Kukira Rumah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 25 November 2021

Di pagi hari yang cerah, sembari duduk di taman sambil melamun dengan mata yang sedikit basah.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundakku sambil bertanya “Hei ra, kamu kenapa? Bertengkar lagi?.” ucap azka, lalu dengan tersenyum aku menjawab “Gapapa kok, tadi kena debu pas bawa motor, makanya sedikit perih.” jawabku sambil mengusap air mata.

Aku Rara, anak kelas dua tingkat SMK. dan azka adalah teman sebangkuku, dia adalah temanku, sekaligus rumah tempat aku berteduh.
Semua orang pasti punya rumah, tapi tidak semua rumah bisa menjadi tempat pulang yang paling nyaman, begitupun aku.
Tapi bagiku azka adalah rumah, tempat pulang yang paling nyaman.

Pernah saat aku benar-benar merasa sendiri ia datang kepadaku sambil berkata “Ra, menangis saja tidak perlu dipendam rasa sedihmu, menangis tidak selalu membuatmu dipandang lemah, kalau kamu butuh bahu, bahuku kosong nih, siap dijadikan sandaran.” kata-katanya membuatku tertawa dan merasa tenang, saat itulah aku merasa tidak sendiri, saat itu aku merasa ternyata masih ada orang yang mengerti.

Sore ini aku melihat azka duduk di warung kopi seperti biasa, aku berniat mengejutkannya di belakang, tapi aku tak sengaja mendengar percakapannya dengan temannya yang membuatku sedikit lemas.

“Eh ka, gue liat-liat lu deket banget ya ama rara, duduk bareng, pulang bareng, makan juga bareng terus gak pernah ama kita, jangan-jangan lu pacaran ya?.” tanya arif kepada azka, lalu dengan suara yang keras azka menjawab “Heh, sembarangan lo, mana ada gue pacaran sama rara, gue cuma kasihan aja dia berantem terus di rumahnya, gue gak bisa ngeliat cewek sedih apalagi sampe nangis, lagian rara cantik juga enggak, bukan tipe gua bangetlah.” jawaban azka membuatnya dan teman-temannya tertawa bahagia. Aku terkejut dan tidak menyangka, ternyata apa yang aku pikirkan bahwa selama ini azka peduli padaku itu salah, ia hanya kasihan.

Hatiku sakit, benar-benar sangat sakit, air mataku sudah jatuh sedari tadi, aku kasihan kepada diriku, aku sudah menganggap azka rumah, rumah yang paling indah, tapi aku salah, aku seperti seseorang yang tidak punya rumah dan mengungsi ke rumah orang lain.

Cerpen Karangan: Nadya Dwi Oktaviani
Blog / Facebook: Nado
Aku nadya cewek yang banyak sedih nya, haha bercanda.
Follow instagramku ya
@nadyadwioktaviani12

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 25 November 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Kukira Rumah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mentari Terbit Di Hari Minggu

Oleh:
Mentari terbit di hari minggu. Terlihat Hasan hendak menancapkan colokan charger ponselnya ke kotak listrik, tiba-tiba saja Edo nyelonong masuk dan memanggilnya. “Hasaann!! Tahu Satria tidak?” teriaknya. Hasan yang

Kamu

Oleh:
Kamu orang yang belakangan ini selalu hadir dan menyelinap di antara kesibukanku sehari hari, kamu orang asing yang sekarang tak kurasa keasingannya lagi. Kamu yang terlihat begitu tegar dan

Diam Diam Suka

Oleh:
Amy adalah seorang anak yang baru masuk SMA. Awalnya dia merasa sedikit canggung, tapi dalam hati kecilnya dia selalu berkata bisa. Amy, adalah seorang cewek yang periang tetapi saat

Postingan Facebook Dan Buku Diary

Oleh:
Sore itu, aku tiba di rumah. Perlahan ku buka pintu rumahku. Ku dapati kedua orangtuaku telah menungguku dengan raut wajah yang mengerikan. Ibaratkan seekor singa yang siap menyerang musuhnya.

Pangeran SMA

Oleh:
Suatu hari di sebuah sekolah ternama di Jakarta, ada seorang anak yang bernama Nera Aulia. Dia adalah sosok yang lincah, periang, lumayan cantik, namun agak lama lodingnya dalam berfikir

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *