Kau Yang Terindah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 18 November 2015

Kata orang masih cinta monyet jika kita menyukai seseorang di usia kita yang duduk di bangku SD. Bagiku itu mungkin juga, namun yang aku sukai dia jauh di atas usiaku saat itu. Sebut saja aku Alin, waktu itu aku masih duduk di kelas enam SD. Dan Andi, cowok yang aku sukai dia sudah kelas satu SMA. Terlalu dini untukku mengenal cinta saat itu. Kami sering bertemu karena rumahnya yang tak jauh dari rumahku. Saat aku SMP aku masih menyukainya, mengapa tidak? Cowok ganteng, pintar, katua osis pula di sekolahnya itu benar-benar buat aku susah tidur.

Hingga pada saat dia lulus SMA dan memutuskan untuk kuliah di luar daerah. Aku sempat sedih karena setiap melewati rumahnya aku tentu tak mendapatinya. Kita hanya berkomunikasi lewat telepon. Dia menganggapku sahabat, saudara atau adik perempuan. Aku tentu tak mungkin menyiksa diriku sendiri dengan menunggunya hingga kembali dan tak punya pacar. Aku memutuskan untuk jadian dengan Kakak kelasku Agung. Saat aku duduk di bangku SMA. Namun separuh hati ini masih menyukai Andi, cinta pertamaku. Tunggu, aku belum menyimpulkan dia sebagai cinta pertamaku.

Waktu terus berlalu dan saatnya aku mulai menentukan di mana aku harus melanjutkan studyku. Malam itu Andi menelepon, seperti biasa kami bercerita tentang kesibukan masing-masing. Aku tahu dia baru saja putus dengan pacarnya karena LDR. Aku tidak peduli. Dia bertanya padaku apakah aku sudah memiliki pacar dan tentu saja aku jawab ya. Aku tahu kalau dia tahu aku menyukainya. Aku pernah mengatakan itu saat aku masih SMP, namun baginya aku hanya anak kecil yang belum tahu apa-apa hingga akhirnya dia malah balik menasihatiku untuk belajar dan fokus sekolah. Huft!

Saat di telepon aku mengatakan bahwa aku bingung untuk memilih jurusan yang akan aku ambil setelah lulus SMA. Dia mengatakan untuk mengambil jurusan kesehatan dibanding yang lain. Alhasil aku mendengarkannya. Aku tidak tahu kalau dia begitu berpengaruh dalam hidupku. Hingga sekarang aku kuliah di jurusan kesehatan karena idenya, bukan ide Mama, Papa, saudara, atau bahkan aku sendiri. Aku pernah mengatakan padanya bahwa dialah orang yang membuat aku tahu di mana aku melangkah sekarang. Namun terakhir kali dia menghubungiku karena ingin aku tahu bahwa dia telah menemukan pasangan hidupnya. Dan akan menikah dua tahun lagi. Dia menanyakan hubunganku dengan Agung, aku menjawab bahwa aku dan Agung sudah betahan hingga lima tahun lamanya berkat dia juga. Karena sarannya yang apabila aku dan Agung bertengkar ia menyuruhku merubah sikap dan mengalah.

Aku bingung dengannya, dia pernah berkata -lewat telepon.
“Alin, jika aku menikah nanti kamu harus ada”
“tentu saja, aku mungkin bisa kau manfaatkan menjadi pelayan saat acara pernikahanmu. Karena tidak perlu dibayar”
“tidak bukan itu, kamu yang utama harus ada”
“ia, tentu saja. Jika pelayan tidak ada maka tamunya bagaimana?”
“kamu bukan pelayan jika aku menikah. Namun jadi pengantin wanitanya”
Aku tertegun mendengarnya, pikirku apa dia mulai menyadari perasaanku?
“ah, kamu bisa aja. Pengantin wanita? Mana bisa. Aku kan adik kamu”
Aku berkata demikian terlebih untuk diriku sendiri agara tidak melayang dibuatnya. Dia hanya tertawa dan membahas pokok pembicaraan lain.

Ada pula malam dimana dia meneleponku dan bertanya, “alin, berapa umurmu sekarang?”
“aku? Masih delapan belas”
“oh, target nikah umur berapa?”
“hm, dua empatlah biar gak ketuaan.”
“baguslah, kalau kamu dua empat aku masih dua lapan. Sepadanlah.”
Nah loh! Itu tandanya apa?

Aku semakin bingung dibuatnya. Pada akhirnya aku tidak tahan dan mengatakan bagaimana perasaanku, dia membalas sesuai yang ku duga. Bahwa ia hanya menganggapku adik perempuannya saja dan aku harus terus menjaga hubunganku dengan Agung karena dia sudah memiliki pasangan yang serius. Well, aku berhenti mencintainya saat itu. Aku menyimpan perasaanku dalam-dalam. Hingga tak ada satu pun yang tahu aku pernah mencintainya. Hingga tak ada yang tahu selain dia bahwa aku menjadi petugas kesehatan karenanya. Kini aku memulai ceritaku dengan Agung, pacar yang sabar dan setia padaku. Mungkin itu yang diberikan Allah padaku. Agar aku bisa menghargai hidup dan pemberian-Nya.

Tamat

Cerpen Karangan: Lian Arisandy
Facebook: Lian Arisandy
Nama penulis: Lian Arisandy
Facebok: Lian Arisandy
E-mail: cullen.lian[-at-]gmail.com
Mohon kritik dan sarannya. ^_^

Cerpen Kau Yang Terindah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Mencintai Kamu

Oleh:
Namaku kiki, aku bersekolah di SMAN 17 Makassar, aku mendapat kelas X6. Awal masuk SMA aku berkenalan dengan teman-teman sekelasku tapi ada satu orang cowok yang betul-betul berbeda saat

Aku Kamu dan Dia

Oleh:
“Jena tunggu kau akan merasakan akibatnya karena sudah meninggalkanku” Arga terus mengejarku, aku berlari sekuat tenaga agar terhindar darinya, “Tuhan, mengapa kau lari begitu cepat Jenna” aku berhenti karena

Batas

Oleh:
Aku pun tak pernah menyukai sebuah cerita sedih namun kusadari bahwa tidak akan ada cerita bahagia apabila cerita sedih itu tidak terjadi, dan barangkali dalam cerita ini Kebahagiaan adalah

Cinta Dalam Diam

Oleh:
Masa SMA merupakan masa masa terindah bagiku. Masa masa dimana aku tertarik dengan lawan jenis. Bukan berarti aku belum tertarik dengan lawan jenis ketika SMP, aku sudah tertarik akan

Mengerti

Oleh:
“Dari dulu aku selalu penasaran dengan pertanyaan-pertanyaan seperti… kenapa kita gak bisa terbang kayak burung, atau kenapa bulan berubah-ubah bentuknya, atau yang paling pingin kutanyain itu kenapa bumi berputar,”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kau Yang Terindah”

  1. miley says:

    Bgus ceritanya, yah pdahal kukira andi jg ska sma alin trus sampai nikah…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *