Luka

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 27 March 2018

Aku tak pernah tahu mengenal dirimu mampu membuatku mengenal arti cinta. Rasa sakit, senang, bahagia dan rasa lainnya.

Pertemuan pertamaku dengannya yang tanpa sengaja menjatuhkan hatiku pada pandangan pertama. Pada saat itu tanpa sengaja tangganku tergores oleh pecahan kaca dan membuat darahku bercucuran ke mana-mana. Lalu seorang laki-laki datang menghampiriku. Menolongku yang telah membuat kacau dengan kecerobohanku sendiri yang tidak berhati-hati.

Pertemuan singkat tapi penuh makna, mengantarkanku akan bayang-bayang tentang dirinya. Aku menyerah, menyimpan perasaan ini terlalu lama. Semakin lama aku menyimpannya, semakin besar pula rasa cintaku padanya.

Hari itu, aku berencana menemuinya. Menemui seseorang yang telah berhasil mencuri hatiku. Mengumpulkan segenap keberanianku untuk menyatakan cinta padanya. Berharap bahwa hatinya belum terikat oleh gadis manapun. Tapi aku salah, harapanku yang kugenggam erat tidak sejalan dengan apa yang kulihat. Ku melihatnya bergandengan tangan dengan seorang gadis, memperlakukannya dengan penuh cinta. Hatiku perih, aku menangis. Menangisi diriku yang terlalu berharap padamu.

Siang ini, ketika pulang sekolah matahari sangat terik. Berjalan di panasnya siang hari sambil mendengarkan musik yang kuputar dari handphoneku. Berharap bahwa musik mampu menyembuhkan hatiku. Tapi takdir menuntun akan pertemuanku dengan dirinya. Sudah seminggu sejak aku mendapatkan luka ini dari dia. Aku masih butuh waktu untuk menyembuhkannya. Di sana dia melihatku sambil tersenyum, membuat hatiku kembali tak menentu. Antara senang dan sakit menjadi satu.

Ia menghampiriku
“hai! lama tak bertemu. Bagaimana lukamu yang kemarin, apakah meninggalkan bekas?”.
Luka mana yang kau maksud? hatiku kah?. “aku baik-baik saja” terasa menyedihkannya diriku yang tak bisa jujur padamu. Bahwa hatiku sakit, mengetahui ia bersama dengan orang lain. Luka tergores kaca tidak seberapa dengan luka gores di hatiku ini. Yang meninggalkan bekas begitu dalam dan sulit untuk disembuhkan.

Aku tersenyum getir, bukan salahnya hatiku sakit. Tapi kesalahanku sendiri yang membuatnya sakit. Dari awal dirikulah yang salah membiarkanku jatuh terperosok terlalu dalam akan pesonanya.

Cerpen Karangan: Chi

Cerpen Luka merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hujan, Anime dan Cinta (Part 2)

Oleh:
Malam harinya setelah menonton vcd pemberian haruka, melody berniat mengirim pesan ke haruka. Akan tetapi melody masih merasa canggung. Masa iya cewek yang ngirim pesan duluan?. Dia pun memberi

Harus Berakhir

Oleh:
Minggu pagi di akhir bulan Januari aku memutuskan untuk berangkat ke Jombang menemuinya, Sebelumnya aku harus mengantar ibu yang main ke rumah saudara di Sidoarjo membicarakan soal rumah kontrakan.

Valentine Pertama

Oleh:
Pagi itu di sebuah sekolah menengah pertama, tepatnya SMP HARAPAN 2, langit terlihat cerah burung-burung pun berkicau riang seperti biasanya. Suasana cerah itu berbeda dengan suasana hati seorang gadis

Perasaan Yang Terpendam

Oleh:
Jam 2 siang bel pulang sekolah pun berbunyi. Semua siswa berhamburan keluar dari kelas. Begitupun aku dan Imink. Imink adalah sobatku dari pertama mulai sekolah di SMA ini. Dia

Perasaan yang Salah

Oleh:
Seketika aku merasa senang karena mempunyai sahabat sepertimu, kamu yang selalu menemaniku di saat aku senang maupun sedih dan kamu yang selalu membuat aku tersenyum setiap harinya. Kamu juga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Luka”

  1. Mery Ananta says:

    sulit mengungkapkannya..ku harap ada kelanjutannya .penasaran

  2. afisa says:

    sakitt bngeeett 🙁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *