March

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 21 December 2018

10 Maret 2016
“I have a question. Coba tebak, sapu apa yang nggak bisa lepas?” tanyamu.
Di sela pelajaran di kelas kala itu, kau sempatkan memberi kita pertanyaan konyol pengundang tawa untuk mencairkan suasana.
“Sapu pake double-tip!”
“Sapu yang di lem!” Jawab teman sekelasku, bersahutan.
“Wah salah semua, jawabannya… sapu yang tak bisa lepas percayalah hanya kau yang ada di hatiku..” jawabmu sambil menyanyikan lagu dari Reza Artamevia. Aku tertawa, itu salah satu lagu kesukaanku. Tapi tidak dengan teman-temanku yang tidak tahu lagu itu. Mereka terdiam, bingung.
“Hey, don’t you know that song? Masa yang ketawa Dhita doang?” tanyamu kembali, kau tak sadar perbedaan zaman, anak SMA mana yang tahu lagu zaman 90-an seperti itu?
“Wah emang yang hidup di zaman purba kan Dhita doang ama Mr. F!” jawab teman sekelasku, bersahutan mengolok-olok selera musikku dan lagu lawas yang kau nyanyikan. Tak apa, jika memang aku harus menjadi berbeda dari mereka, asal kau masih tetap sama denganku. Ya, aku Sanditha Adhira, telah jatuh pada seorang guru sastraku, Firnanda Martian.

12 Maret 2016
Hampir tengah hari, gambar siluetmu telah kuselesaikan. Tapi apakah aku harus mengirimkan ini padamu? Esok, adalah hari ulang tahunmu ke 27. Dan aku ingin memberikan gambar siluetmu ini sebagai hadiah ulang tahunmu. Tapi, aku takut. Teringat kembali, bagaimana bisa ku jatuh padamu?

“Saya Firnanda, panggil aja Mr. F, akan jadi pembimbing kalian untuk lomba 4 hari ke depan, karena Pak Fattah ada urusan. Sekarang saya minta kontak kalian, nomor, pin, dan apapun itu. Hurry up!” Perkenalanmu saat itu, ketika tim lomba karya tulis akan mengikuti semifinal di luar kota. Dan dari situlah, semuanya dimulai. Obrolan ringan kita, selera musik hingga film kita yang sama, hingga jokesmu yang terkadang membuatku melayang. Dan ku pun teringat,
“No, you’re not my student, you’re my partner, xixi” katamu.
“Oh gitu? Partner ya?” jawabku, tentunya bercanda.
“Iya dong partner, partner of my life. Ya kan?”
Aku pun kembali menghembus nafas, bagaimana bisa hanya dengan bercandaan ringanmu, dapat membuatku sesenang ini.

13 Maret 2016
Sent. Gambar itu telah terkirim di kotak obrolan kita. Tepat pukul 00.00. Apakah aku berlebihan? Apakah memang selalu terasa ingin memberi, namun takut lah yang dirasakan semua orang ketika jatuh? Hingga handphoneku bergetar, menandakan balasan darimu.
“Thanks much!” jawabmu, dan di bawah itu, kau beri tanda peluk. Entah apa yang kurasa, sulit tuk diungkapkan dalam kata. Yang aku tau, aku bahagia karena hal sesederhana itu. Karena itu darimu.

15 Maret 2016
Gosip itu beredar, kau dengan teman sebangkuku. Semua guru tahu hal itu, seluruh siswa pun begitu. Sakit, perih yang kurasa. Tapi bagaimana bisa, aku bukan siapa-siapa baginya. Anak didikmu, itu yang paling tepat. Tapi, semua hal yang telah kau lakukan. Perhatianmu, hiburanmu, ceritamu, saran-saranmu, jokes-mu, apakah semua itu bagimu memang biasa kau lakukan? Aku terlalu berharap. Aku sadar.

16 Maret 2016
“So? Semua itu benarkah? Anda suka dengan teman sebangku saya?” tanyaku, pada akhirnya.
“I can’t answer it properly. Maybe, I’m only one of her fan or admire.” Jawabmu, cukup jelas.
Dan cukup membuatku mengerti. Cukup.
Karna berharap tak sebercanda itu.
Dan berjuang tak sesederhana itu bagi kaumku.
Bodoh menjadi sifat dasar dari perasaanku.
Hingga bisa tanpa sadar akan segala.
Memendam pun menjadi pilihan.
Karna tak selalu pengungkapan itu terbaik.
Meninggalkan pun terkadang terasa lebih indah.
Karna itu kamu, dan dia.
“Nevermind. Thanks for all, have a great life Mr. F”

Cerpen Karangan: Tsaal

Cerpen March merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terbang

Oleh:
Apa yang seharusnya aku lakukan? Aku sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa. Rasanya aku sudah tidak kuat lagi menerima tekanan ini. Ini begitu berat, berat sekali. Bahkan sepertinya

Pelangi Arka dan Rain (Part 3)

Oleh:
Tiba-tiba pintu terbuka dan terdengar suara letupan. Ray menutup mata karena terkejut. Namun, ketika ia membuka mata, ia telah di hujani kertas warna warni dari konveti. Ketika ia melihat

Problema Cinta dan Persahabatan

Oleh:
Jangankan menyapanya, melihatnya saja rasanya aku sudah enggan. Entah kenapa perasaan yang dulunya berbunga-bunga ini, tiba-tiba berubah menjadi batu yang sulit untuk dipecahkan. “hei, yang lagi ngelamun. Hayo, ngelamunin

Cokelat Cinta dari Kak Andra

Oleh:
“Vankaaa..!! Ke sini kamu, cepat!” Teriak Raisya. “Ada apa sih Ra? Nggak usah teriak-teriak juga bisa kan?!” Tanyaku ketus. “Ya deh, maaf Van. Gini Van, aku mau cerita sama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *