Kisah Cinta di Meme

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 11 March 2017

Berawal Dari Meme
Mungkin hampir semua orang telah mengetahui apa itu meme walaupun tak banyak yang mengetahui semua jenis dan kegunaan karakter meme itu sendiri. Banyak situs yang menyediakan hiburan berupa komik meme di Indonesia seperti 1cak, MCI, MRCI dan sebagainya. Salah satunya yang saya ikuti adalah fanpage facebook, dimana saya mencari hiburan diwaktu luang.

Pada awalnya, saya hanya sebagai silence reader yang tugasnya cuma baca dan like saja. Namun saya mencoba untuk berkomentar walaupun tak pernah menjadi Top Comment ataupun dibalas oleh adminnya (mungkin karena terlalu banyak yang komen). Akhirnya, saya hijrah ke situs 1cak dan mulai merasa ada kegembiraan karena komen saya banyak yang membalas. Mungkin karena saya menggunakan akun palsu yang diberi nama “Cari Jodoh”, dua kata yang mewakili perasaan saya, heheh..

Lama-kelamaan saya mulai jenuh karena para 1caker di sana kebanyakan lelaki, sekalinya ada perempuan yang komen, seketika itu juga para jones berkumpul untuk menggoda dan merayu dengan trik modusnya, termasuk saya, hahha..
Karena merasa terlalu banyak berkumpul dengan jomblo yang agresif, saya pun hijrah kembali ke meme yang di facebook. Di sana saya mencoba mengeluarkan segala macam ilmu yang saya pelajari di 1cak. Mungkin jika dihitung ada beberapa perempuan (gak tau hode apa enggak) yang membalas dan mengikuti alur pembicaraan.
Dari semua perempuan yang saya komentari (reply), ada satu perempuan yang membuat saya insyaf untuk menggoda para wanita. Dia berinisial YI, saya memanggilnya dengan sebutan “eneng” dan dia memanggil saya dengan sebutan abang. Baru pertama kali saya berkomentar panjang layaknya personal chat di komentar salah satu postingan, entah sudah berapa panjang/berapa banyak kami saling membalas. Hingga waktu itu saya berkata kepadanya “ini gak takut di marahin sama adminnya kita ngobrol sepanjang ini?”. Setelah saya berkata seperti itu, dia menghapus komentarnya dan memulai pembicaraan melalu personal chat.

Dia mulai mempertanyakan jati diri saya, darimana asal saya, dan pertanyaan lainnya. saya menjawab juga bertanya siapa sebenarnya dia. Yang pada awalnya ia memanggil saya dengan sebutan abang, berubah menjadi aa. Semakin lama kami berbicara lewat chating, semakin tumbuh juga rasa perhatian, suka (belum cinta), dan peduli ke dia.

Saya ingat waktu pertama kali melakukan kontak ke si eneng, waktu itu hari sabtu sore dan ketika itu juga saya ingin mengajaknya nonton ke bioskop namun saya baru menyadari bahwa kita terpisah oleh jarak dan waktu, saya di Depok dan eneng di Kuningan.
Tak hanya pertanyaan saja yang kami bincangkan, kirim-mengirim foto pun telah kami lakukan. Sedikit demi sedikit si eneng mulai curhat ke saya tentang masa lalunya dengan sang mantan, pada saat itu saya berusaha untuk bersikap dewasa. Namun bukan tentang sang mantan saja yang ia ceritakan, lelaki yang menjadi sahabatnya dari SMP pun ia ceritakan. Katanya si “sahabat” sudah menyatakan cinta ke si eneng, namun ditolak karena eneng menganggapnya hanya sebagai seorang sahabat walaupun setiap saat si sahabat mengantar jemput eneng. Sebenarnya saya prihatin sama si sahabat, cuma si eneng menyadarkan bahwa saya lebih prihatin dibandiangkan si sahabat. Masih mending dia bisa bertemu setiap harinya, bertatap muka, makan bareng dan melihat senyumnya dibandingkan saya yang hanya bisa membantu masalah eneng dengan sebuah kosa kata. Karena yang perhatian akan selalu kalah dengan yang selalu ada..

Pada minggu pertama setelah kenalan dan segala macam pertanyaan yang telah diajukan ke dia, tepatnya hari minggu. Saya menanyakan perasaan si eneng ke saya, dan boom… dia berkata “kita kan baru kenal beberapa hari yang lalu, kalau rasa suka sih eneng ada tapi kalau untuk rasa sayang, saat ini belum ada”. Ya mungkin terlalu cepat menanyakan pertanyaan itu.

Di minggu ke dua pada hari jum’at, terakhir kalinya kami chatingan. Entah apa maksud dan tujuannya memblokir saya. Pada saat menyadarinya, saya mencari namanya di pencarian facebook dan di sana terdapat 2 akun yang sama persis dari nama, foto profil dan keterangan lainnya. namun yang membedakannya hanya terdapat foto dia bersama seorang lelaki yang tak saya kenal, mungkin itu mantannya karena foto tersebut diupload beberapa bulan yang lalu bersama dengan foto lain yang saya belum pernah lihat. Saat itu juga saya tak mengenal siapa sebenarnya eneng itu, melihat wajahnya dari foto saya bertanya-tanya, selama ini siapa yang telah chatingan dengan saya. Apa tujuannya ingin chatingan dengan saya kalau ujung-ujungnya hanya diblokir dan meninggalkan tanpa penjelasan yang spesifik. Setelah saya berpikir secara positif, mungkin pesan terakhirnyalah petunjuk dari penjelasannya.

Mungkin ia ingin saya lebih fokus akan pelajaran dibandingkan chatingan dengannya atau mungkin ia ingin lebih fokus ke pelajarannya. Entahlah semua itu hanyalah persepsi saya saja, kenapa dia tidak mau berkata langsung saja.

Begitulah kisah nyata saya tentang perempuan yang saya kenal dari meme di dunia maya. Mungkin pada saatnya, ia akan menjelaskan semua maksud dan tujuannya itu. Tapi jika dia tidak menjelaskannya juga tidak apa-apa karena kini saya telah mengikhlaskan semua hal tentang dia. Kalau eneng membaca postingan ini, terima kasih untuk 2 minggu yang telah kita lalui dengan ribuan pertanyaan, perhatian, kepedulian, saling support dan lainnya. semoga eneng bisa mendapatkan seorang pria yang eneng idamkan, yang pernah eneng ceritakan.

Cerpen Karangan: Mahmud Yusuf
Blog: mytruestory12.blogspot.co.id
Seorang Blogger pemula asal Depok yang mencari jati dirinya sendiri..

Cerpen Kisah Cinta di Meme merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cerita Dibalik Karyaku

Oleh:
Miniatur rumah pohon. Yups, ini dia karyaku, Karyaku ini terinspirasi dari seseorang yang telah membuat Saya nyaman berada di sampingnya (cie cie). Saya membuat ini dari bahan bahan sederhana

Semangka, Toko dan Dia

Oleh:
Hai, perkenalkan nama aku Meji, seperti nama orang Jepang bukan? Tetapi bukan. aku asli Indonesia. Aku berumur 17 tahun dan aku penyuka semangka. Buah besar yang sehat, dan warnanya

Aku Terlalu Berharap Padamu

Oleh:
Entah harus mulai dari mana aku menceritakannya, ketika memulai membuka hati dengan orang yang menurutku pantas dan menarik untuk menjadi pengisi hatiku itu. Berbagai cara ku mencoba untuk memberikan

Hari Hari Bersama Sahabatku

Oleh:
Pagi hari aku terbangun dari tidurku, aku bangun jam 05.00 usai itu aku berwudhu. Setelah berwudhu aku shalat subuh usai shalat subuh, aku mandi. Setelah selesai mandi aku memakai

Penantian di Bagian Halte

Oleh:
Subuh ini aku mulai menulis kembali. Berani menyita semua waktu tidurku untuk menceritakan kembali tentangmu disana. Aku, saat ini merasakan bahwa kehadiranmu sungguh ada dan duduk di sampingku. Memberikan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Kisah Cinta di Meme”

  1. Youcancallmemadaraswife says:

    Hode itu bang, hode :v

    Masih mending situ baru dua minggu, lha ane kenal dari 2015, sahabatan sampe hampir dua tahunan, tau-taunya hode_-

    Sakit tau dijadiin sahabat pura-pura kalau dianya cuma niat main-main_-

    Au ah, esmosi ane><

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *