Ketulusan Dini

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 3 October 2017

“Diniiii…” Suara keras dan tepukan tangan di bahunya memgagetkan sekaligus membuyarkan lamunanya seketika.
“apa seh may, ngagetin aja” sewot Dini
“udah lah Din kamu lupain aja si Rangga, kamu cari aja yang lain. Toh masih banyak laki-laki lain yang gak kalah sama si Rangga” cerocos maya sahabat setianya.

Rangga… Ya Rangga Syahputra lekaki pujaan yang telah menghancurkan harapannya, pria yang paling dia cintai dan sayangi ternyata telah menjadi milik orang lain. Hatinya hancur, perih bagai ditusuk seribu pedang. Tapi di hati kecilnya, Dini tak dapat melupakan kenangan manis yang telah terukir selama ini, senyumannya, wajahnya, sorotan matanya, semua yang ada di Rangga tak dapat Dini lupakan begitu saja.

“tapi may, aku tak dapat begitu saja untuk melupakannya. Setiap kali aku berusaha melupakannya justru aku selalu ingat dia terus, dan itu membuatku makin sakit” tak terasa air matanya menetes dan dadanya sesak menahan sakit yang teramat sangat, serasa dunia mau menghimpitnya.
“udahlah Din, hapus air matamu jangan biarkan wajah ceriamu selalu diselimuti mendung dan jangan biarkan air matamu kering karena tangisanmu” timpa maya
“tapi kamu gak tau rasanya hati ini may, sakiiiittt…”
“aku tau Din apa yang kamu rasakan, terus sampai kapan kamu akan begini. Lihatlah sekitarmu, semuanya peduli sama kamu Din”
“tapi May…” belum sempat Dini berucap jari telunjuk Maya menempel di bibir mungil Dini
“Dini Aryani sahabatku dengar… Tidak selamanya cinta harus memiliki. Apalagi cintamu sama Rangga, kalian gak mungkin bersatu itu yang harus kamu sadari Din. Sudahlah ikhlaskan dia” nasehat maya
“tapi may, apakah aku harus merasakan sakitnya hati untuk yang ke dua kalinya. Apakah aku salah bila aku mencintai seseorang atau memang takdirku untuk selalu disakiti” keluh Dini
“gak ada yang salah dengan cinta, hak kamu untuk mencintai dan dicintai. Tapi perlu diingat tidak dengan Rangga. Dia telah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah. Biarkan dia bahagia dengan pilihannya”
“tapi May kami saling mencintai”
“iya aku tahu, tapi itu dulu sebelum perjodohan ini terjadi” sergah maya

“sudah lah Din biarkan Rangga bahagia dengan perjodohan ini. Jangan kau bebani dia dengan kesedihanmu yang dalam. Lanjutkan kehidupanmu, raihlah semua impianmu yang sempat tertunda karena kesedihanmu”
“oke may akan aku coba untuk melupakannya. Thanks May kau telah menguatkan hatiku, kau selalu ada untukku”
“itulah gunaya sahabat Din. Aku akan selalu ada untukmu” meraka saling berpelukan dalam kehangatan persahabatan. hanya Maya Larasati yang Dini butuhkan saat ini, untuk menghibur dan menguatkan hatinya yang kini sedang hancur terkoyak oleh ganasnya cinta.

Dini kini mulai tegar, berlahan hatinya mampu menerima kenyataan bahwa dia harus merelakan Rangga untuk orang lain. Biarlah kepingan puzzle hatinya ia tata kembali demi impiannya yang belum terwujud.

“Rangga Syahputra namamu kan kukenang selalu, biarlah kan kupeluk bayanganmu bila aku merindu dan wajah indahmu kan senantiasa menghiasi di setiap mimpi-mimpiku. Cintamu tak kan tergantikan, bagaimana mungkin aku terbang mencari cinta yang lain sedangkan sayap-sayapku telah patah olehmu. Aku rela kau menjadi milik orang lain tapi yang pasti cintaku kan abadi untukmu. Rangga Syahputra namamu terukir indah di hatiku” batin Dini

End

Cerpen Karangan: Dwiaja

Cerpen Ketulusan Dini merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Antara Aku dan Ketidakwarasan

Oleh:
Rasa sesal yang semakin mendalam membuatku merasa ingin sekali berteriak kepada sosok yang membuatku menggila, seakan memenuhi seisi ruang di hatiku yang nyaris saja menggetarkan kewarasanku, ya antara aku

Seseorang Di Dunia Maya

Oleh:
23 Mei 2015, hari yang paling bersejarah bagiku. Yaitu kebal dengan seseorang yang sangat aku sayangi di Dunia Maya, aneh ya? Tapi inilah Kami! Waktu itu aku lagi online

Tega

Oleh:
Namaku Luna. Aku selalu Galau. Kenapa? Lihat saja, orang yang aku cintai tidak mencintaiku. Aku hanya bisa diam membisu ketika bersamanya dan pacarnya. Lebih tepatnya, aku hanya sahabatnya yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *