Maaf Ku Terlambat Untuk Menyatakannya

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 24 June 2014

Adinda nyadar kalau dirinya nggak akan bisa untuk memiliki Raka. Waktu itu, saat Adinda sedang chatingan dengan temannya tiba-tiba teman Raka yang bernama Riko ngechat Adinda.
“Hai, lo Adinda kan?” tanya nya.
“Iya, gue Adinda. Lo siapa? Dan ada perlu apa sama gue?” tanya Adinda.
“Iya, gue Riko teman nya Raka.” jawab Riko.
Akhirnya Adinda dan Riko pun melanjutkan percakapan nya. Dan riko ngajakin Adinda untuk ketemuan. Riko pengen membicarakan sesuatu hal tentang perasaan Raka pada Adinda.

Adinda pun tidak sabaran mau dengerin ceritanya si Riko. Adinda terus-menerus memikirkannya sampai larut malam.
Keesokan harinya, Adinda dan Riko janjian di taman yang kebetulan dekat kompleks rumah Adinda. Saat Adinda mau menemui Riko, tiba-tiba Ayu datang dari belakang dan mengejutkannya.
“Hei, lo mau kemana din? Kok kelihatannya buru-buru banget.” tanya Ayu.
Ayu itu adalah sahabat Adinda dari kecil. Setiap ada masalah Adinda selalu cerita pada Ayu.
“Eh lo yu, ngagetin gue aja. Gue mau ketemuan sama temannya Raka nih, dia mau ngebicarain sesuatu hal sama gue yu.” jawab Adinda.
“Ya udah, gue tunggu ntar ya cerita nya di rumah. Oke sahabat ku.”

Adinda pun pergi dan sesampai nya di taman, Adinda pun melihat Riko yang sudah menunggu di bangku taman. Dan Adinda segera menghampiri Riko.
“Hei Riko, maaf ya gue udah bikin lo nunggu.” Ujar Adinda.
“Eh lo, nggak apa-apa kok. Lagian gue juga baru nyampe beberapa menit yang lalu.” jawab Riko.
Adinda dan Riko pun memulai pembicaraannya.
“Oh iya, ngomong-ngomong lo mau ngebicarain apa sama gue? Kayak nya serius banget.” tanya Adinda.
“Gini ya, tapi sebelum nya gue nggak boleh bilangin hal ini sama lo. Tapi gue gregetan lihat Raka yang cuma bisa mendam perasaan doang. Dia penakut banget.” jawab Riko.
“Trus, apa hubungannya sama gue? Emang kalau gue boleh tau, siapa cewek yang Raka suka?” tanya Adinda yang mulai penasaran.
“Sebenarnya ya, Raka tu suka sama lo din. Tapi dia nggak bisa ngungkapin perasaan nya tu ke lo, dia kebanyakan gengsinya din.” jawab Riko.
Adinda pun terdiam mendengar perkataan Riko tadi, Adinda nggak nyangka kalau Raka juga punya rasa yang sama seperti perasaan Adinda.
Melihat Adinda terdiam, Riko pun menyadarkan Adinda dari lamunannya.
“Din, kok lo malah bengong?” tanya Riko.
“Ya gue nggak percaya aja kalau Raka suka sama gue.” jawab Adinda.
Riko pun berusaha untuk meyakinkan Adinda bahwa perkataannya tadi nggak bercanda. Adinda pun memulai pembicaraan.
“Kalau Raka suka sama gue, seharus nya dia bisa jentel dong ngungkapin perasaannya ke gue. Ini malah lo yang ngasih tau gue gimana perasaannya Raka sama gue.” ujar Adinda.
Sebelum Riko menjawab pertanyaan Adinda tadi, Riko membeli minuman untuk Adinda. Setelah membeli minuman, Riko langsung menjawab pertanyaan Adinda tadi.
“Sebenarnya, alasan Raka nggak mau ngungkapin perasaannya ke lo lantaran Raka tu malu buat ngomong ke lo.” Jawab Raka.
Setelah mendengar semua cerita dari Riko tadi, Adinda sudah sedikit percaya. Tapi, masih ada keraguan dalam hati Adinda karena Adinda tau kalau Raka itu orang nya cuek banget. Apalagi Adinda sering berantem sama Raka.

Hari sudah sore, Riko dan Adinda segera mengakhiri pembicaraannya dan pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah, Ayu sahabt Adinda sudah menanti di depan rumah Adinda. Akhirnya Adinda menceritakan semua pada Ayu, Ayu pun meledek sahabat nya itu.
“Cie, cie, cie akhirnya cinta lo terbalaskan juga ya din. Hahaha.” ledek Ayu.
“Hahaha, lo apa-apaan sih yu. Biasa aja deh.” jawab Adinda dengan malu-malu.
Setelah asyik bercerita, Ayu pun pulang karena Ayu dipanggil mamanya. Dan Adinda pun langsung menuju kamar tercintanya. Sesampai nya di kamar, Adinda menghidupkan lagu yang bejudul “Diam-diam Suka”, saat mendengarkan lagu itu Adind hanya tersenyum-senyum mungil memikirkan perkataan Riko tadi siang.

Keesokan harinya saat Adinda dan Ayu lagi jogging, tiba-tiba hp Adinda berdering, ada pesan masuk yang kebetulan itu dari nomor yang nggak dikenal Adinda.
“Hai din, gue Raka. Lo lagi apa din? Gue ganggu lo nggak?”
Adinda kaget melihat pesan di hpnya, yang ternyata dari Raka.
“Pesan dari siapa, din?” tanya sahabatnya.
“Ini lo, si Raka sms gue yu. Tumben banget ni anak sms gue, biasanya gue kan selalu dicuekin dan dia slalu bikin masalah sama gue.” jawab Adinda.
“Cie, kayaknya udah ada tanda-tanda nih. Kalau lo sama dia jadian jangan lupa traktir gue ya. Hahaha.” ujar Ayu.
Akhirnya, Adinda dan Ayu melanjutkan joggingnya.
Tapi, Adinda tidak membalas pesan dari Raka tadi soalnya Adinda takut itu Cuma orang asing yang pengen ngerjain dia.

Keesokan harinya saat di kelas, Raka tiba-tiba nyamperin Adinda.
“Hai, lo sombong banget sih! Gue sms lo tapi nggak lo bales.” ujar Raka.
“Oh, yang kemaren tu lo. Gue kirain siapa, makannya nggak gue bales.” Jawab Adinda.
“Itu sih emang dasar lo nya aja yang sombong, gaya lo sok banget.” ujar Raka.
Mendengar perkataan Raka tadi, Adinda sangat kesal pada Raka. Raka selalu mencari-cari masalah kalau ketemu Adinda.
Adinda pun mulai tidak percaya dengan perkataan Riko kemaren kalau Raka suka sama Adinda.
“Eh lo kenapa sih, setiap ketemu gue ngajak ribut mulu!” ujar Adinda dengan ketus.
Saat Adinda berceloteh-celoteh, Raka pun pergi meninggalkan Adinda. Adinda pun semakin kesal pada Raka.

Bel pulang pun berbunyi,
Tet, tet, tet,
Adinda dan Ayu langung mengambil mobilnya dan menuju ke rumahnya.
Setiba nya di rumah, hp Adinda berdering. Rupanya, ada pesan masuk dari Raka.
“Maafin gue ya tadi udah bikin lo kesal.”
Adinda pun tersenyum membaca pesan dari Raka.

Saat malam harinya, saat Adinda lagi jalan pulang dari supermarket tiba-tiba ada yang mencegat Adinda di jalan. Adinda pun sangat kaget.
“Maaf, gue nggak maksud jahat sama lo kok. Gue cuma mau nanya, lo Adinda kan? Lo pacarnya Raka? Sebelumnya, kenalin nama gue Fauzan. Gue teman dekatnya Raka.” Ujarnya.
“Iya, gue Adinda. Tapi gue belum jadian sama Raka. Cuma baru pendekatan doang. Baru suka sama suka, dia nggak pernah ngungkapin perasaannya.” jawab Adinda.

Sebelum mereka ngobrol, mereka pergi mencari tempat duduk yang nyaman untuk ngobrol. Setelah dapat tempat yang nyaman, Adinda dan Fauzan langsung melanjutkan pembicaraannya.
“gini, gue mau bilangin sesuatu sebelum lo ntar sakit hati sama si Raka.” Ujar Fauzan.
“sakit hati? Maksud lo apaan ya? Gue nggak ngerti.” jawab Adinda.
“Gini, lo tau nggak kalau sebenarnya Raka punya cewek?” tanya Fauzan.
“Ha! Lo serius? Tapi, si Raka kok nggak pernah cerita sama gue ya?” jawab Adinda.
Adinda pun nggak percaya pada kata-kata Fauzan tadi, dia hanya mengacuhkan perkataan Fauzan tadi. Dan akhirnya Adinda memutuskan untuk pergi.
Setibanya di rumah, ada pesan masuk dari Raka. Raka ngajak Adinda ketemuan besok.

Keesokan harinya, Adinda dan Ayu sibuk mencari-cari gaun yang akan dikenakan Adinda untuk pergi ngedate bareng Raka. Setelah menemukan baju yang cocok, Adinda berdandan agar terlhat lebih cantik di depan Raka.
(Tok, tok, tok)
Tiba-tiba, ada yang mengetuk pintu rumah Adinda. Dan mama Adinda segera membuka pintunya.
“Permisi tante, Adindanya ada nggak tan?” tanya Raka.
“Oh, kamu Raka ya? Tunggu sebentar ya, tante panggilin Adindanya dulu ya.” Jawab mamanya Adinda.
“Din! Dinda! Teman kamu udah datang nih nak.” teriak mamanya.
“Iya ma, tunggu sebentar.” Jawab Adinda.
Adinda pun keluar dari kamarnya dan Raka tercengang karena malam ini Adinda terlihat sangat cantik.
“Ma, aku pergi dulu ya? Ayu mkasih ya udah bantuin gue, gue pergi dulu ya.” ujar Adinda sambil berpamitan pada mamanya.
“Tante, Raka ngajak Adinda keluar dulu ya.”

Setelah Raka dan Adinda berpamitan, mereka langsung pergi dan menuju sebuah kafe. Setibanya di kafe, sambil menunggu pesanan datang, Raka memulai pembicaraannya.
“Din, ada yang mau gue omongin sama lo.” ujar Raka.
“Lo mau ngomong apaan Raka? Ngomong aja.” jawab Adinda.
“Gini, bukan maksud gue untuk nyakitin lo, tapi sebenarnya gue punya cewek. Gue hubungan jarak jauh sama cewek gue din. Dan soal perasaan gue ke lo, itu emang benar. Maaf gue baru bisa ngungkapin nya sekarang, soalnya gue gengsi buat nyatainnya ke lo. Semenjak gue kenal lo gue udah jatuh cinta sama lo, gue beneran sayang sama lo din.” ujar Raka.
Mendengar penjelasan dari Raka tadi, tiba-tiba air mata Adinda jatuh. Hatinya sangat sakit karena Raka sudah ngebohonginnya. Adinda pun menjawab dengan suara yang terisak-isak.
“Kenapa lo nggak jujur aja sama gue. Kenapa harus pake bohong sgala! Gue senang lo udah mau jujur sama perasaan lo sendiri ke gue, tapi kenapa lo nggak bilang sih kalau lo punya cewek! Sumpah! Gue benar-benar kecewa sama lo Raka!”

Akhirnya Adinda pun pergi, karena Adinda udah nggak bisa lagi menahan amarahnya. Saat Adinda pergi, Raka langsung mengejar Adinda. Raka menarik tangan Adinda dan langsung memeluknya, tangis Raka pun pecah saat memeluk Adinda.
“Din, lo jangan pergi. Gue beneran sayang dan cinta sama lo. Maafin gue yang udah ngebohongin lo. Gue nggak mau jauh dari lo.” ujar Raka dengan tangisannya.
“Lo udah gue maafin, tapi gue nggak bisa kayak dulu lagi sama lo. Gue udah terlanjur kecewa sama lo. Lo udah telat. Lebih baik lo ngelanjutin hubungan lo sama cewek lo, lo jaga perasaan cewek lo baik-baik. Jangan sampai dia ngeluarin air mata kayak gue, cukup gue aja, Raka.” jawab Adinda sambil melepaskan pelukannya dari Raka.
Akhirnya, Adinda berlari meninggalkan Raka dan Adinda langsung naik ke dalam taksi.

Setelah Adinda pergi, Raka pun hanya bisa terdiam dan terpaku. Adinda hanya bisa menangis di dalam taksi, karena hatinya terlalu sakit.

Raka merasa sangat kehilangan sosok Adinda yang baik, perhatian, dan tulus. Air mata Raka pun tak bisa di bendung lagi. Raka pun ikut pulang dengan hati yang sangat perih dan penyesalan.

Semenjak kejadian malam itu, Adinda dan Raka tidak pernah bertemu lagi. karena papa Adinda pindah dinas dan Adinda pun ikut pindah.

Cerpen Karangan: Rafika Fajriliani
Facebook: Fika Fajriliani

Cerpen Maaf Ku Terlambat Untuk Menyatakannya merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Caramel

Oleh:
Rey lupa kalau dasinya terbawa oleh Pandu. Sialnya Pandu udah ngebut sama motornya. Ah! Bagaimana ini, jika dasinya tidak ada Rey akan kena hukuman saat upacara hari senin. Rey

Suka Duka Tetap Bersama Selamanya

Oleh:
Hari ini aku menjadi siswa di kelas 8 SMP. Aku senang sekali karena bisa naik ke kelas selanjutnya, mungkin berbeda nasib dengan mereka disana yang kurang beruntung. Di kelas

Aku Pasti Mendapatkan Cintamu

Oleh:
Hai, nama gue Rudy Iswanto, lo bisa panggil gue Rudy. Gue adalah siswa kelas 12 pindahan dari salah satu SMA di Bandung. Dan ini cerita sepanjang gue di sekolah

Hanya Terlukis Pedih

Oleh:
Berawal dari tempat kerja, kami memulai komunikasi ini, komunikasi awal yang masih jelas tersimpan dalam ingatanku adalah saat dia meminta tolong padaku untuk menemaninya pergi merujuk pasien ke rumah

Tidak Akan Hilang

Oleh:
Kenalin nama aku bintang umur aku sekarang 19 masih muda kok wkwk. Saat ini aku bekerja di mall ternama lah di jakarta. Oh iya aku biasa di panggil teman

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *