My Good Prince

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 10 February 2019

“Indah..” begitu orang-orang biasa memanggilku. Memang itu nama yang bagus. Bahkan kalau boleh dikatakan itu teramat bagus untuk seorang gadis macam aku ini. Mengapa aku mengatakan hal itu?. Ya.. sebenarnya aku bukannya tidak mensyukuri diriku apa adanya. Hanya saja aku merasa sanghat tersiksa dengan nama itu, dimana nama itu sangat tidak searah dengan wajahku. Aku tidak cantik, kulit hitam kusam, gemuk, pendek, anak orang miskin dan haven’t brilian brain. Padahal namaku indah namun sedikitpun unsur keindahan tak ada dalam diriku.

Sejak aku mengenal cinta hingga sekarang, tak pernah sekali saja cinta yang kurasakan terhadap seseorang terbalaskan. Aku selalu mendapatkan penolakan. Kadang ditolak secara langsung, kadang secara tak langsung. Pernah sekali ketika hari valentine aku memberikan cokelat pada seorang pria yang kusukai dan kau tau dia membuang coklat itu. Kerap kali aku diabaikan oleh teman-temanku. Ya, aku memang sudah berusaha maklum dengan sikap mereka padaku tapi sekuat apapun aku mencoba menerimanya tetap saja hati ini terasa begitu sesak. Semua sahabat-sahabatku sudah sering gonta ganti pacar tapi aku merasakan sedih senangnya pacaran saja belum pernah.

“nggak ah.. kita ga usah ke situ. Kita ke national cafe saja” ucap ria salah seorang teman kampusku yang gayanya selalu modis mirip syahrini.
“Ke situ mulu.. bosan akh.. ga ada tempat lain yang lebih menarik gitu?” Seru anggi teman kampus kuyang lain yang gayanya ga kalah modis tapi lebih elegan seperti velove vexia
“Gimana kalu kita ke rain diskotik ajah..? biar kita bisa joget-joget gitu..” tambah dina teman kampus yang lebih bahenol ala dewi persik.
Aku hanya diam saja mendengarkan setiap pembicaraan mereka. Dalam diamku aku tertawa getir.

Suatu hari akiu menghadiri acara ultah teman kampusku. Sebenarnya jarang ada yang mengudangku ke acara ultahnya. Sebenarnya bukan jarang tapi tak pernah. Ini kali pertama aku diundang, karena apa? ya karena yang ultah itu nyuruh aku membagikan kartu ultahnya dan mau tidak mau dia harus ikhlas liat aku ntar ada di pesta ultahnya.

Kuberikan penampilan terbaikku malam ini. Awalnya aku mengira malam ini akn menjadi malam yang terindah. Tapi ternyata dugaanku salah. Sesampainya di sana, aku malah disuruh menjadi pelayan. Awalnya aku enggan tapi temanku itu mengiming-imingiku bahwa ia akan memberiku gaji/upah. Lantas aku menerimanya.

“Tadi aku sempat heran loh dir”
“Heran kenapa?” Tanya dira cewek yang sedang ultah itu
“Tadi kan waktu aku datang, aku ngeliat si indah, aku kira kamu ngundang dia, hampir aja aku pulang sampai akhirnya seseorang manggil dia dengan sebutan pelayan” Ucap sahabat dira panjang lebar.
“Hahahaha… ada-ada aja kamu. Masa iya si cewek kampung itu aku undang ke sini, ya ga mungkinlah. Dia itu datang sendiri ke sini dan mohon-mohon sama aku, supaya aku kasih dia kerjaan. Ya udah mumpung aku lagi baik karena hari ini aku lagi ultah, ya aku kasih aja dia kerjaan” Ucap dira tanpa rasa bersalah sama sekali Mereka tak menyadari keberadaanku yang dekat dengan mereka dan mendengar setiap pembicaraan mereka. Aku pun kembali menangis. kesal, malu, benci dan dendam sontak memenuhi hati dan perasaanku.

Setelah aku mendengar ucapannya itu, dengan sedikit berlari, aku keluar dari rumah mewah itu, sebelum akhirnya aku menabrak seseorang alhasil aku terjatuh.
“Sorry… sorry.. kamu ngak apa-apa kan?” tanyanya padaku. Aku hanya diam seraya menatapnya woww… gumamku. Khawatir karena aku sama sekali tak menjawab dia pun akhirnya mengulangi pertanyaannya.
“Hey… ngomong dong. kamu baik-baik saja kan?” ulangnya
“OH.. ya.. aku baik-baik saja” jawabku dengan agak gugup lalu dia membantuku berdiri.
“Baguslah…” jawabnya seraya menatapku mulai dari kepala sampai kaki
“Apa kamu habis menangis?” tanyanya padaku penuh selidik
“Ngak kok… aku ngak nangis. ya udah aku sebaiknya pergi ya..” ucapku seraya berlalu tanpa mendengar jawabanya terlebih dulu.

Keesokan harinya seperti biasa aku akan bekerja paruh waktu. Dan alangkah kagetnya aku ketika kulihat pangeran baik hatiku itu juga bekerja di samping tempat kerjaku. Ku tersenyum memendangnya hingga akhirnya dia mendapatiku tengah menatapnya. Dia tersenyum ke arahku dan jujur itu membuatku sedikit lebih bersemangat.

Sekarang hari-hariku jadi sedikit lebih berwarna berkat pangeran baik hatiku itu. Dia sangat baik juga sopan. Terdidik dan elegan. Rapi juga terawat. Dan kau tau, sepertinya sekarang aku telah jatuh hati padanya. Dan mungkin kisah kami akan dimulai sejak saat pertama kali dia memberi senyumnya padaku.

Tapi sepertinya dugaanku salah. Semua mimpi dan harapanku bersamanya pupus seketika disaat dia memberitahukanku tentang kisahya dengan seseorang dalam hatinya
“Aku tau bahwa kamu menyukaiku. Aku juga menyukaimu karena kamu itu gadis yang baik. Tapi untuk menjadi orang yang selalu ada buat kamu dan mencintaimu sepertinya aku tidak bisa. karena hatiku sepenuhnya sudah aku berikan pada seseorang. Dan aku hanya bisa menyayangimu sebagai sebatas teman saja. Maaf kalau perkataanku ini membuatmu sedikit kecewa.” dia diam sejenak. Aku bisa merasakan sepertinya tetes demi tetes air mata mulai mengalir di pipiku.
“Maaf kalau aku harus mengatakan itu indah. Kau itu gadis yang baik dan aku tak menginginkan jika kau harus merasakan kesedihan berkepanjangan karena aku. maka karena itu aku sudah memutuskan bahwa besok aku akan pergi dari sini. dan kuharap kau mau memaafkanku” Itu perkataan terakhir yang kudengar dari pangeran baik hati itu.

Sejak saat itu hingga sekarang aku tak pernah lagi melihatnya atau mendengar suaranya lagi.

Awalnya aku begitu sedih namun setelah kupikir-pikir juga, dia menyakitiku seperti ini demi kebaikanku juga. Mungkin benar aku akan bisa lebih bahagia kelak tanpa dia. Yah sudahlah mungkin dia bukan jodohku.. gumamku dalam hati mencoba tuk mengiklaskan kepergian pangeran tampan baik hatiku itu. Semoga kau selalu tersenyum my good prince ucapku di kejauhan lubuk hatiku.

Tamat

Cerpen Karangan: Ester Christa Manalu
Blog / Facebook: Ester Christa Manalu

Cerpen My Good Prince merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Ketika Pilihanmu Tak Berpihak

Oleh:
Hidup adalah pilihan… Aku mengatakan itu omong kosong. Bagai mana tidak, aku bahkan tak bisa memilih hidup dengan orang yang aku cintai. Aku tak ingin hidup dengan lelaki yang

Kebahagiaan yang Menghilang

Oleh:
“Lebih baik aku kehilangan mataku daripada harus melihatmu bersama orang lain” Zee Choco. 26 Januari 2014 Hari ini langit begitu indah, sinar matahari dan beberapa ekor burung pun menjadi

Ikhlas Dalam Duka

Oleh:
Sudah tiga hari ini aku menjalani hidup dengan dan tanpa penuh gairah hidup sedikit pun, makan, minum, bahkan kuliahku pun tak ada yang benar. Sebelum kejadian pada hari minggu

Peka

Oleh:
Kehidupanku sebagai seorang siswa pelajar sungguh membuatku pusing dan membosankan. Ingin sekali rasanya aku lulus dari tahap SMP dan meneruskan ke SMA. Jika aku lihat di sepanjang jalan banyak

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *