Mantanku Tercinta

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 10 November 2017

Namaku Nadia aku duduk di bangku SMP, yah kebetulan kelas 9. Aku punya sahabat namanya Dewi, dan Anisa. Awalnya aku polos gak tau apa apa, bahkan yang namanya cowok ganteng aja aku gak peduli, yang kufokusin cuman belajar dan harus peringkat 3 besar, gak lebih gak kurang cuman mau pintar, gak punya pacar bagi aku mah gak masalah.

Saat di sekolah bertepatan waktu istirahat aku makan sama sahabatku, tiba tiba hujan turun deras. Anehnya teman sebayaku itu (sama sama kelas sembilan) kalau ada hujan masih suka main hujan hujanan, membuat kapal kapalan. Pada saat hujan mulai mereda aku keluar dan berkata “hujan hujanan walau gerimis, ternyata seru juga yah” kataku sambil menadahkan tangan, tiba tiba datang temanku namanya Tiara, yang datang dengan tubuh gendut dan berlarian “Nad… Nad…” dia memangilku sambil lari ngos ngos an. Lalu kujawab “Apaan Ti?” eh dia gak jawab malah lompat lompatan, ternyata dia emang pengen ikut main hujan hujanan.

Gak lama ada sebuah plastik berisi air yang gak sengaja terkena aku. “aduh… basah banget nih… siapa sih yang lakuin ini” kataku sambil nengok kiri kanan mencari pelakunya, tak lama bel berbunyi aku dan teman sekelasku ke WC untuk ganti kaos olahraga, karena jam ke-3 adalah mapel olahraga. Selesai berganti baju aku baca buku pelajaran di kelas, tiba tiba Dewi memanggilku dan ia berada di luar kelas. Aku langsung menghampirinya, saat aku mau buka pintu ternyata dari kelas 9C dua orang anak laki laki juga sedang menarik pintu, maka terjadilah adegan tatap tapan.

Tiba tiba teman dari laki laki itu langsung bernyanyi “Pandangan pertama… Asek!” karena dia menyanyi seperti itu buru burulah aku melepaskan gagang pintu dan langsung lari keluar menuju ke arah Dewi. Sejak kejadian itu membuat aku pengen tau namanya siapa, ternyata namanya Ivan. Belakangan ini setelah kejadian tatap tatapan yang kualamin sama Ivan, membuat Ivan gak tau kenapa sering banget liatin aku sambil senym senyum.

Lama kelamaan aku jadi suka sama Ivan. Pulang sekolah aku suka duduk di Aula bareng temen temen aku, tiba tiba segrombolan Ivan datang menghampiri, gak nyangka kalau Ivan menyatakan perasaannya kepadaku, lalu aku terima dia. Ivan sosok pria yang baik sekali, tapi sayang karena aku dengar ISSUEnya dia suka deket sama cewek lain, buat aku berpikiran memutusin dia, hubunganku baru 3 hari itu sudah hilang terhempas, aku selalu berpikir aku gak boleh menyesali ini, ternyata setelah aku mutusin dia, di masih belum bisa muve on sama aku, sampe aku SMA kelas 1, yang kebetulan satu sekolah lagi.

Aku gak tau kenapa rasanya makin sayang sama dia, aku berniat ngajak balikan nanti, ternyata dia udah punya pacar sama anak kelas 10.8 kalau aku 10.7 jadi suka ketemu mulu. Gak lama hubungan Ivan berakhir juga, aku ngerasa super duper senang banget. Pas sore sore aku buka facebook, salah satu akun kakak kelasku ternyata suka sama Ivan dan ternyata dia masih nungguin Ivan yang gak peka peka selama sebulan, gak tau gimana ceritanya dia akhirnya pacaran sama Ivan.

Guruku ada yang bilang kalau mukaku itu mirip banget sama pacarnya Ivan. Hatiku hancur berkeping keping ketika ngelihat dia boncengan sama pacar barunya tanpa nyapa aku. Biasanya dia itu nyapa aku sambil senyum, sekarang beda lagi ceritanya. Sekarang aku pasrah pasrah banget, dan aku akan ngasih kesempatan buat dia kembali lagi bersama aku, tapi kalau dia gak comeback nanti aku cari lagi. Makasih Ivan udah bahagiain hidupku walau sebentar, itulah kata kataku yang kutulis di sepucuk surat dan kutaruh di Tasnya.

Cerpen Karangan: Nadia Salma Hani
Blog: nadiasalmahani-cerpen.blogspot.co.id

Cerpen Mantanku Tercinta merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Surat Cinta Untuk Fika

Oleh:
Sewaktu masih duduk di bangku SMP, Rinto adalah anak yang rajin. Datang sekolah tepat waktu, tak pernah bolos dan santun dalam bersikap. Rinto tidak suka pada pelajaran eksakta, karena

Angkot

Oleh:
Angkot. Kendaraan umum yang selalu kunaiki saat pulang sekolah. Kendaraan berwarna biru yang bertuliskan angka 61 yang biasa kunaiki. Suasana angkot yang tidak luput dari rasa tak nyaman dengan

The Best Farewell

Oleh:
Dag dig dug… degup jantungku, tubuh bergetar langkah terpaku terdiam, terlihat mata memerah di hadapanku ia berusaha meraih kedua tanganku dan Bibir itu mulai berbicara “Maafkan aku ran, aku

Malas Sekolah

Oleh:
“Hans… Bangun, sudah jam berapa sekarang, cepat bangun sekolah…” ibu hans dengan suara yang melengking mencoba membangunkan hans, padahal ibunya memanggil hans dalam situasi lagi memasak. Hans dengan muka

Cintaku Semanis Gulali

Oleh:
Aku berjalan keluar dari kelas bersama Bella. Menuruni tangga lalu berjalan lagi melewati taman sekolah sampai akhirnya keluar dari sekolah. Bukan hari yang buruk tapi hari yang cukup menegangkan,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *