Pangeran Masa Laluku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 23 August 2017

Namanya SANISA seorang gadis berusia tujuh belas tahunan yang mempunyai paras nan cantik dan rambut yang terurai sebahu…

“Prangg” minuman itu tumpah tempat di kertas putih tempat dimana namanya selalu dituliskan kejadian setahun lalu yang membuat gadis dramatis itu semakin meringis. Dia berpikir apa yang membuatnya begitu menderita. Sebuah kisah tanpa alur dan fakta yang tak nyata.

Sontak sanisa mengerutkan keningnya “Ini apa? Kok jadi gini sih?” sambil membolak balik kertas putih itu. “maa? ini kenapa jadi basah semua?” gadis remaja itu menggerutu
“Ada apa sih sa? Itu tadi nggak sengaja tumpah. lagian seberapa pentingnya sih buku itu buat kamu?”
“Kenapa sih di rumah ini gak ada yang ngertiin sanisa?” dibantingnya pintu kamar coklat itu dan ia pun kembali meringis karena di buku itu semua curahan hati sanisa tertulis..

Ia tersadar dari tangis, menatap jam tangan di lengannya, dengan wajah dan seragam yang begitu berantakan ia berlari menuju garasi mobil..
“Pak yoyo buruan 15 menit lagi bel, ntar sanisa telat nii!”
“Iya non!!” pak yoyo pun bergegas cepat menuju mobil dan melajukan mobil di jalanan yang berair karena tadi malam turun hujan…

Gadis itu berjalan, berjalan tanpa arah. satu pintu, dua sampai ia temui kelas XII ips 3 pelabuhan ilmunya. namun, ia tak merasakan di mana kakinya berpijak dari mulai ia berjalan masuk, duduk dan kembali termenung…
Seorang gadis seusia sanisa menghampirinya “Sanisa kamu kenapa? aku lihat beberapa bulan ini keadaanmu semakin buruk saja aku lihat kau juga tidak memiliki semangat lagi, apa yang sudah merasuki pikiranmu hingga kau seperti ini?”
Sontak gadis itu buyar dari lamunanya ia cuma memberi senyuman tipis kepada wanita itu sambil menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya.. “Aku gak kenapa-kenapa kok cuma ada yang mengganggu pikiranku selama ini!!”
“Baiklah aku paham dengan apa yang terjadi kepadamu!”
Gadis itu pun merangkul sanisa membuatnya kembali kuat tapi itu hanyalah sebentar sanisa tak benar-benar bisa melupakan apa yang sudah dialaminya, seorang lelaki yang dianggap sebagai pangeran dan memotivasi hidupnya harus meninggalkan dia dengan luka yang teramat parah sampai ia sendiri pun tak bisa menyembuhkannya apalagi selama setahun itu mereka bersekolah di tempat yang sama, sulit baginya mengubur kenangan ituu…

Beberapa hari setelah itu sanisa mulai sedikit berubah, ia mulai nenyadari betapa tidak pantasnya air mata jatuh demi lelaki itu, kini ia menjalani hari selayak sanisa 12 tahunan, tak ada tangis tak ada kecewa hanya canda dan tawa…
Sanisa kini menjadi orang yang sangat berbeda, kisah pahit di hidupnya hilang bahkan ia tak pernah lagi memikirkan pangeran pengkhianat itu.. sejak sanisa bertekat melupakan pangeran yang membuatnya menjadi anak yang tolol dan tak terurus..

“Sanisa nanti sore ke toko buku yuk?” ajak lala sahabat baiknya yang selalu mendukungnya hingga dia bisa melupakan masa lalunha yang kelam, karena orang yang dicintainya harus direbut sahabatnya sendiri.
“Boleh juga sekalian ke cafe aja kita nongkrong di sana, gue juga udah lama gak pernah ke sana!”
“Oke nanti jam 4 sore gue jemput lo” mereka pun kembali ke kelas
Lala sahabat satu-satunya yang dimiliki sanisa karena ririn telah mengkhianati dia dengan merampas pangeran itu, kini sanisa hanya punya lala yang selalu mendukungnya dalam hal apapun sanisa sangat menyayangi lala sahabat kecilnya itu…

Setelah puas berkeliling dan menikmati suasana cafe dan gramedia akhirnya sanisa dan lala pulang ke rumah..

Ponsel sanisa berdering
“Gue mau pinyam buku lo ni, boleh kan buku akuntansi lo waktu kelas XI adek gue mau pinjam!”
“Buku lo pada ke mana?”
“Buku gue udah hilang nggak tau pada ke mana, gue boleh kan plies dari pada ntar gue diomelin mama!”
“Ya boleh besok gue cari di gudang ya!”
“Makasi sanisa”
“Iya sama-sama lala!”

Saat di sekolah
“Mana bukunya?” sambil membuka tanganya
“Aduh gue lupa!” sanisa menampar keningnya
“Aduh sanisa udah pikun ya sekarang cepat amat jadi pelupa” ejek lala sambil mencubit kedua pipi sanisa
“Gue nggak pikun cuma lupa aja!” sambil cengengesan
“Sama aja sanisa” sambil menarik tangan sanisa ke kelas

Kakinya perlahan melangkah ke luar rumah menuju gudang yang ada di belakang rumah ia buka gembok itu perlahan terlihat isi yang ada di gudang..
“Begitu banyak debu di sini” sambil menutup hidungnya
Ia bergegas mencari buku itu dan membolak balik isi di kardus itu tanpa ia melihat di balik buku hitam yang tertulis ‘KAU DAN AKU’ ia buka buku itu ternyata sontak dadanya terasa sempit seakan kejadian satu tahun lalu tiba-tiba terlintas di benaknya ia lihat di buku itu tertulis VIGO!!
Ya vigo pangeran masa lalu yang sangat ia banggakan ia telah membuat hidup sanisa begitu berantakan dia kakak kelas sanisa sewaktu memakai seragam putih abu sekarang dia sudah melanjutkan ke universitas luar kota, ia membolak balik buku itu teringat olehnya awal iya pertama mengenal vigo

Vigo lelaki yang mempunyai sikap dingin, misterius, dan penampilanya selalu rapi, rambut yang begitu mengesankan begitu rapi..
Semua itu bermula dari senyuman kecil vigo sejak senyuman itu tersimpan perasaan kecil kepada vigo

“Kamu sanisa kan? Aku vigo XII ipa 4” sambil menjabarkan tanganya
“Ia aku sanisa kamu dari mana tau nama aku?”
“Kamu lucu ya jelas-jelas diseragam kamu tertera jelas nama kamu sanisa” sambil menunjuk seragamku..
Ia melirik seragamnya “ih kamu apaan sih!” Sambil senyum memandangi vigo

Dari percakapan itu mereka menjadi dekat dan sangat-sangat dekat hingga akhirnya vigo menyatakan semua perasaanya…
“Sanisa aku menyukai, apakah kau mau menjadi pacarku” dengan menyodorkan bunga mawar kesukaan sanisa.
Diambilnya bunga mawar itu sambil menganggukan kepalanya,
Tak ada satu hari pun mereka lewatkan tanpa canda dan tawa semua indah mengalir begitu saja bagai air sungai yang begitu derasa..

1 minggu 2 minggu 3 minggu begitu indah mereka lalui tak ada kesalah pahaman di hubungan mereka yang di masi baru itu…

Besok hari istimewa bagi vigo karena dia akan menginjak usia 17 tahun dengan hati yang senang sanisa membawa lala membeli kado dan memesan kue untuk vigo. Dia memilih jam tangan berwarna coklat karena vigo suka memakai jam di tangannya. tepat malamnya sanisa menyuruh vigo datang ke tempat dimana mereka jadian..
“Selamat ulang tahun vigo” sambil menyodori kue dan lilin untuk ditiup.
“Etsss sebelum ditiup buat permintaan dulu”
“Oke” sambil memejamkan matanya saat itu lala dan adik vigo keluar, vigo cuma tersenyum manis…
Kubungkus jam itu dengan rapi kukasi vigo dan dia berterima kasi sambil memegang tanganku.. sungguh sebulan bersama vigo semuanya indah..
Tak pernah terjadi kesalah pahaman kali ini tiba-tiba semuanya berubah vigo yang selalu mencandaiku melalui chatting, kini vigo mulai keluar sikap dingin, cueknya ia marah kepadaku dan membentakku..

“Gue gak tau gue kenapa gue kayak gini kalau lo udah nggak kuat lepasin gue aja! “Apa maksud lo tiba-tiba kayak gini” ucapku seketika air mataku jatuh membasahi pipiku.

Ririn sahabat sanisa ternyata ia penyebabnya. vigo dan ia diam-diam menjalin kedekatan aku mengetahui ini semua dari lala. Lala tak sengaja melihat percakapan mereka melalui ponsel ririn. Ternyata itu yang membuatnya berubah dan menghianatiku..

Aku bertekad memutuskan vigo
“Aku mau putus tega kamu bermain api di belakangku!”
“Kamu serius mau putus?”
“Iya, kamu udah banyak berubah nggak seperti vigo yang dulu.”
“Okelah” balasnya begitu singkat

Saat itu aku jatuh dalam keterpurukan aku menangis terisak-isak, melihat akhir dari semua ini.. kisah yang indah berakhir dengan pengkhianatan dan tipu daya dunia..

Kututup buku hitam itu buku yang telah mengingatkan aku kepada sosok vigo yang mengkhianati cinta suci dan ketulusanku. Aku bakar buku itu dan semua foto sanisa dan vigo, sanisa berlari ke kamar sambil menangis…

“Ayolah aku tak boleh seperti ini aku harus benar-benar melupakan dia hanya lelaki pengkhianat yang singgah di hidupku cuma singgah tak menetap di hatiku” batin sanisa bergejolak
Kutarik nafas panjang panjang kubuang semua bayangan itu dan aku tidak mengingatnya, dan sanisa tidak ingin bermain dengan yang namanya pacaran sanisa trauma karena sanisa tak pernah berpacaran sebelumnya sekali pacaran ia disakiti..

Dia hanyalah pangeran masa laluku dan sekarang aku harus memimirkan masa depanku. Dia cuma masa lalu yang indah dan pergi meninggalkan luka.
Semenjak kejadian di gudang dia benar-benar mengunci hatinya dan berubah menjadi lebih baik lagi. karena semua kenangan bersama vigo telah ia simpan sebagai pelajaran di dunia yang fana ini..
Dan dia mulai bisa tersenyum lepas lagi dan tak mengingat vigo lagi yang ia anggap pangeran masa lalunya. dia anggap vigo sebagai mimpi indah dan suram baginya..
Dia pun sudah tegar dan berpikiran positif..

TAMAT

Cerpen Karangan: Riauni Sapitri
Facebook: Riauni Sapitri

Cerpen Pangeran Masa Laluku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Makhluk Manis Di Teras

Oleh:
“Sssst, Anna.. lihat deh cowok yang lagi main gitar itu,” bisik Anggi pada Anna yang sedang asyik menjilat ice cream cokelatnya seraya menunjuk dengan kepala ke arah rumah bercat

Jomblo

Oleh:
Jomblo buat gue itu adalah suatu masalah besar, masalah yang susah buat di atasin, dan masalah yang bakal jadi penghalang gue buat nikmatin masa muda, so! sebisa mugkin gue

Kebahagiaan Siska

Oleh:
“Sis, lihat tuh cowokmu, dia lagi-lagi dihukum bu Inka lagi” pinta Angel sambil menunjuk ke arah seorang siswa tampan, berkacamata, dengan rambut bergaya model ala Korea zaman sekarang. Seketika

The Quirky Life Of Beang

Oleh:
Namaku Beang. Tadinya aku suka namaku. Lalu secara kebetulan kemarin aku nonton sebuah anime. Di dalamnya ada karakter Lalat bermuka penguin yang suka makan kotoran. Mungkin karenanya akhir-akhir ini

Ketika Harus Ku Tinggalkan

Oleh:
Aku masih merenungi kejadian yang harus membuahkan pertengkaran semalam tadi. Akankah harus terulang kisah-kisah pahit tentang cinta yang tak pernah kunjung ku rasa bahagia. Entahlah, lagi-lagi aku harus menelan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *