Pangeran Impian Pujaan Hati

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 6 January 2016

Apa artinya cinta? Sungguh hingga saat ini aku masih belum bisa menjelaskan apa arti cinta yang sesungguhnya. Tapi menurut beberapa temanku cinta adalah sebuah rasa yang hadir tanpa terduga, ia datang tak mengenal waktu dan usia, tak peduli pada siapa dan dari mana asalnya. Dan aku rasa diri ini cukup sepakat dengan apa yang diungkapkan tersebut. Saat berusia 16 tahun aku pernah menyukai seorang pria. Dia memang terbilang cukup tampan, berbakat di bidang olahraga tapi sedikit dingin pada wanita. Entah apa yang membuat hati begitu tertarik untuk mengenalnya. Mungkinkah karena kelembutan hatinya yang menawan atau senyum manisnya yang begitu menggoda. Entahlah.

Pertama kali aku berhadapan dan berbicara dengannya ketika tugas yang diberikan oleh guru biologi mengharuskan 3 kelas bergabung dan membagi kelompok. Entah sebuah kebetulan atau memang rencana Tuhan aku dan dia menjadi satu tim dalam kelompok biologi, kami bertugas mengamati beberapa tanaman yang bisa dijadikan obat tradisional di taman apotek samping ruang UKS.

“Kamu Diana kan? Anak yang waktu MOS disuruh sama KETOS buat karangan berupa cerpen.” ujarnya sambil meneliti dedaunan obat menggunakan mikroskop.
“Emm.” ucapku singkat.
“Cerpen kamu cukup bagus loh, kenapa gak ikut gabung sama anak mading?”
“Masa sih? Aku gak berani ikut yang gituan takutnya entar diledekin sama orang-orang kalau hasilnya gak bagus.” ucapku menundukkan kepala.
“Gak usah terlalu parno. Nyantai aja kan sambil belajar juga.” Ucapnya tersenyum.

“Dianaa? Udah selesai neliti tanaman di bagian sana?” Teriakk Putri teman satu timku.
“Eh Di, gimana udah selesai nelitinya?”
“Udah. Kamu tinggal salin aja catatannya tulisan aku agak ancur tuh.”
“Iya deh entar, kita gabung sama yang lain aja dulu sekalian hasil catatan yang lain juga digabungin.”

Hari demi hari berlalu aku dan Aldi memang tidak begitu akrab tapi setiap bertemu kasih selalu bertegur sapa atau saling melempar senyuman. Dan karena motivasi darinya juga ia yang mendaftarkan diriku pada gabungan anak mading kini aku Aulia Diana Permata tercatat sebagai penulis aktif di mading. Beberapa karya terbaikku terbit di media cetak mingguan di kotaku.

Kini 4 tahun berlalu. Aku telah menyelesaikan studiku menjadi lulusan D3 bagian management dan Bisnis dan saat ini aku tengah bekerja di salah satu perusahaan industri yang cukup besar di kota dengan tidak melupakan hobi menulisku. Aku masih sering menulis di blog pribadi milikku dan sesekali mengirimkannya di beberapa media cetak dan event-event menulis lainnya.

Malam ini aku menikmati angin yang berhembus melewati cela-cela jendela kamarku. Bayangan akan keindahan senyumannya tak bisa lepas dari pikiranku. Memang semenjak perpisahan sekolah aku dan Aldi tak pernah lagi bertemu. Hanya sesekali berkabar lewat email. Jarak yang terlalu jauh dan keadaan yang tidak memungkinkan kami bertemu, mengharuskanku memendam belenggu cinta yang tersirat di hati. “Aku merindukamu Di, sangat merindukanmu.”

“Rindu dan cinta ini cukup menyiksa batinku. Aku terlalu menutup diri dan tanpa aku sadar cinta itu merambat dengan perlahan namun menjerat hati terlalu kuat hingga sulit bagiku untuk melepaskannya. Ia terluka namun tak berdarah saat aku mendapat kabar bahwa kau akan menikah dengan wanita pilihan yang sangat kau cintai.”

Cerpen Karangan: Septi Liana
Facebook: Septii Liana

Cerpen Pangeran Impian Pujaan Hati merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Senja di Serambi Rumah

Oleh:
Matahari telah kembali ke peraduannya. Sinarnya telah tergantikan oleh gelap. Perannya telah selesai. Jam kerjanya pun telah usai. Kini tinggal sang penjaga malam datang mengisi kekosongan. Aku terduduk di

Buih

Oleh:
Dengan pikiran kacau, Buih mencoba memperhatikan penjelasan pemuda di depannya tentang logaritma. Beberapa kali ia tampak melamun ketika Hilal, pemuda itu, menjelaskan materi. Lambaian tangan di depan wajahnya berhasil

Sebait Cinta Dalam Doa

Oleh:
Rindu ini kian menyiksaku, saat aku berada jauh darimu. Apa yang harus aku lakukan untuk cinta yang salah ini? Bodohnya aku yang mencintaimu, dan berharap bisa bersamamu. “Rena, sadar…

Pelampiasan Cinta Mu

Oleh:
Wanita itu kalau sudah sayang sama seseorang jangan ditanya sayangnya seperti apa pasti sangat sayang dan sayang itu sangat tulus. Begitulah yang aku rasakan. Saat aku kenal dengan Aldi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *