Painful Love

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 15 March 2016

Namaku Anila. Sekarang aku duduk di bangku kuliah semester 1. Aku mempunyai sahabat bernama Tania, kami selalu bersama dalam suka maupun duka dan pada suatu hari aku menyukai seseorang sejak aku menginjakkan kaki di SMA yang bernama Andre. Aku dan Tania berjalan menuju kelas namun tak ku duga Andre berjalan berlawanan arah denganku.

“Andre Nil, Andre ada di depan! Kesempatan kamu buat minta nomor ponsel cepetan!” seru Tania.
“Aku juga tahu! Hah? sekarang?” jawabku.
“Ya iyalah masa tahun depan sih? Cepetan!” tambahnya.
“Apa kamu gak lihat? belum apa-apa aja udah keluar keringat dingin, gak sekarang deh!” jawabku lagi.
“Kapan? emang kesempatan datang 2 kali yah?” desaknya.
Aku menghadang langkah Andre sambil tersenyum.

“Ada apa?” tanya Andre.
Aku menelan ludah, “Emm… Itu.u..u,”
“Apa?” tanyanya.
“Aku boleh gak minta nomor ponsel kamu? Ya minimal buat sharing aja. Soalnya kemarin akun sosial aku dihack jadi kalau punya nomor ponsel kamu aku bisa tanya-tanya! Boleh kan?”

“Nomor ponsel ya? Gimana ya?”
“Boleh ya? Eh tapi gak apa-apa kok kalau gak bisa atau mungkin privasi!”
“Bukan begitu. Ok ini nomor ponselku..”
Aku menahan senyum, “Terima kasih banyak.” Andre hanya tersenyum dan melanjutkan perjalanan sedangkan Aku melompat-lompat sambil memegang ponsel di tanganku.

“Wah yang lagi bahagia! Cie, cie.. Gimana udah ngerasa memenangkan sebuah pertandingan?”
“OMG aku mimpi gak Tan? Ah aku benar-benar memenangkan pertandingan melawan hatiku sendiri haha… makasih ya! kamu memang sahabat sejatiku,” sambil memeluk Tania. “Iya.. iya sama-sama! Kebahagiaan kamu kebahagiaanku juga.” sambil membalas pelukan Anila.

Sesampainya di rumah Anila langsung mengirim pesan, dan meletakkan ponselnya di atas meja. Tania, “Ku mohon balas, balas pesanku oh. Sebelas, sepuluh, sembilan, delapan.” Drt.. Drt suara ponsel Anila. Anila langsung membuka pesan dari Andre yang berisikan, “Hai, Anila.. Iya baiklah kita bertemu besok di taman dekat kampus pukul setengah 3. Bye.” Anila langsung beranjak dari tempat tidur dan melompat-lompat kegirangan sambil berteriak, “Andre membalas pesanku.. Huhuhu… Ye ye ye.. Yah benar besok aku akan mengungkapkan isi hatiku. Yah harus… Fighting Anila.”

Anila sudah menunggu di taman cukup lama namun Andre tak datang juga dan tak lama kemudian Andre datang.
“Maaf udah lama ya?”
“Gak kok baru aja,”
“Oh.. Oke apa yang ingin kamu tanyakan?”
“Oh.. Masih pertanyaan yang kemarin kok gak berubah,”
“Oh. Gimana kalau kita makan dulu, boleh kan?”
“Mana mungkin gak boleh bahkan seumur hidupku aja ada di sisimu aku gak apa-apa,” dalam hati Anila.
“Boleh.” Mereka berdua mampir di sebuah cafe. Dan selesai makan Andre langsung mengantar Anila pulang. Sesampainya di depan rumah Anila.

“Andre..”
“Ada apa?”
“Hmm. Aku.. Itu…”
“Katakan saja ada apa?”
Anila memejamkan matanya sambil menarik napas dalam. “Aku… Aku… Menyukaimu.”
“Apa?” kejut Andre.
“Aku menyukaimu sejak pertama bertemu di ospek SMP, bahkan aku bela-belain sekolah di sini hanya untuk bisa melihat wajahmu. Aku selalu mencari tahu tentang kehidupanmu. Itu semua aku lakukan karena aku mencintaimu.” Anila tersenyum kecil karena sudah mengeluarkan semua isi hatinya.
“Jadi, Andre.. Apakah kau menyukaiku?” Anila memandangi Andre yang hanya terdiam. Dalam hati Anila, “Katakan iya, ku mohon, katakan juga kau menyukaiku. Ku mohon.”

Andre menjawab, “Maaf..”
“Maaf untuk?” sambil tersenyum menatap Andre, namun Andre hanya membungkuk.
“Maaf.” katanya lagi.
“Iya. Maaf untuk apa?” Anila semakin tak sabar dengan jawaban Andre.
“Aku sudah punya kekasih. Aku sudah meiliki kekasih, Anila. Dia adalah kekasihku sejak SMA dan bahkan kami hendak bertunangan saat aku menginjak semester 4 nanti.” Anila mendengus kecil, air mata sudah tak bisa ditahan walaupun Anila sudah menahan dengan sekuat tenaga namun tak berhasil.

“Oh kau sudah punya ya?” sambil mencoba tersenyum, “sangat bagus sekali kau sudah mempunyai kekasih. Pasti sangat menyenangkan,” Setetes dua tetes air mata Anila terus berjatuhan dan merasa sangat letih mendengar jawaban dari Andre. “Anila maaf..” sesalnya.
“Tidak apa-apa. Dia pasti sangat cantik dan cocok denganmu.”
“Anila..”

“Selamat ya. Semoga kalian bahagia,”
“Kau yakin baik-baik saja?”
“Sungguh aku baik-baik saja. Pulanglah! Sampai ketemu lagi, bye!” sambil membalikkan badan dan menutupi mulut dengan tangan.
“Bodoh aku tidak memikirkan hal itu. Sangat bodoh. Cinta pertamaku saja sudah seperti ini cinta benar-benar tidak memihak kepadaku. Semoga kau bahagia melebihi kebahagiaanku.”

Cerpen Karangan: Meilly Sholihaty
Facebook: Meylie Maurer
Meilly Sholihaty. 21 Mei 2000.

Cerpen Painful Love merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Hati yang Terluka

Oleh:
“Jangan pergi! Tolong tetaplah tinggal!” seru Reina meraih tangan lelaki bertubuh tinggi tegap. Matanya nampak berkaca-kaca menatap lelaki di hadapannya itu. Sementara pria tersebut hanya diam tak menyahut apapun.

Pulang

Oleh:
Untuk sebagian besar orang, waktu pulang adalah waktu yang selalu dinantikan. Tapi tidak denganku. Sudah berbulan-bulan yang lalu, aku benci waktu pulang. Waktu pulang membuatku gelisah. Kebenaran tentang rumor

Reuni Pedih

Oleh:
Aku mengerti banyak hal darimu, tentang arti cinta, kasih sayang, ketulusan, kepedihan, rasa sakit, serta kehidupan. Karenamu aku temukan jalanku, jalan hidup yang termotivasi olehmu, jalan yang membawaku padanya.

Kosong

Oleh:
Aku kembali lagi hari ini, nikita. Di sudut kamar kecilku, kupandangi jarum jam di dinding itu. perlahan kuputar jarum kecil itu melawan takdirnya kebeberapa ribu jam yang lalu, dan

Sepotong Hati

Oleh:
Nila tak tahan jika harus berpisah dari suaminya, Mas Pram. Sudah setahun ini mereka menjalani hubungan jarak jauh. Sejak 10 bulan lalu Nila mengajukan pindah pada instansi tempatnya bekerja.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Painful Love”

  1. Anila says:

    wah keren. namanya seperti namaku, dan itu juga seperti kisahku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *