Malam pun Menangis

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 24 November 2016

Aku menyayanginya, entah? apa yang ada di pikiranku sehingga aku terlalu tergila-gila dengannya, atau aku yang terlalu bodoh untuk mencintainya? Kurasa tidak. Karena aku, sangat menyayanginya. Tak pernah kulepas untuk menulis namanya di buku harianku, tak pernah kubosankan untuk menggambarkan senyum indahnya, walaupun itu hanya sesaat dan akan pergi meninggalkanku, meninggalkan luka yang terlalu dalam, biarkan malam ini menangis jika ia tau esok kau tak lagi bersamaku.

Pagi ini aku penuh semangat untuk berangkat ke sekolah, mengapa? Entahlah, hari ini aku sangat bahagia,
“Franz” berkali kali kusebut namanya pelan-pelan.
“Franz? siapa itu cie?” Goda sahabatku yang juga sebangku denganku.
“Hmm.. Kepo ya nanti aja deh aku ceritain franz itu siapa.” Jawabku sambil beranjak dari bangku tempat dimana aku duduk.
“Yaelah, Nara gitu amat”.

Kemana dia? Menghilang? Aku merindukannya.
“Franz aku kangen kamu?” Kuketik huruf itu, namun rasanya berat untuk ketik send
“Franz kamu kemana sihh? aku kangen ini” sekali lagi kuketik, namun sangat berat untuk ketik send, mengapa? Entahlah aku sangat khawatir dengannya yang tanpa kabar. Atau aku yang over protective thinking?.

Malam ini, ya, sabtu malam minggu. Dimana aku akan bertemu dengannya, tapi entahlah sejujurnya aku tak pernah percaya diri untuk bertemu karena aku memang tak terlalu menarik dibanding dengan cewek-cewek lain.

“Eh Nara yaa?” Sapanya franz, bahagia? Tentu, bertemu dengannya memang keinginanku,
“Eh iya franz kan?” Sapaku sambil senyum
“Kita mau kemana?” Tanyanya kepadaku, aku tak pernah mendengar suaranya meskipun kita sering chatting karena yang aku tau hanya perhatiaanya lewat sosial media, merdu, menyejukkan, kurasa aku sangat nyaman.
“Ke rumah temanku aja yuk”, ya malam ini aku bermain bersamanya, tapi entahlah aku rasa tak enak, atau perasaanku saja, lumayan lama tapi tiba-tiba dia pulang tanpa pamit. Dan disaat itulah dia mulai berubah, mulai pudar perhatiannya, mulai hilang tanpa kabar dan aku merasakan semuanya, ia mulai tak hadir dalam kehidupanku lagi, aku yang terlalu menyayanginya sehingga aku yang menerima sakit selama ini yang tak pernah kurasakan. Bahkan Malam pun Menangis, Jika ia tau jika esok kau tak lagi bersamaku.

Cerpen Karangan: Nurul Hidayati
Facebook: facebook.com/Nurulsquarpants19

Cerpen Malam pun Menangis merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sakit Tak Berujung

Oleh:
Mungkin yang pergi itu cinta, tetapi yang akan datang nanti jodoh. Aku pernah mencintai seseorang sampai aku tidak tahu apakah itu cinta atau pembodohan. Aku pernah menyayangi seseorang sampai

Gue, Kayla dan Kak Aril

Oleh:
Hey gue rani, nama yang sering banget ada di buku bahasa indonesia. Gue kelas 2 SMP. Hari ini hari Rabu dimana jam pertama itu pelajaran agama. “yah roh jahat

Telepon

Oleh:
Panggilan pertama tidak diangkatnya. Begitu juga dengan panggilan yang kedua, hingga panggilan yang ketiga… “Asslmualaikum” suaranya terdengar. “Waalaiksalam, apa Riri mengganggu waktu mu” tanya ku “tidak!” sahut Bima. “Riri

Perasaanku Salah

Oleh:
Kisah ini bermula waktu aku kelas XI, ketika aku merasakan ada yang aneh dengan pertemananku. ‘Dia’ teman yang dulunya tak pernah bertegur sapa denganku meski kami berada dalam satu

Bunglon Hitam Putih 4: Galau Level 7

Oleh:
“Tok… Tok… Tok… Nnngngg… Cekiitt… Jebloggg…” Suara pintu itu terdengar. Seseorang berparas cantik menginjak lantai kala itu, mata birunya jelas tersorot cahaya matahari. Selanjutnya dia masuk kekamar Rizky dan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *