Mantan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Kristen, Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 17 March 2016

Aku terduduk lesu di depan laptop sambil menahan perih dan sakitnya perasaan yang baru saja dilukai oleh seorang pujaan hati yang mungkin tak bisa ku miliki lagi. Ku tatap layar laptop itu, di sana aku menemukan wajahnya yang telah meninggalkanku demi kekasih barunya. Masih terngiang di telingaku saat kamu memutuskan hubungan yang telah kita jalin setahun lebih, “Intan, sepertinya kita tak bisa bersama lagi, aku mencintai gadis lain, lebih baik kita sudahi saja hubungan kita ini, terima kasih buat semuanya.”
kamu pergi dan sama sekali tidak mempedulikan aku yang sangat terluka, kamu biarkan aku menangis di bawah guyuran hujan deras.

Aku tak menyangka kamu setega itu terhadapku, kamu meninggalkanku saat aku sudah mencintaimu dari apa pun. Tanpa terasa bulir bulir air bening membasahi pipiku, di laptop itu aku melihat kenangan-kenangan saat kita sedang menikmati kemesraan yang makin membuat air mataku terkuras habis keluar. Aku masih mencintaimu Bryan dan malam ini aku sangat merindukanmu pujaan hatiku. Ku raih handphoneku dan ku cari kontakmu lalu ku hubungi nomor itu namun, nyatanya nomor itu sudah tak aktif, aku semakin terhanyut dalam kesedihan.

“Briyan ternyata secepat itu kamu melupakanku, aku sangat merindukanmu sayang, aku masih mencintaimu, kamu keterlaluan, aku tak menyangka semua akan berakhir seperti ini.” Aku yang masih terus menangis, tanpa terasa aku mulai kelelahan dan aku sudah tidak berdaya hingga aku tertidur bersama air mataku.

Pagi-pagi sekali aku terbangun dan masih ku rasakan air mataku masih membasahi pipiku, ku raih ponselku dan ku lihat ternyata di sana tak ada pesan yang biasanya aku dapatkan darimu Briyan. Aku menghela napas dan air mataku kembali menguak dari dalam mataku. “Tuhan jika memang dia sudah tak ditakdirkan untukku, maka biarkanlah aku untuk merelakannya bersama orang lain, biarlah aku saja yang merasakan rindu yang mungkin akan terus membunuhku.” kata-kata itu spontan ke luar dari mulutku, setelah aku merasa tenang aku pun bersiap-siap untuk masuk kuliah.

Di perjalanan menuju ruang kelas, tak sengaja aku melihatmu sedang bersama seorang gadis, tanpa dikomando air mata itu turun dengan spontan, kamu yang melihatku seperti itu sama sekali tak mempedulikanku hingga hatiku terasa tersayat, aku berlari tak tentu arah hingga aku sampai di depan sebuah gereja aku menatap gedung itu dan gedung itu sedang terbuka karena di sana sedang ada perkumpulan doa, aku melangkah menuju gereja dan air mataku terus mengalir saja. Di sana aku duduk di bangku paling depan, aku menengadahkan wajahku, ku lihat di sana ada keagungan yang rasanya membuatku nyaman, ku lipat tanganku dan aku berdoa pada Tuhanku.

“Tuhan yesus, sudahi perih yang ku rasakan ini, beri aku kekuatan untuk melupakannya, aku sudah tak sanggup lagi, bantulah aku Tuhan, aku yakin engkau akan menggantikan setiap kesedihan ini dengan kebahagiaan, Amin.” ku buka mataku dan rasanya semua sudah lebih baik lagi, aku yakin aku bisa melupakannya meski butuh waktu lama.

Cerpen Karangan: Karmila Mendrofa
Facebook: Mila Karmila Mendrofa

Cerpen Mantan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Korban PHP

Oleh:
Gue baru aja duduk setelah meletakkan tas di atas meja gue, saat terdengar suara khas temen sebangku gue dari arah pintu kelas XA yang suaranya mirip petasan udah bisa

White Blue Love Story

Oleh:
Ku nikmati sepi malam ini, bagaikan di tengah hutan tanpa cahaya yang menerangi. Masih duduk di tempat yang sama, suasana yang sama hanya saja waktu yang membedakan. Kepala ini

Rahasia Kita Usai

Oleh:
Hujan merintik semakin deras. Jam di pergelangan tanganku menunjuk pada pukul 4 sore. Kafe yang sedang kudiami semakin sepi, hanya ada satu-duaan pengunjung yang datang untuk berkunjung. Dentingan cangkir

Cintaku Tak Sampai

Oleh:
2 tahun aku memendam rasa ini! Entahlah, aku tidak bisa menghilangkan rasa kagumku terhadap Riko temanku sendiri, teman yang sudah 2 tahun ini yang selalu menemani hari-hariku. Pagi itu

Cintaku Tak Semanis Es Tebu

Oleh:
Ben, itulah panggilanku semenjak diriku duduk dibangku SMA, banyak orang yang mengejekku “Si Jom”, karena diriku Jomblo. Ya Jomblo, Aku selalu Jomblo. Mana ada cewek yang suka denganku, Aku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Mantan”

  1. laurensius says:

    yng waktu doanya itu kok Yesusnya huruf kecil? harusnya kan huruf besar.
    Secara keseluruhan, cerpennya agak bagus.Kembangkan terus bakatmu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *