Kebahagiaan yang Menghilang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 4 September 2015

“Lebih baik aku kehilangan mataku daripada harus melihatmu bersama orang lain” Zee Choco.

26 Januari 2014
Hari ini langit begitu indah, sinar matahari dan beberapa ekor burung pun menjadi bagian dari keindahannya keindahan itu menemani aku di depan komputerku, sosial media menjadi teman penghiburku, membaca status-status orang yang aku kenal bahkan sampai tidak aku kenal itu yang aku lakukan saat ini entah apa yang membuat aku mengarahkan pandangan pada akun milik seorang gadis yang menurutku sangat manis aku mencoba mengirimkan permintaan pertemanan padanya dan kala itu dia menerima permintaan pertemananku.

Respon yang sangat cepat, tapi aku sangat bahagia, itu pertanda dia adalah gadis yang mau berteman dengan siapa aja, tidak sombong dan juga tidak pilih-pilih teman sama sekali aku mengirimkan pesan padanya dan aku coba meminta pin blackberry-nya dengan alasan aku jarang membuka akun sosial mediaku. Dan ternyata dia memberikannya padaku ini awal dari aku mengenalnya lebih dekat.
“Vovi, sedang apa kamu?”
“aku sedang di kamar bagaimana dengan kamu Hendry?”
“sama dengan kamu”
“aku kira kamu masih bermain dengan komputermu”
“tidak”

Perkenalan lebih dekat itu terus berlanjut, entah mengapa hati ini merasa nyaman sekali dengannya. Beberapa kali aku mencoba berpaling dari fotonya, namun aku gagal matanya yang begitu indah, kulitnya yang begitu putih dan rambutnya yang lurus membuat aku tidak bisa berhenti memandang fotonya aku berharap aku hanya sebatas mengaguminya, mengagumi kebaikannya setiap perkataannya di bbm membuat aku merasa dia sangat lembut, dia adalah gadis yang benar-benar berhati lembut. Ketidaksombongannya pada orang yang baru dia kenal menjadi salah satu alasannya mengapa dia terlihat lembut.

Setiap waktu aku selalu mengirimkan bbm padanya dan dia selalu membalasnya. Seiring berjalannya waktu, 1 minggu pun berlalu ada perasaan yang mulai menyelimutiku. Perasaan yang aneh aku merasakan kalau aku ingin sekali selalu membuatnya tertawa bahkan selalu tersenyum. Dan ketika dia tertawa aku sangat bahagia aku berharap perasaan yang aku rasakan saat ini hanya sebuah rasa biasa, rasa wajar yang dimiliki oleh orang lain ketika mengenalnya kebaikannya yang membuat aku merasa nyaman, perhatiannya yang membuat aku hanyut pada sebuah perasaan dia selalu mempedulikanku, memperhatikanku bahkan memberiku sebuah nasihat di saat aku salah dalam mengambil tindakan untuk melewati hari-hariku.

Di sekolah, di setiap kali ada kesempatan untuk bermain handphone, aku selalu mengirimkannya bbm.
“Vovi, apa hari ini kamu sekolah?”
“iya aku sekolah, bagaimana dengan kamu?”
“aku juga sekolah”
“lalu kenapa kamu bermain handphone?”
“aku cuma ingin bertanya sedang apa kamu?”
“aku di sekolah berarti jam segini aku masih belajar sana kamu belajar dengan serius, jangan main handphone terus”
“aku belajar sambil bbm kamu, habis aku kangen”
“pulang sekolah baru lanjutkan bbm sekarang waktunya belajar Hendry”
“baiklah, kalau begitu pulang sekolah aku tunggu bbm dari kamu”
“oke Hen”
“bye Vovi”
“bye Hen”

Aku memasukkan blackberry-ku ke dalam saku celanaku jujur saja pelajaran kali ini benar-benar membuat aku bosan. Tapi perasaan bosan itu sedikit memudar jikalau aku mengingat wajah vovi yang begitu manis. Aku tidak sabaran menunggu jam pulang waktu yang berjalan dengan lambat, dan akhirnya jam menunjukan waktu di mana semua murid-murid dan bapak-ibu guru meninggalkan sekolah.

Sesampainya di rumah.
“Vovi, apa kamu sudah sampai?”
“sudah Hen, baru saja kalau kamu?”
“aku sudah sampai”
“baguslah, jangan lupa makan iya Hen”
“kamu juga Vovi”
“iya Hen kalau begitu kita makan sama-sama”
“oke Vi”

Mengingatkan aku makan adalah salah satu perhatiannya lebih dari ini yang dia lakukan padaku aku merasa aku bahagia mengenalnya, aku merasa hari-hariku menjadi indah sekarang. Setiap hari blackberry ini menjadi pandanganku setiap blackberry ini bunyi aku berharap itu adalah bbm darinya, dan ternyata itu bukan hanya sekedar anganku kadang kalau aku belum bbm, dia langsung bbm aku sekarang aku tidak kesepian lagi, ada seorang gadis cantik yang menemani aku melewati hari-hariku gadis berhati lembut yang membuat aku lupa, dan membuat aku tenggelam pada khayalan, “andai aku bisa memilikinya”

Dua minggu pun berlalu khayalan itu semakin menghantuiku ingin sekali aku mengutarakan padanya semua perasaan ini namun aku takut. Aku takut dia kaget karena kami baru 2 minggu berkenalan, tapi inilah sebuah perasaan, perasaan yang sangat sulit disembunyikan seseorang bila sudah tersimpan di hatinya. Setiap kali aku berusaha memendam perasaan ini, aku selalu dihantui oleh khayalan, akhirnya aku memberanikan diri untuk mengutarakan isi hatiku.

“Vovi, apa kamu sedang sibuk?”
“tidak Hen, seperti biasanya aku lagi sendiri di kamar”
“kalau begitu bolehkan aku meminjam waktumu sebentar?”
“meminjam untuk apa?”
“untuk mengutarakan sebuah perasaan”
“perasaan apa? pada siapa Hen?”
“perasaan suka pada kamu”
“kamu serius Hen?”
“iya Vovi, buat apa aku bercanda? perasaan itu tidak pernah bisa dibohongin Vovi. Aku minta maaf jika ini membuatmu terkejut. Aku juga minta maaf jika ini terlalu cepat aku sudah mencoba untuk tidak mempedulikan perasaan ini, namun semakin aku mencoba semakin aku dihantui terus oleh perasaan ini”

“memangnya, apa yang kamu rasakan?”
“aku menyukai kamu”
“mungkin kamu menyukaiku karena aku teman kamu Hen”
“tidak Vovi, aku rasa ini lebih dari perasaan suka seorang teman bahkan seorang sahabat”
“mungkin saja kamu menganggap aku seperti saudaramu”
“jika demikian, mengapa harus dihantui vi? aku benar-benar jatuh hati padamu Vovi. Maafkan aku jika ini salah tapi aku berjanji, ini akan menjadi sebuah perasaan yang tulus untukmu”
“Hen, terima kasih kamu menyukaiku dan menyimpan perasaan yang benar-benar tulus tapi aku minta maaf, aku belum bisa Hen”
“kamu tidak perlu berterima kasih Vovi lelaki mana yang tidak jatuh hati padamu jika mengenal kebaikan kamu lebih dekat tapi kenapa kamu belum bisa vi?”
“aku belum bisa move on Hen dan aku masih ingin tetap fokus pada sekolahku, maafkan aku Hen”

Jujur, ada perasaan sedih bahkan kecewa setelah mendengar jawaban itu namun itu membuat aku putus asa. Aku tidak menyerah sampai di sini akan aku buktikan kalau aku benar-benar tulus menyukainya.
“aku terima jawaban kamu dan semua alasan kamu Vi tapi bolehkah aku minta 1 hal padamu?”
“apa itu Hen?”
“meskipun demikian, bolehkah aku mendekatimu dan tetap mendekatimu seperti biasanya”
“boleh Hen”
“terima kasih Vovi”
“iya Hen”

Setelah semua itu berlalu dia masih sama seperti kemarin, dia masih tetap memperlakukan aku dengan seperti biasanya perhatiannya juga tidak pudar sama sekali. Tidak terasa 5 hari lagi valentine day, aku bergegas pergi ke toko boneka. Aku memilh boneka hello kity aku sengaja memilih boneka itu karena aku tahu dia menyukainya. Aku meminta pada karyawan toko untuk membungkusnya dengan hati-hati. Ini adalah kado spesialku untukmu Vovi.

Bukan hanya boneka itu yang aku berikan padanya, aku juga memberikan editan foto yang sengaja aku ukir dengan bait puisi. Semoga bait di setiap puisi ini membuat hatimu bahagia Vovi. Kemudian aku menggambar wajahnya di kertas dan membelikan 2 bungkus cokelat semua hadiah itu aku bungkus menjadi 1, harapanku hanya 1, “kamu menyukainya Vovi”

14 Febuary 2014
Padahal aku 1 kota dengan Vovi, hanya saja aku berbeda sekolah dengannya tapi sayangnya hari ini aku sibuk dan aku hanya bisa menitipkan kado ini pada temannya namun yang membuat aku kaget, Vovi juga menitipkan cokelat buatannya sendiri untukku lewat temannya. Perasaanku sangat bahagia sekali perlahan aku melahap cokelat buatannya dan aku merasa, di setiap gigitan ada cinta yang indah valentine day yang indah.

“terima kasih hen atas semua hadiahnya”
“terima kasih juga Vovi atas cokelatnya, sangat lezat dan aku menyukainya apa kamu menyukai hadiah dariku?”
“sangat, aku sangat menyukainya hen”
“kalau begitu simpanlah semuanya Vovi, dan jagalah baik-baik”
“pasti Hen”

Hari-hari pun terus berlalu. Canda dan tawa selalu menghiasi isi bbm kami berdua aku semakin bahagia bersamanya. Aku semakin nyaman bersamanya dan aku berharap dia yang terindah untukku selamanya.

21 Maret 2014
Akhirnya 2 bulan sudah berlalu sewaktu aku bangun dari tidur aku melihat blackberry-ku eror mungkin butuh service aku bingung bagaimana harus menghubungi Vovi. Akhirnya aku memutuskan untuk login di sosial mediaku, aku mencoba mengirimkan pesan pribadi padanya. Aku menjelaskan padanya apa yang terjadi namun tak ada balasan sedikit pun. Mungkin vovi sedang sibuk aku berusaha berpikiran positif.

Empat hari berlalu, dan akhirnya blackberry-ku sudah selesai diservice aku sangat senang sekali. Namun rasa senang itu hilang ketika aku melihat tak ada contact Vovi di dalamnya aku langsung menghubunginya dan meminta pinnya. Setelah contactnya ada di dalam blackberry-ku, di saat itu dia mengatakan hal yang sama sekali aku tidak pernah ingin dengarkan.

“hen, aku ingin mengatakan sesuatu padamu”
“apa itu Vovi?”
“aku ingin jujur padamu”
“tentang apa? katakanlah Vi”
“sebenarnya aku sudah punya pacar”
“benarkah? kapan kamu pacaran Vovi?”
“tepat tanggal 21 kemarin Hen”
“siapa dia Vovi?”
“dia adalah teman lamaku Hen aku sudah sangat lama mengenalnya dan dekat dengannya hanya saja ini baru kesempatan untuk memilikinya”
“kalau begitu selamat iya Vovi semoga kamu bahagia dengannya”
“terima kasih Hen”

Sejak saat itu aku kehilangan perhatiaannya, aku juga kehilangan senyumannya. Senyum yang dia miliki kini dihadirkan untuk orang lain. Pernahkah kamu tahu Vovi, aku mulai menyukai kamu ketika perhatianmu menghanyutkanku. Perasaan ini benar-benar kecewa saat ini, aku tidak tahu harus menyalahkan siapa. Pernahkan kamu berpikir, untuk tulus memberikanku kesempatan memilikimu? Vovi, jika dari awal aku ini hanya pelarian cintamu, mengapa tidak kamu bisikan saja di telingaku untuk tetap tidak berharap dan tidak berkhayal bisa memilikimu.

Perhatian itu untuk apa kamu hadirkan jika hanya untuk membuatku terluka? pelarian ini semestinya engkau ciptakan untuk orang lain saja, jangan untuk hatiku yang mudah rapuh. Vovi, jika aku boleh meminta “Lebih baik aku kehilangan mataku daripada aku harus melihatmu bersama orang lain” mengertilah jikalau aku menangis bukan karena aku lelaki pengecut, hanya saja aku merasa aku telah hancur oleh cintamu yang sejenak. Dan kini kebahagiaan yang sudah engkau hadirkan di hidupku menjadi kebahagiaan yang menghilang, Vovi.

Cerpen Karangan: Zee Choco
Blog: zeechoco.blogspot.com
Cerpen ini adalah req dari salah satu sahabat pembaca cerpen saya Namanya: Hendry Henderson (Pematang Siantar, Sumut) ini adalah kisah nyata hidupnya sendiri terima kasih sudah mempercayakan saya untuk menulis kisah hidup anda dan semoga pesan di setiap karya saya bisa bermanfaat untuk semua sahabat cerpenmu.com
Pin BB : 28536139
Facebook: http://www.facebook.com/choco.chofamz
Twitter: @ZeeChoco_
untuk blog saya, saya sudah menggantinya dengan blog baru, karena blog saya yang lama (bczchoco.blogspot.com) telah diambil oleh orang yang gak punya hati :’)

Baca juga cerpen lainnya :
– My First Love is Failed
– Bukan Dia tapi Aku
– Sahabat jadi Cinta
– Tangisan Terakhirku
– Waktu
– Dendam yang Memudar
– Jurang dari Keterpaksaanku
– Aku Bukan Gadis Menjijikan !!
– The End of My Life
– Perasaan Kita part 1
– Perasaan Kita part 2
– Kini, Tugasku t’lah Selesai

Cerpen Kebahagiaan yang Menghilang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dear Diary

Oleh:
Aku tahu cinta tak bisa disalahkan dan biarkan angin yang menjawab semuanya, biarkan hujan yang mengiringi setiap kepedihanku dan biarkan pula matahari yang akan menerangi semua kepedihan itu. Sedikit

Tiada cinta

Oleh:
Lona dia adalah gadis tinggi, berkulit kuning langsat, dan juga pakaian yang dikenakan adalah hijab dengan balutan kain-kain modern yang indah, dia adalah idaman bagi para kaum adam, lelaki

Tasbih Cinta Ahnaf

Oleh:
Allah.. Aku telah melalaikan ridho yang menjadi ridho-Mu. Telah mengabaikannya untuk aku meniti setiap ruang kehidupan di jalan-Mu. Aku telah membuka hati ini begitu luas untuk sebuah perasaan duniawi

Tak Seindah Yang Nampak

Oleh:
Di dalam sebuah foto yang bergantung di dinding, aku melihat wajah Doni. Tampan dan misterius. Di dalam foto berbingkai cokelat itu, aku tak melihat ada senyum di wajah Doni.

Takkan Kembali

Oleh:
Hari sudah mulai gelap namun Pras belum juga datang. Aku menunggu sudah hampir satu jam di halte. Aku bergegas pulang karena hari sudah mulai gelap, Aku menghubungi Pras kalau

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *