Keputusan Sepihak

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 June 2017

Ya aku ziah seorang wanita yang tak bisa lepas dari handphone. Suatu hari ketika libur sekolah aku hanya asyik dengan handphone, suatu hari ketika aku sedang asyik bermain bbm tiba ada suatu chat muncul dari seorang pria namanya khozin, dia seperti mengajakku berkenalan.
“Ping!”
“Iya”
“Intro”
Dan dari situ lah kita mulai menjadi teman, tapi karena sebelumnya kita belum pernah bertemu, akhirnya kita memutuskan esok hari untuk bertemu.

Keesokan harinya aku bersiap siap menemui dia, kita bertemu di salah satu mall. Dan karena sebelumnya kita sudah bertukar ciri ciri. Kita di sana langsung akrab dan jujur aku sangat nyaman sekali dengan pria ini.

Dan ketika kami sedang makan di sebuah tempat makan dia bertanya kepadaku.
“Kamu itu anaknya lebih pendiem dari biasanya di chat ya?”
“Oh ya? Masa?” dengan malu malu aku menjawabnya dan entah kenapa kalau aku merasa deg degan saat bersama dia apa ini yang dinamakan cinta? Ahh sudahlah
Karena kami sudah lelah bermain akhirnya kami pulang. Seperti biasa aku sering melakukan chat dengannya dan tiba tiba dia mengajakku kembali bertemu katanya sih ada suatu hal ingin dibicarakan.

Besoknya aku diajak ke rumah kosan dia, ya dia anak kos karena jarak dari rumah dia dan sekolahnya cukup jauh. Tiba di situ dia mulai mengucapkan kata dan kata yang tak kusangka datang dari mulutnya.
“Zi, sebenarnya dari awal aku kenal kamu aku sudah merasa kamu itu berbeda.”
“Lalu? Jangan buat aku malu gitu dong zin”
“Kamu mau gak jadi pacar aku?”
“Emm, sebenarnya waktu kemarin kamu ngajak aku main aku juga merasa nyaman, aku juga melihat kamu berbeda dari laki laki lain emm aku mau jadi pacar..” dia memotong perkataanku dan berteriak
“Ahhh serius…? Kamu mau yey!! Mulai sekarang kita pacaran ya zi?”
“Iya iya”

Banyak hal yang kita lalu sedih senang dan marah. Selama 7 bulan hubungan kita bertahan hingga bulan bulan terakhir kamu berubah menjadi lebih sibuk dengan eskul futsal, kamu lebih sering bermain dengan teman teman kamu. Ya aku merasa sangat bosan tentang itu.
Dan dia pun sudah sangat jauhhh berbeda, sampai pada akhirnya dia berhenti menghubungiku. Aku tunggu kabar dari dia sering kali chatku hanya diread, aku tanya ke teman temannya mereka tak merespon.

Dan tiba tiba teman sekelas dia ada yang ngasih tau aku
“Zi, sebaiknya hubungan kamu sama sama khozin udahan aja deh”
“Loh kenapa? Khozin bilang apa ke kamu?”
Dan dia tidak membalasnya lagi.
Waktu itu aku langsung mencoba menghubungi dia kembali aku telepon dia dan tak diangkat.

Dan malamnya dia meneleponku.
“Zi, aku mau minta maaf ya. Kayanya hubungan kita udah gak bisa dilanjut lagi. Aku sama kamu udah banyak beda jalannya”

Disitu aku mulai drop dan nangis aku masih membujuk dia untuk tetap bersama lagi nyatanya dia gak bisa. Alasan dia banyak, jujur waktu itu aku masih tidak terima karena keputusan dia yang secara sepihak. Tapi sekarang aku sadar allah punya jalan terbaik untuk semua ini.

Cerpen Karangan: Ruri Fauziah
Facebook: Rurifauziah[-at-]yahoo.co.id
masih anak kelas 12 SMA yang lagi belajar mengarang cerita, aku tinggal di cirebon, jawa barat. semoga terhibur 😉

Cerpen Keputusan Sepihak merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Best Friend Story Lovers

Oleh:
Suatu hari di musim panas, di sebuah sekolah menengah pertama di Tokyo, Jepang. Murid-murid sedang beristirahat mereka melakukan banyak hal ada yang makan, duduk di bawah pohon sakura, bercerita,

First Time

Oleh:
‘Hari ini kita ketemu ya.’ Gubrak!! Hatiku tersentak kaget melihat isi sms darinya. Sebenarnya ini bukan yang pertama kalinya dia mengajakku untuk bertemu. Tapi tetap saja, aku selalu kaget.

Hormati Ayah

Oleh:
Senandung adzan mengiang-ngiang di telinga menandakan umat muslim untuk solat, namun aku tak memperdulikannya. Menutup telinga dengan guling layaknya mendengarkan musik pop dengan headphone. Belum usai suara adzan, Ayah

Pengakuan Terlarang

Oleh:
Drrt.. drrt.. drrt.. I have died everyday waiting for you.. drrt.. drrt.. drrt.. Darling don’t be afraid I have loved you.. “Halo Dhik?” ucapku setelah menekan tombol hijau di

Makna Sebuah Peniti

Oleh:
Tak terasa hari senin mengawali minggu ini kembali. Pukul 05.45 ia sudah siap untuk pergi ke sekolah. Tinggal memakai sepatunya. Eni, seorang siswi SMA kelas XI, kembali mengecek buku-buku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *