Mengikat Cinta Dengan Do’a

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 7 October 2020

Jatuh Cinta merupakan hal yang pernah dialami oleh hampir setiap orang. Bahkan tidak sedikit orang yang telah dibutakan oleh cinta. Mengapa? Karena terpancar jelas kesempurnaan pada orang yang kita cintai ketika kita sedang jatuh kedalam sebuah Cinta dan itulah yang pernah aku rasakan beberapa waktu lalu sampai-sampai aku hilang kendali, semua yang aku lakukan hanya untuk dirinya.

Aku tak pernah berpikir resiko apa yang akan menyambutku ketika aku melakukan sesuatu untuk dirinya karena yang ada dibenakku hanyalah aku dapat memiliki, menyayangi, dan menghabiskan sisa hidup bersamanya. Namun apakah aku dapat memilikinya? Ya, tentu saja aku dapat meluluhkan hatinya hingga akhirnya aku menjalin sebuah hubungan dengannya.

Betapa bahagianya hari itu ketika ia menerima diriku untuk menjalin sebuah hubungan dengannya, karena ia adalah wanita yang aku impikan selama ini. Dihari itu pula aku berkomitmen pada diriku sendiri untuk setia dan tidak menyakitinya, karena ia pernah terlalu mencintai seseorang dimasa lalu namun berkali-kali dilukai hatinya. Aku berusaha mengajak ia untuk melupakan seseorang dimasa lalunya itu, agar aku dapat bersanding hidup bersamanya dengan penuh cinta dan kasih sayang.

Seiring waktu berjalan aku pun mulai merasa nyaman dan sayang kepadanya, lalu aku pun mulai untuk menyayanginya. Namun apakah ia bisa melakukan hal yang sama kepadaku? Nampaknya tidak, ia masih terlihat cuek kepadaku tak seperti orang-orang yang menjalin hubungan pada umumnya dan ia pun cukup sering komunikasi dengan laki-laki lain yang sesekali juga dengan orang yang pernah dicintainya.

Apa aku cemburu? Ya, sudah pasti aku sangat cemburu namun aku harus lebih bersabar untuk hal ini, karena bagaimana juga ia belum seutuhnya membuka hati kepadaku. Aku tak pernah menampilkan rasa cemburuku didepannya seolah-olah aku terlihat seperti orang yang sabar sekali. Lama-kelamaan ia sudah mulai cukup manis kepadaku, tak jarang pula ia perhatian kepadaku. Aku pun rasanya senang sekali dan rasa cintaku pun kian bertambah.

Namun ironisnya hal indah tersebut tak berjalan lama, ternyata selama ini ia hanya bersandiwara untuk mencoba membuka hati kepadaku padahal nyatanya ia benar-benar tidak mencintaiku. Hal itu disampaikan olehnya kepadaku pada saat melepas hubungan asmara denganku.

Rapuh rasanya hatiku tak menyangka bahwa dirinya akan seperti itu, orang yang sangat aku sayangi dan orang yang mulai aku percayai nyatanya malah membuat diriku kecewa. Hati yang tenang langsung antah berantah rasanya, karena mengingat bahwa hubunganku dengannya jarang sekali ada konflik.

Pada siang yang kelam itu, ia menyatakan bahwa ia tak lagi mau untuk menjalin hubungan bersamaku dengan kata lain ia menyudahi/memutuskan hubungan yang berjalan belum lama ini. Aku pun jelas tidak terima dengan keputusan yang diambil sepihak itu, dengan spontan aku mengeluarkan kata-kata makian untuk dirinya.

Hingga akhirnya aku tak berkomunikasi lagi dengannya karena tak bisa dipungkiri betapa kecewanya diriku telah diperlakukan seenaknya, seakan-akan aku laki-laki yang tak ada harga diri telah berusaha untuk selalu membuat ia bahagia namun ia dengan mudah membuangku begitu saja.

Keesokkan hari aku mencoba untuk berdamai dengan keadaan, aku berusaha untuk mengerti semua yang ia lakukan kepadaku. Aku pun menghubunginya kembali dengan membuat pernyataan yang seolah-olah aku menerima dan merelakan semua yang telah ia putuskan secara sepihak itu meski pun berat sekali rasanya.

Akhirnya aku dan dia sepakat untuk menjadi teman dekat saja, karena bagaimanapun juga perasaan itu tak bisa dipaksakan. Namun tetap saja aku masih menganggapnya ada hubungan asmara denganku karena aku masih ingin mempertahankan ia untuk tetap bersamaku tanpa ada campur hati laki-laki lain. Aku bertahan pada perasaan yang cukup tersiksa karena sikap ia yang acuh tak acuh kepadaku.

Lambat laun mulai terungkap mengapa ia semakin hari semakin mengabaikan diriku, aku mencoba untuk menekan dirinya agar menjelaskan apa yang sebenernya menjadi alasan untuk menyudahi hubungan ini. Dan ia pun menjelaskan namun tak secara rinci dan konkrit, aku pun menyimpulkan maksud dari semua penjelasannya tersebut yang ternyata ialah “Aku bukan pilihannya”.

Aku pun tak tahu harus bagaimana lagi rasa sayang ini tak mungkin hilang dengan mudah namun disisi lain aku tak mungkin untuk tetap menunggu karena apalagi yang harus ditunggu. Aku hanya menyelipkan namanya dalam do’aku setiap aku selesai beribadah.

Sampai detik ini ia benar-benar menghilang tak tahu rimbanya, aku pun tak berani untuk menghubunginya karena mengingat bahwa aku “Aku bukan pilihannya” aku hanya bisa pasrah pada keadaan saat ini tak mau memaksakan untuk mendapatkan kebahagiaan darinya karena ia berhak untuk bahagia dengan jalan yang ia pilih.

Mulai detik ini aku telah mengikhlaskan ia yang telah memilih untuk pergi meninggalkanku, aku hanya selalu berdo’a agar suatu saat nanti aku dapat berjodoh dengannya dan aku berusaha memperbaiki diriku ke jalan yang lebih baik agar suatu saat nanti ia dapat menerima diriku.

Sekarang aku sadar bahwa cinta tak harus memiliki karena ini yang sedang aku rasakan, aku hanya mencintai ia dalam diam dan mengikatnya dengan do’a-do’a yang aku ajukan kepada Tuhan. Aku yakin bahwa Tuhan pasti akan mengabulkan do’aku suatu saat nanti meskipun sekarang aku hanya bisa diam membiarkan perasaanku berjuang sendiri tanpa ada balas kasih sayang.

Cerpen Karangan: Allan Desandi Liman
Facebook: facebook.com/allandesandil
Usia: 20 tahun
Pekerjaan: Mahasiswa
Kontak: allandesandiliman[-at-]gmail.com

Cerpen Mengikat Cinta Dengan Do’a merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Shiori dan Bunko

Oleh:
Langit Kyoto tergulung kelam birunya tak lagi mewarnai sudut-sudut jumantara, kakiku masih berdiri di depan toko dekat sekolah SMA. Tubuh menggigil satu per satu rintik hujan berjatuhan mirip gerimis.

I Stil Love You After a Year

Oleh:
My call name is umi, yah sebagian besar teman-temanku memanggilku demikian, dan sekarang aku berada di fakultas keguruan dan ilmu pendidikan semester 3, di salah satu universitas di Sulawesi.

Berharap Yang Tidak Pasti

Oleh:
Tak biasanya Rika bangun sesiang ini, biasanya Rika sangat rajin bangun pagi, mungkin saja Rika tidurnya kemalaman karena tugas di sekolah menumpuk, ibunya berusaha membangunkanya tapi Rika tidak juga

Maafkan Aku Cinta

Oleh:
Riyan, laki-laki itu kini duduk terdiam menatapku. Wajahnya tampak pucat seperti kurang tidur, atau mungkin dia kelelahan. Sudah satu bulan lebih dia tidak menemuiku, terakhir yang ku dengar dia

Edelweis

Oleh:
Barangkali kau melihatku hanya sekejap mata. Barangkali kau mengenalku hanya semaumu saja. Barangkali kau tak tahu tentangku. Ahh.. barangkali aku yang terlalu mendamba. Mungkin hati masih tertutup awan kelabu.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *