Lagu ini Untukmu Sayang

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 22 March 2014

MAN Bondowoso, inilah sekolah baruku. Masa Orientasi Sekolah merupakan masa yang sangat menyedihkan bagiku. Pada saat itu hanya aku satu-satunya siswi yang terlambat datang. Begitu aku sampai di koridor sekolah, ku lihat semua siswa-siswi baru sudah memenuhi lapangan sekolah dengan regu mereka masing masing membentuk lingkaran kecil berikut OSIS pembimbingnya. Kegiatan mereka bermacam-macam, ada yang disuruh bernyanyi, memperkenalkan diri, dan sebagainya. Hanya aku satu-satunya orang yang masih kebingungan dan tak tau harus bergabung dengan grup mana.

Di tengah kebingunganku mencari regu, lalu ada seseorang yang menyapaku dari belakang. “Hei, kamu siswi baru kan?” Tanya cowok itu dengan suara lembut. Aku menoleh dengan ragu-ragu. Dan… WOW… aku terpana melihat cowok itu. Cowok itu berkulit putih, postur tubuhnya ok, tingginya sudah mencapai kriteria cowok idamanku, tatapannya sangat dalam sehingga membuat setiap cewek yang ditatapnya tak kuasa untuk membalas tatapannya.
Senyuman manisnya selalu terukir di bibirnya yang indah, rambutnya dibiarkan menutupi dahinya. Pokoknya dia sudah mencapai kriteria cowok idamanku dan dalam sekejab cowok itu sudah membuat hatiku cenat-cenut.

“Hello… kok bengong sih?” suara itu menyadarkanku. Dengan tangan masih melambai di depan mataku. “Aku…a…” aku masih gugup untuk berbicara dengannya.
“Ada yang bisa aku bantu?” Tanya nya lagi dengan ramah.
“Aku mencari gugusku.”
“Loh. Emangnya kamu gugus berapa?”
“Aku terlambat, jadi aku gak tau gugus berapa”
“Nama kamu siapa?”
“Naira Syafira…”
“Ok, sekarang kamu ikut aku!”

Aku mengikutinya dari belakang. Dan dia mencarikan namaku di daftar nama bagian N. Alhasil namaku ditemukan di gugus 5. Setelah itu aku diantarkan menuju gugus tersebut. Setelah aku bergabung dengan gugusku, cowok itu pun pergi. Hal yang sangat aku sesalkan kenapa aku tidak mengucapkan terima kasih padanya?. Hufh bego’… batinku.

Keesokan harinya aku datang tepat jam 6.30. semua siswa-siswi baru berbaris di tengah lapangan untuk melaksanakan apel pagi. Sekitar setengah jam kemudian apel selesai, kegiatan sekarang adalah membuat yel-yel dengan OSIS pendamping. Dari kejadian kemaren, aku tidak bisa mengusir bayangan kakak pendamping itu dari benakku. Setiap saat aku mencari wajah ganteng itu untuk sekedar melihatnya. Kenapa dengan diriku, apa sekarang aku sedang jatuh cinta pada kakak osis itu?
Aku ingin tampil sempurna di matanya, aku ingin dia memberiku nilai 100 di matanya. Aku ingin dia memperhatikanku.

Bel istirahat pun berbunyi, aku dan teman-teman baruku jalan-jalan di sekitar sekolah sekaligus mencari kakak osis yang telah mencuri hatiku. Namun pada saat aku menuju lapangan sekolah BRAK… kepalaku tertimpa Bola basket.
“Duh… sakit banget kepalaku. Siapa sih yang berani menimpakan bola ini padaku” keluhku. “Maaf aku gak sengaja, kamu gak apa-apa kan?” Tanya sebuah suara dengan perasaan bersalahnya. Dengan geram aku ingin membalasnya juga dengan menimpakan bola itu padanya, namun pada saat aku melihatnya, dengan segera aku mengurungkan niatku untuk membalsnya. Wajahku yang tadinya dikuasai amarah, kini berubah menjadi senyuman termanis yang pernah ku berikan untuk cowok.

“Gak apa-apa kok kak.” Jawabku. Kedua temanku masih heran dengan tingkahku yang langsung berubah itu. Dari kejadian itu rasa cintaku padanya bertambah besar, ternyata selain ganteng, dia juga baik hati. Sebelum bel pulang berbunyi setiap osis pendamping memberitahukan kegiatan untuk besok
“Kegiatan besok yang pertama adalah persiapan untuk mengikuti pentas seni, dilanjutkan acara pentas seni dimulai yang mana wajib diikuti oleh semua gugus. Setelah pentas seni akan ada outbond yang akan dilaksanakan setelah shalat dhuhur.” “setelah itu, penutupan MOS akan dilaksanakan di lapangan barat. Itu aja sih kegiatannya, kalau ada yang tidak dimengerti silahkan tanyakan.” Kata kakak pembimbing.
“Kak, terus kita mau menampilkan apa untuk acara PENSI nanti?” Tanya seoramg siswi yang duduk tak jauh dariku.
“Apa ada yang bisa main teater?”
Semua anak se gugusku menggeleng. “Kalau yang bisa puisi? Tanyanya lagi. Seperti yang tadi, semuanya menggeleng.
“Tapi ada yang bisa nyanyi kan atau bisa main alat musik mungkin?”
Semuanya tampak ragu untuk menggeleng lagi.
“Kak, Naira bisa main gitar dan nyanyi.”
Suara itu berasal dari belakang, dan dia adalah teman sekolahku waktu SMP.
“Bener Nay?”
“Mmmm… gimana ya kak, kalau gitarnya aku bisa. Tapi, kalau nyanyi aku gak bisa kak.”
“Ya udah, coba aja dulu ya?”
“Aku takut ngecewain semuanya kak, aku takut mempermalukan gugus 5 ini.”
“Nay, yang terpenting untuk kita sekarang tampil sebisa kamu, dan kamu harus belajar untuk menjadi yang terbaik. Kamu mau ya, ini semua demi gugus 5.”
Otakku berfikir keras. Aku gak mau jadi orang egois, dan aku gak mau kakak Pembina lain menghina dan membuat kakak pembinaku malu karena gugus kita gak ada yang tampil dalam acara pentas seni itu.
“Ok kak, aku mau.”
“Ya udah, sekarang kamu harus berlatih dan berusaha untuk menjadi yang terbaik.” Kata kakak itu “Ok kak.”

Sepulang sekolah, aku menunggu jemputan saat teman-temanku sudah banyak yang pulang. Lalu ku putuskan untuk jalan kaki.
Namun di tengah jalan, ada cowok iseng yang menggangguku. Aku berteriak minta tolong dan pada saat itu juga datanglah seorang cowok yang menjadi malaikat penolongku. Dan lagi-lagi dia adalah kakak osis itu. Keinginanku untuk menjadi tambatan hatinya semakin besar dan dengan GR nya aku mengira kalau dia juga mempunyai perasaan yang sama padaku.
“Makasih ya kak.”
“Iya, kok pulang sendirian?”
“Iya, tadi aku gak dijemput jadi aku jalan kaki deh.”
“Ya udah naik aja, aku anterin kamu biar kamu gak diganggu lagi sama cowok-cowok tadi”
Aku hanya mengangguk, walaupun hatiku sangat girang namun aku tak menampakkannya.

Sejurus kemudian motor berwarna merah itu pu sampai tepat di depan rumahku.
“Mampir dulu kak?”
“Gak usah, lain kali aja. Yang penting aku udah tau rumah kamu”
“Sekali lagi, makasih ya kak.”
Ia hanya tersenyum sebelum akhirnya ia pergi.

Sore harinya, aku jalan-jalan bareng teman-temanku ke Taman. Seperti biasa aku foto-foto disana. Pada saat aku ngelihat ke sebrang jalan, aku melihat hal yang gak pengen aku lihat. Tapi, aku masih gak percaya dengan apa yang ku liat. Masa sih kak Rico udah punya cewek?

Lalu ku mencari informasi tentang cowok impianku itu. Dan ternyata benar dengan apa yang ku lihat di taman itu, kalau ternyata kak Rico itu lagi bersama ceweknya. Aku gak bisa menerima kenyataan itu.
Ternyata cintaku bertepuk sebelah tangan. Ternyata dia gak suka sama aku, dan ternyata dia udah punya cewek. Dia udah punya tambatan hati. Dia udah ada yang punya. Biarlah rasa cinta ini aku simpan, aku akan tetap mencintaimu selamanya…

Semua siswa-siswi menuju aula sekolah untuk menyaksikan penampilan dari masing-masing gugus. Sedangkan aku masih saja tidak bisa melupakan hal yang menyakitkan itu. Saat itu aku bener-bener galau, ditambah aku belum punya lagu buat tampil di acara pensi itu.
“Gimana nanti waktu aku tampil, aku gak bisa lihat dia bersama cewek lain. Apa aku memundurkan diri aja dari pentas seni ini?” gumamku.

Lalu, pembawa acara pensi itu mulai menyapa penonton dengan sangat bahagia. Berbeda denganku, aku bingung harus menyanyikan lagu apa, karna aku belum pernah berlatih. Awalnya aku memang sangat bersemangat untuk mengikuti acara ini, karana pikirku dengan begitu aku bisa tampil di hadapan Rico dan bisa membuatnya kagum padaku.
Tapi, semenjak aku tau kalau dia udah punya cewek, semangatku udah berubah menjadi kemalasan dan ketidak percayaan diri. Aku gak pengen tampil dengan tetap ngelihat dia bersama cewek itu.

Beberapa peserta sudah tampil dengan penampilan sesuai kemampuan mereka masing-masing. Ada yang berpuisi, menampilkan teater dan ada juga yang memilih untuk menyanyi. Mereka semua tampak bahagia dan semangat mengikuti acara itu. Ada juga yang sepertinya tampak terpaksa tampil di acara itu.

“Itulah penampilan dari gugus empat. Dan kita panggil peserta selanjutnya yang akan menampilkan sebuah lagu tanpa judul yang aka dibawakan oleh Nayra dari gugus lima…” Pembawa acara itu memanggilku.
Aku terkejut mendengarnya. Apa yang akan aku tampilkan di depan sana, aku tidak berlatih sama sekali. Tapi aku gak mungkin memundurkan diri, aku gak mungkin mengecewakan teman-teman dan kakak Pembina gugus 5.
Aku harus bisa tampil di depan. Aku harus tampil semaksimal mungkin di panggung. Mungkin aku akan menjadikan masalahku ini sebagai lirik lagu untuk tampil.

Ku langkahkan kakiku menuju panggung dengan membawa gitar kesayanganku. Sebuah support dari teman-temanku membuatku semakin bersemangat untuk tampil dan berusaha menjadi yang terbaik.

Ku mulai memtik senar gitarku dengan penuh semangat. Dan dari panggung itu aku bisa melihat cowok itu dengan jelas dan perfect. ku pejamkan kedua mataku sebelum akhirnya aku memulai untuk menyanyi.

“Hai teman-teman… aku akan menyanyikan lagu yang berjudul lagu ini untukmu sayang… yang mana lagu ini merupakan lagu ciptaan ku sendiri dan merupakan curahan hatiku. Dan lagu ini aku ciptakan buat seseorang yang sangat ku cintai.”

Pertama kali bertemu ku slalu ingat dirimu
Meski hanya dalam angan kau slalu terbayang
Enggan ku melupakanmu karna ku mencintaimu
Meski hanya dalam mimpi hiasi tidurku
Hanya dirimu kasih buatku bahagia
Meki kau tlah berdua ku kan menanti…

Hadirmu selalu membuatku tabah
Tuk menjalani semua… Derita
Meski kau telah berdua dan berlalu
Namun ku kan berdo’a selamanya… untukmu…

Senyummu slalu terbayang hiasi indah hariku
Meski terkadang perih menusuk kalbu…
Hanya harap dan do’a moga engkau bahagia
Lagu ini tercipta hanya untukmu SAYANG…
Terima kasih…

Semua bertepuk tangan, dari itu aku belajar untuk tetap tegar menghadapi semua cobaan yang terjadi. Aku hanya berharap dan berdo’a semoga kau bahagia bersama cinta sejatimu.

THE END

kisah ini terinspirasi dari sebuah lagu.

Cerpen Karangan: Alief Dealova
Facebook: ALief Dealova
Gadis pecinta warna coklat ini suka menulis sejak ia duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Awalnya, ia hanya menuliskan semua inspirasinya lewat sebuah kertas yang hanya dibaca oleh teman-temannya. Saat ini ia mengenyam dunia pendidikannya di sebuah sekolah islam di Bondowoso. MAN Bondowoso
Alief Dealova

Cerpen Lagu ini Untukmu Sayang merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kau Tak Boleh Mencintaiku

Oleh:
Jenika terus memandangi sebingkai foto yang terletak di atas meja belajarnya. Tak henti-hentinya dia memandang foto itu. “Kau curang, kau juga kampungan menjerat hati tanpa mengikatnya” katanya mengalihkan pandangannya

Aku Hanya Ingin Cinta Mu

Oleh:
amaku Ferry Fajrul islam aku sering dipanggil Ferry oleh kerabat ataupun teman-teman. Cerita ini berawal tahun 2013 bulan april, aku dikenalkan dengan seorang wanita, yang tidak lain adalah saudara

I Hate U Somad (Part 1)

Oleh:
Kenalin nama aye Somad ramdan, aye sekolah kelas 2 SMA. Aye anak pertama dari dua bersaudara. Sekarang aye lagi suka banget sama perempuan cantik di kelas, namanya Anggun. Dari

Bertepuk Sebelah Tangan

Oleh:
Namaku khoirotunnisa umurku 13 tahun tepatnya kelas 8 tsanawiyah. Saat pertama aku masuk ke sekolah ini aku mengaggumi seorang pria. Dia adalah kakak kelasku, kelas kami mempunyai jarak yang

Lucky When Come Late To School

Oleh:
Pagi itu mentari pagi mulai menampakkan dirinya, perlahan-lahan naik dan menyinari bumi dengan cahaya sinarnya, Angel terbangun dari tidurnya karena terpaan cahaya dari celah jendela yang menyilaukan matanya. Ia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *