergi ke suatu tempat yang istimewa. Risa pun menyetujui ajakan adnan padanya, karena ia tau bahwa kekasihnya itu tidak pernah membuatnya kecewa.
“oke besok aku jemput jam lima sore ya” ucap adnan dan langsung mengendarai mobilnya menjauh.
Setelah kepergian adnan, risa pun langsung memsuki rumahnya, saat ia baru membuka pintu tiba tiba saja ibunya pun sudah menunggunya. Ibunya pun langsung memeluknya erat diikuti juga dengan ayahnya. Risa pun heran apa yang tiba-tiba saja terjadi pada keluarganya itu.

“ma, pa ada apa sih? Kok tiba-tiba meluk gini?” tanya risa pada kedua orangtuanya.
“mama tau semuanya ris, tadi dokter herman sudah cerita sama mama dan juga papa” ucap ibunya itu.
Akhirnya risa pun mengetahui penyebab ayah dan ibunya tiba-tiba saja memelukknya sambil berlinang air mata. Ia pun memasang sneyumannya, mencoba menenangkan ayah dan ibunya yang terkejut dengan keadaannya.
“ma, pa risa gak apa-apa kok” ucap risa.
“papa setuju dengan usulan dokter herman untuk melanjutkan pengobatan kamu ke china” ucap ayahnya.
“tapi pa, risa kan…”
“gak perlu pake tapi risa, semua ini kami lakukan buat kamu” ucap ibunya.
Risa pun tidak bisa mengelak dari permintaan kedua orangtuanya, mau tak mau ia harus menuruti untuk melanjutkan pengobatan ke china. Akan tetapi butuh waktu lama hingga pada akhirnya ia kemungkinan sembuh. Ia pun memantapkan hatinya untuk mengikuti kemauan kedua orangtuanya, masalahnya terletak pada adnan.
“risa yang akan bicara pada adnan” jawab risa ketika ibu dan ayahnya bertanya tentang adnan.

Sore hari risa pun tengah bersiap-siap karena sebentar lagi adnan akan menjemputnya dan mengajaknya ke sebuah tempat. Tak lama kemudian adnan pun datang, karena sudah siap, risa pun keluar dari rumah untuk menemui adnan. Saat membuka pintu sosok adnan dengan pakian yang amat formal dan juga terlihat begitu tampan. Tak lupa lelaki itu pun memberikan setangkai mawar putih, khusus untuk risa.
Tak tunggu lama, adnan pun mengajak risa untuk memasuki mobilnya lalu melaju menuju tempat yang sudah adnan janjikan. Selama perjalanan banyak yang keduanya bicarakan bahkan senda gurau pun tak dilupakan. Setelah sampai di tujuan, adnan pun membukakan pintu mobil untuk risa layaknya seorang tuan putri.

Ternyata adnan telah memesan sebuah restoran yang amat sangat romantis juga indah khusus untuk risa. Beribu lilin pun tertata rapih di sekitar restoran yang memiliki pemandangan pegunungan lengkap dengan sungai di bawahnya itu. Adnan pun memepersilahkan risa untuk duduk, setelah itu ia pun memanggil pelayan untuk membawakan makanan yang sudah ia pesan sebelumnya.
Melihat usaha adnan untuk membuat dirinya senang malah semakin membuat risa bersalah.

“nan, aku mau ngomong serius” ucap risa memcah keheningan.
“kebetulan, aku juga mau ngomong serius sama kamu, tapi nanti ya abis kita cicipin makanannya” ujar adnan dan risa pun hanya mengangguk.
Setelah makanan datang, tak tunggu lama adnan dan risa pun mulai menyantap makanan tersebut dengan tenang. Setelah selesai makan dan mengobrol ringan, adnan pun mengajak risa ke suatu tempat. Tempat tersebut dipenuhi dengan lilin hias yang membuatnya semakin indah dan mereka pun berdiri tepat di dalam lingkaran yang terbentuk dari lilin-lilin dan juga berbagai bunga.

“sayang, aku mau kamu tau ini, sudah lima tahun kita melalui kehidupan ini bersama-sama. Susah dan senang pun sudah kita lalui bersama, tak ada kata yang mampu untuk memisahkan kita dan sekaranglah saat yang tepat untuk aku mengatakan hal ini yang kutahan sejak lama. Risa adira irawan, will you merry me?” ucap adnan dengan pasti.
Air mata risa pun menetes seketika saat adnan mengatakan hal itu, ia tak mengira bahwa adnan akan melamarnya saat seperti ini, disaat ia akan meninggalkannya.
“maaf nan aku gak bisa” ucap risa dengan isak tangisnya.
“gak bisa apa? Gak bisa nolak?” adnan malah membuat sebuah guyonan saat risa tengah berkata serius.
“maaf adnan, aku gak bisa untuk menikah dengan kamu, karena di sini aku hanya menjadi beban hidup kamu selama ini dan aku mau hubungan kita berakhir di sini” ucap risa dengan sadarnya.
“tapi… tapi kenapa risa?” adnan pun mulai menyadari bahwa perkataan risa serius.
“aku mau kamu bahagia, tapi bukan sama aku, aku hanya bisa jadi beban hidup kamu kamu pantas dapat yang terbaik, tetapi bukan aku” ucap risa diikuti dengan tangisannya. Adnan pun mendekati risa dan menyentuhnya.
“tetapi bahagia aku cuma dengan kamu risa, tak ada yang lainnya, tolong jangan seperti ini dan sebenarnya apa yang terjadi pada kamu?” adnan pun terus melayangkan pertanyaan pada risa.
“aku baru sadar akan hal ini adnan, aku sebenarnya bukan cinta kan sama aku? Melainkan kasihan akan kehidupanku. Aku gak butuh belas kasihan kamu adnan, aku bisa hidup tanpa kamu, tanpa rasa kasihanmu itu. Aku gak mau ketemu lagi sama kamu, sudah cukup belas kasihanmu padaku dan tolong jangan pernah lagi mencariku dan juga berlagak peduli denganku, karena kita… karena kita sudah selesai, semuanya sudah selesai” bohong risa.

Bagaikan tersambar petir, adnan pun terdiam beribu bahasa dengan perakataan risa padanya yang tak pernah ia duga. Satu tetes air matanya pun akhirnya terlolos melewati pipinya, tanpa sadar apa yang telah risa katakan padanya itu amat menyakitkan. Risa pun pergi meninggalkan adnan yang masih terdiam, air mata risa pun tak kunjung berhenti, ia sadar betul bahwa perkataannya itu tidak pantas untuk ia katakan pada adnan.

“maaf adnan, maaf aku gak bermaksud untuk melukai hati kamu dan aku gak pernah berniat untuk mengingkari janji kita. Aku cuma gak mau kamu khawatir, jadi aku terpaksa untuk melakukan hal ini adnan, maaf. Cuma kamu yang aku cinta tak ada lagi yang lainnya hanya kamu, tetapi dengan kekuranganku tidak bisa membuat dirimu bahagia. Terpaksa aku harus berbohong padamu”

Masih dengan posisi berlutut, adnan pun masih terdiam pada tempatnya. Air matanya pun menetes satu demi satu, apapun yang risa lakukan padanya ia tau bahwa pasti risa memiliki sebuah alasan, bahkan ribuan alasan. Tak disangka apa yang selama ini ia perjuangkan terlepas begitu saja, bahkan untuk mendapatkan itu kembali sangatlah sulit.

5 tahun kemudian.
Sore hari di sebuah taman kota dengan suasana yang ramai dengan anak-anak dan juga para remaja yang tengah menikmati suasana sore di taman. Sosok lelaki itu pun berada di sana, sosok lelaki yang tampak sudah berubah, kaca mata bulatnya membuatnya jauh lebih tampan. Sosok itu adalah adnan, lima tahun semenjak kejadian risa meninggalkannya membuat ia menjadi seseorang yang pekerja keras.

Kini ia telah menjadi seseorang yang sukses, menjadi pemimpin dari perusahaan yang selama ini ia inginkan pun telah terwujud. Akan tetapi luka dan kekosongan pada hatinya pun hingga kini masih ada, ia tak akan pernah melupakan sosok wanita yang pernah ia cintai. Dan hingga kini adnan pun tidak pernah mengetahui keberadaan risa dan bagaimana keadaan risa, ia hanya bisa mendoakan semoga risa sehat dan juga bahagia.

“sayang, kamu hati-hati dong aku gak mau kamu sama calon anak kita kenapa-napa”
“iya mas, aku ngerti lagipula ini kan wajar untuk ibu yang lagi hamil”

Adnan pun menoleh mendnegar percakapan antara pasangan suami istri tersebut dan alangkah terkejutnya ia. Adnan pun memastikan bahwa penglihatannya itu tidak salah, yang tengah ia lihat itu adalah risa dan juga seorang lelaki yang tengah mengelus perut risa yang terlihat membuncit.

Berkali-kali ia memastikannya dan ternyata benar, itu adalah sosok wanita yang dulu ia cintai dan sempat ia lamar. ternyata kini risa telah memiliki seorang suami bahkan sebentar lagi mereka akan memiliki seorang anak. Adnan pun hanya bisa tersenyum bahagia melihat hal itu, ia merasa bahwa risa memang bukan tercipta untuknya. Mengingat dengan apa yang telah ia lakukan banyak untuk risa, untuk keluarganya dan juga segalanya dan pada akhirnya ia bukanlah yang menjadi pasangan untuk risa.

Dengan senyumnya, adnan pun mulai berjalan meninggalakan taman dengan perasaan yang bahagia dan juga kecewa. Dan tanpa adnan ketahui, risa pun menyadari akan kehadiran adnan di taman tersebut, ingatan pahit risa pun kembali terkuak. Ia pun menggenggam erat lengan suaminya itu untuk meredam segalanya.

“dan pada akhirnya bukan aku yang menjadi milikmu, tak apa, aku tak pernah menyalahkan dirimu. Itu adalah hakmu untuk menolak atau pun bahkan menerimaku, kau memang pantas untuk ku perjuangkan walaupun tak bisa kumiliki. Aku telah bersumpah untuk melakukan apapun untukmu, apapun itu. Perjuanganku ini tidak untuk kau hargai, tetapi untuk kau ketahui, perjuanganku tak minta balasan apapun darimu sayang. Hanya satu pintaku, berbahagialah bersama orang yang kelak akan kau cintai, jangan pernah kau khianati cintanya, layaknya kau mengkhianati janji kita”

Cerpen Karangan: Rizky Anugrah Pratama
Facebook: Rizky Anugrah Pratama
Nama: Rizky Anugrah Pratama
Status: mahasiswa
Id line: rizkyap27

Cerpen Kau Pantas Kuperjuangkan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hanya Terlukis Pedih

Oleh:
Berawal dari tempat kerja, kami memulai komunikasi ini, komunikasi awal yang masih jelas tersimpan dalam ingatanku adalah saat dia meminta tolong padaku untuk menemaninya pergi merujuk pasien ke rumah

Paris For My First Love

Oleh:
Seorang gadis cantik berusia pertengahan dua puluh tahunan duduk di sofa menghadap ke televisi sambil mengigit kuku milik jari mungilnya. “Saya akan mengumumkan siapa orang yang beruntung yang akan

Kehendak Tuhan

Oleh:
Saya hanyalah seorang manusia biasa yang tidak sempurna dan penuh dengan kekurangan. April Tanggal 17 itu tanggal ulang tahunku, aku tak suka jika ulang tahun ku ini dirayakan atau

Teman Yang Kucinta

Oleh:
Bagaimana caranya, jika aku mengalah, tapi sebenarnya ku masih cinta. Bagaimana caranya, ku ingin pergi, tapi sebenarnya ku tak bisa meninggalkanmu. Berdiri pun takkan mampu, melawan rasa yang kaku.

eX…

Oleh:
Semua mata mengarah padanya, pada seorang gadis yang berpenampilan sangat sederhana dan apa adanya, polesan make up yang tadi sempat digunakannya terlihat telah terhapus oleh keringat yang dari tadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kau Pantas Kuperjuangkan”

  1. dian says:

    i’m so excited hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *