Perasaan yang Salah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 20 August 2015

Seketika aku merasa senang karena mempunyai sahabat sepertimu, kamu yang selalu menemaniku di saat aku senang maupun sedih dan kamu yang selalu membuat aku tersenyum setiap harinya. Kamu juga yang membuat waktu belajarku berkurang karena kamu setiap hari sms aku untuk menggangguku ataupun hanya iseng ajah. Pesek, nama itu yang selalu ku dengar ketika kamu memanggilku.

“pesek, lagi belajar yah?”
“iya vin, emang kenapa?”
“dari pada kamu belajar mending kamu temenin aku sms-an, aku lagi kesepian nih”
“yee, kamu itu yah ganggu waktu belajar aku aja”
“ya udah sih sek, kalau nggak mau entar aku ambil itu buku”
“ambil ajah kalau bisa, ya udah deh aku temenin kamu”
“hehehe, yah gitu dong”
“makanya cari pacar biar nggak kesepian”
“yee, maksudnya apaan tuh? Kamu kan juga nggak punya pacar, ngapain nyuruh orang nyari pacar coba”
“udah deh vin, nggak ada habisnya debat sama kamu”

Vino menjadi teman sms-anku tiap hari, kita selalu bercanda dan saling curhat. Yah begini lah, nasib orang jomblo. Kita berdua jomblo udah lama, kalau Vino nggak tahu kenapa dia nggak pernah pacaran hingga sekarang padahal mukanya juga nggak jelek-jelek amat dan cukup banyak juga cewek yang suka sama dia. Kalau aku sendiri udah pernah ngerasain yang namanya pacaran tapi hubungan itu nggak bertahan lama karena aku merasa sekolahku menjadi terganggu karena pacaran dan aku memutuskan untuk jomblo hingga sekarang.

Pagi terasa sejuk dan indah inginku menikmati sejuknya udara di pagi hari dan melihat pemandangan alam yang indah namun gerbang sekolah telah menungguku sehingga aku tidak dapat menikmatinya kecuali waktu hari libur saja. Gerbang sekolah telah menantiku, aku segera mengambil sepeda dan berangkat ke sekolah sendirian. Dan ketika sampai di kelas seperti biasa suasana menjadi ramai karena aku dan Vino, kita udah kayak tikus sama kucing kerjaannya berantem di kelas, teman-temanku di kelas udah terbiasa dengan hal itu sampai-sampai ada satu temanku yang marah karena aku dan Vino berisik di kelas.

“Vino, Via!! bisa nggak kalau nggak berisik, kalian berdua itu yah kerjaannya berantem terus udah kayak kucing sama tikus entar jadi cinta, baru tahu rasa kalian”
“apaan sih ra, yah nggak mungkinlah”
“kenapa nggak mungkin, bisa aja itu terjadi”

Kita berdua terdiam ketika mendengar kata-kata Dira. Dira adalah teman baikku yang sangat bawel dan pintar Bahasa Inggris Dira yang selalu mengajariku Bahasa Inggris karena nilaiku dalam pelajaran itu tidak cukup baik.

Waktu belajar pun telah usai dan aku bergegas menuju ke parkiran sekolah untuk mengambil sepeda.
“Via!!” “apa vin, mau nebeng lagi yah?” “hehehe, kok tau” “kan udah kebiasaan kamu tiap hari” “ya udah vi, aku tunggu di depan gerbang yah” “oke” Vino selalu pulang bareng sama aku katanya sih dia malas bawa sepeda sendiri dan mau nggak mau aku tiap hari pulang bersamanya, sampai-sampai ada yang mengira kalau kita berdua pacaran. tapi ada untungnya juga pulang bareng Vino karena aku ada yang boncengin dan ada temen ngobrol.

Tiba-tiba nggak tau kenapa Vino menjadi berubah, dia menjadi pendiam dan nggak pernah nebeng pulang. Vino kenapa yah? Kenapa dia bisa berubah seperti itu yah? Salah satu teman Vino mengahampiriku dan dia menceritakan banyak hal tentang Vino yang katanya dia diam-diam suka denganku tapi nggak tau juga itu benar atau nggak. Emangnya bener yah Vino suka sama aku? Tapi kenapa dia nggak jujur ajah? Kenapa dia mesti berubah? Seketika aku terbangun dari lamunanku karena dira mengagetkanku “he!! ngelamun aja kamu dari tadi” “apaan sih ra, bikin kaget orang ajah” “ngelamunin Vino yah?” “yee, sok tau” “dari pada ngelamun nggak jelas dan entar malah kesambet hantunya Vino mending kita ke kantin cari makan, aku laper banget nie” “apaan sih ra, ya udah deh ayo ke kantin” kata-kata Miko yang katanya Vino suka dengan ku selalu teringat hingga sampai rumah. Kok tumben yah Vino nggak sms? Hp ku jadi sepi ni nggak ada Vino.

“Miko!!” “iya vi ada apa?” “boleh tanya nggak?” “ya boleh lah, tanya aja” “Vino kenapa kok jadi pendiem gitu yah?” “mungkin dia malu sama kamu, karena tingkah laku dia udah kelihatan selama ini kalau dia suka sama kamu” “iya ta mik, kok aku nggak tau yah?” “yah kamu aja kurang peka, dia juga pernah tanya-tanya ke aku tentang kamu. Apa itu udah nggak jelas kalau dia suka sama kamu?” “mungkin dia Cuma pengen tau banyak tentang aku mik” “ya udah deh terserah kamu aja vi” aku semakin heran melihat tingkah laku Vino, hingga di rumah aku memikirkan kata-kata Miko tadi pagi kok aku nggak pernah tau yah kalau selama ini Vino suka sama aku?
Lamunanku terhenti ketika hp ku berbunyi dan aku lihat ternyata ternyata sms dari Vino “Via” “iya vin, ada apa tumben banget sms” “emangnya nggak boleh aku sms kamu?” “yah gak papa, selama ini kemana ajah nggak pernah sms dan jadi cuek ke aku” “hehehe, nggak papa kok vi lagi males aja” “owh, gitu yah” “vi, gue mau tanya tentang dira ni, Menurut kamu dira itu anaknya gimana yah?” “tumben banget kamu tanya-tanya tentang dira? Kamu suka yah sama dira?” “apaan sih vi, kan gue Cuma tanya” “dira itu anaknya cantik, baik meskipun agak sedikit bawel” “dia punya cowok nggak?” “dia lagi jomblo kok, mau dibantuin buat dapetin dira nggak?” “boleh juga vi, kamu ngerti banget sama perasaanku deh, makasih vi” “iya sama-sama” ternyata selama ini Vino sukanya sama dira bukan sama aku padahal rasa ini muncul ketika aku tahu kalau Vino suka sama aku dan aku harus menghilangkan rasa ini agar mereka berdua bisa senang.

Hingga akhirnya mereka berdua pacaran, aku ikut senang kalau mereka senang meskipun aku agak sedikit menyesal karena perasaan itu telah datang di hati ku. “vin, ra selamat yah atas hubungan kalian dan jangan lupain aku” “iya vi, makasih” tidak hanya aku yang kaget atas hubungan Vino dan dira, teman-teman se kelas ku juga kaget atas hal itu, karena setahu mereka selama ini Vino dekat banget dengan ku. Tapi itu lah cinta nggak ada yang tahu dan udah ada yang menentukanya sendiri.

Cerpen Karangan: Tri Retno Adelia
Facebook: Adelia

Cerpen Perasaan yang Salah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Seindah Yang Nampak

Oleh:
Di dalam sebuah foto yang bergantung di dinding, aku melihat wajah Doni. Tampan dan misterius. Di dalam foto berbingkai cokelat itu, aku tak melihat ada senyum di wajah Doni.

Dimana Kau Buku Matematikaku?

Oleh:
Hari ini adalah hari pertama UKK. Hari ini adalah pelajaran PAI, B. Indonesia dan TIK. Aku hanya menghapal satu pelajaran dari ketiganya, yaitu PAI. Alasannya karena hanya satu pelajaran

Sweet Girl and Cool Senior

Oleh:
Seorang gadis manis bertubuh tinggi semampai dengan kulit kuning langsat dan rambut sebahu bernama Avira Adelia sedang asyik berjalan dengan gembira menuju sekolahnya. Salah satu sekolah favorit di kota

Tak Terduga

Oleh:
“Dari kemarin gue perhati’in, loe tuh senyam-senyum sendiri. Udah empat hari. Kenapa sih, loe?” tanya Bona, yang memergokiku sedang melamun… lagi. Bona adalah sahabat karibku. Kami bukan cuma sekedar

Jatuh Terlalu Dalam

Oleh:
Pagi itu aku terbangun dari mimpiku, namun tak seperti biasanya dalam hatiku timbul suatu kekhawatiran. Seperti ada sesuatu yang mengganjal. Ya, hari pertamaku di sekolah baru. Aku tidak sanggup

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *