My Destiny

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 29 August 2018

Sekolah, tempat dimana kita menuntut ilmu. Tapi banyak juga yang dipakai untuk mencari teman atau sebaliknya. Dila, siswi kelas 9 semester 2 dan tinggal menghitung beberapa bulan, ia pun lulus. Dila juga manusia, yang pernah merasakan bagaimana rasanya jatuh cinta.

Pernah ada suatu kejadian yang membuat jantung Dila berdetak dengan sangat cepat. Pada saat pulang sekolah, salah satu temannya menghampirinya. Dia bilang kalau Jay menyukai Dila. Dila sangat terkejut dan tidak percaya apa yang temannya katakan. Dila memastikan pada temannya, benar apa tidak yang dia katakan dan dia pun mengangguk dengan pasti. Dia bilang Jay menyukai Dila saat kelas 8 dan sekarang dia tidak tahu Jay menyukai Dila atau tidak. Dila tidak percaya ternyata selama ini rasa sukanya pada Jay tidak bertepuk sebelah tangan.

Beberapa bulan kemudian…
Sekarang Dila sudah menginjak kelas 10, sudah lama Dila tidak bertemu dengan Jay. Terakhir kali Dila melihat Jay saat perpisahan “Paturay Tineung” kelas 9. Dan setelah itu Dila tidak mendengar kabar tentang Jay. Entah kenapa akhir-akhir ini Dila tidak begitu memikirkan Jay, mungkin karena terlalu menikmati hari libur dan mempersiapkan perlengkapan untuk sekolah barunya.

“Aku siap!” itulah kata yang Dila ucapkan untuk menyambut sekolah barunya itu. Saat di sekolah Dila sempat tidak percaya apa yang dia lihat. Pria yang selama ini sudah Dila lupakan, tepat ada di depan matanya. Kalian tahu pria yang Dila lihat? Iya, pria itu bernama Jay. Dila kira Jay tidak akan bersekolah di sekolah ini, tapi ternyata Dila salah. Apa ini Takdir? Hah.. sepertinya tidak mungkin. Dila tidak tahu ini takdir atau bukan. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa Dila satu sekolah lagi dengan Jay? Itu sungguh membuat Dila malu sekaligus senang.

Tadinya di daftar absen kelas 10 IPA 4 tertera nama Dila dan Jay. Apa itu juga takdir? Tapi, setelah ada perubahan daftar absen mereka tidak jadi satu kelas. Jay menjadi kelas 10 IPS 2 dan Dila tetap berada di kelas 10 IPA 4. Setiap bertemu dengan Jay jantung Dila selalu berdetak dengan cepat seperti terbang bebas. Padahal itu hanya saling tatap tanpa ada sebuah ucapan. Tapi kenapa bisa seperti itu? Aneh! Mungkin, karena Dila masih menyukai Jay. Jujur saja, saat SMP Dila sangat menyukai Jay. Entah ada angin dari mana yang membuat Dila begitu menyukai Jay. Padahal perilaku Jay berbanding terbalik dengan Dila. Dila baik, pendiam, pintar, sedangkan Jay seorang bad boy dengan wajah yang tampan.

Saat di kelas…
“Dila antar ke toilet yuk?” ajak Ayu.
“Ayo.” Jawab Dila dengan senang hati.
Ayu adalah teman sekelas sekaligus teman sebangku Dila. Sebenarnya, Ayu dan Dila satu SMP hanya saja tidak satu kelas plus tidak begitu saling kenal. Mereka akrab saat memasuki SMA.

Setelah selesai dari toilet, Dila dan Ayu melewati kelas 10 IPS 2. Kenapa demikian? Karena hanya toilet dekat kelas 10 IPS 2 lah yang bersih, itulah alasannya. Saat melewati kelasnya 10 IPS 2. Ternyata pria itu sedang duduk di depan kelasnya. Otomatis Dila sangat terkejut. Tapi saat melewati Jay, Dila pura-pura tidak melihat ke arahnya dan cuek.

“Dila, Dila, tunggu!” kata Ayu.
“Hmm..” jawab Dila singkat.
“Kamu mah bukannya nungguin dulu aku malah langsung jalan aja.” Protes Ayu. “Dila tadi si Jay ngeliatin kamu tau. Terus senyum deh. Ciee yang disenyumin.” Kata Ayu.
“Oh ya.. biarinlah.” Jawab Dila acuh. Padahal dalam hati yang paling dalam Dila sangat senang Jay melihat ke arahnya dan tersenyum tapi di sisi lain Dila kecewa pada dirinya sendiri.
Kenapa aku tadi cuek terus pura-pura tidak lihat? Itulah yang Dila katakan dalam hati. Menyesal? Jelas, Dila sangat menyesal karena ini adalah momen yang langka (menurut Dila).

Dila selalu curhat pada Ayu si cewek cantik yang cara bicaranya selalu ceplas-ceplos. Dila bercerita tentang kisah bagaimana Dila bisa menyukai Jay. Ayu dan Jay adalah teman seangkatan dari zaman SD, SMP, hingga SMA. Jadi, Ayu tidak akan sungkan-sungkan berbicara pada Jay.

Saat Ayu bertemu dengan Jay. Ayu pun mengajak Jay bicara mengenai Dila. Apa yang Dila katakan pada Ayu semuanya Ayu katakan pada Jay. Seperti, apakah benar Jay menyukai Dila? Itulah pertanyaan yang Ayu katakan pada Jay. Jay pun tersenyum misterius dan sedikit malu, lalu berkata, “Gak tau atuh. Kenal juga enggak.” Itulah kata-kata yang Jay katakan pada Ayu yang membuat hati Dila begitu sakit seperti ditusuk oleh benda kasat mata. Mendengar itu semua membuat Dila sakit hati dan selalu menangis di dalam kamar. Menangis? untuk apa aku menangisi pria yang seperti itu. Seharusnya aku tidak percaya begitu saja apa yang temanku katakan saat itu, jika sudah tahu begini akhirnya. Aku benar-benar bodoh karena sudah percaya begitu saja. Mungkin temanku mengatakan seperti itu hanya untuk menyemangatiku saja. Itulah yang Dila ucapkan pada dirinya sendiri. Dila benar-benar sangat menyesal. Dila berjanji pada dirinya sendiri, mulai saat ini dan seterusnya Dila akan melupakannya. Entah itu bisa atau tidak?

Cerpen Karangan: Nia Ardila I K
Blog: niaardila1602.blogspot.com

Cerpen My Destiny merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Bukan Punguk Yang Merindukan Rembulan

Oleh:
Satu tahun sudah berlalu, tapi Ipung masih begini saja. Masih memandanginya dari jauh tanpa kata. Mendekat pun Ipung tak berani. Dia terlalu tinggi untuk digapai, begitu pikir Ipung murung.

Kaulah Jodohku

Oleh:
Penyesalan tidaklah pantas jika selalu dirasakan, penyesalan tidak akan berubah menjadi sebuah takdir yang pasti, tapi aku telah menyesal dengan tutur kata, sifatku, dan keegoisanku yang telah merengganggkan hubungan

Pacaran Membuatku Lupa Segalanya

Oleh:
Halo nama saya Diki Wahyudi, saya akan bercerita tentang kehidupan saya dimasa smk dulu, dimana dulu cinta pertama saya pun hadir dan meracuni jiwa dan raga saya. Kehidupan saya

Dia Yang Telah Kembali

Oleh:
Cit, cit, cit, Sinar mentari memasuki sela-sela jendela kamarku, ketika aku mendengar suara burung-burung bersiul di ranting pohon yang terdapat di samping jendela kamarku. “Hoaaaamm,” Aku bangun sambil merentangkan

Mungkin Aku Salah

Oleh:
Memang cinta datang begitu saja dan tak mengenal siapapun itu dan ini pun terjadi pada diriku. Rissya, cewek tomboy dan sangat senang nonton bola. Malam yang ku tunggu tiba,

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *