Perasaan Yang Terpendam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Dalam Hati (Terpendam), Cerpen Patah Hati
Lolos moderasi pada: 30 April 2014

“lel, kenapa kamu melamun?” itu lah kalimat yang selalu mengejutkan ku di waktu itu, saat itu aku masih duduk di kelas 1 sekolah menengah pertama. Tak ku sangka akan seperti ini jadinya. Di hari itu tepatnya di hari senin, kami mengadakan upacara bendera. Disaat itu lah aku memperhatikan seseorang disana. Ya, dia kakak kelas ku yang bernama Edy. Saat itu ia masih kelas 3, sedangkan aku baru menduduki kelas 1, awalnya aku hanya mengaguminya. Akan tetapi, lama kelamaan rasaku pun berbeda terhadapnya. Aku merasa aku telah menyayanginya. Akan tetapi itu tak mungkin. Dia sudah mempunyai kekasih yang jauh lebih cantik dari aku. Ya, ia bernama Devi.

Tak terasa waktu pun terus berputar, akhirnya tibalah waktunya perpisahan di sekolah. Aku sangat sedih. Karena Dia pasti akan pergi. Tapi aku harus ikhlas karena itu awal dari kesuksesannya. Edy tak mengetahui bahwa aku sangat menyayanginya. Dia juga tak mengenalku.

3 tahun pun berlalu, disaat aku hendak menduduki kelas 1 sekolah menengah kejuruan, disaat aku mendaftar di sekolah itu, tiba tiba handphone ku berdering. Alangkah terkejutnya aku disaat itu. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tak pernah kukenal. “hay ini lely kan?” langsung ku jawab “hy juga, iya, kamu siapa?” akan tetapi tak pernah ada jawaban.

Setelah beberapa hari, nomor itu kembali mengirim pesan kepadaku, “perkenalkan, aku Edy, kakak kelas kamu dulu” aku sangat terkejut membaca pesan itu yang ternyata dari seseorang yang ku kagumi dulu, akhirnya ia mengenal ku entah dari mana, sehingga kami pun saling berteman.

Ia bercerita banyak hal tentang kehidupannya. Disaat aku duduk di kelas 2 smk, ia bercerita padaku bahwa ia akan pergi ke kota Batam untuk melanjutkan kuliah. Disaat itu aku benar benar tak tau apa yang harus kulakukan, hatiku benar benar sedih.

Setelah keberangkatan ke Batam, tak pernah ada kabar lagi tentang dia. Ku coba menghubungi via handphone, akan tetapi nomor dia sudah tak aktif lagi. Sedikit kecewa sebenarnya. Namun, aku mencoba untuk melupakannya. Waktu pun terus berlalu, dia datang lagi di kehidupan ku. Akan tetapi saat itu juga dia membawa seseorang kepada ku. “ini dia kekasih ku” begitu terpukul aku mendengarkan pengakuannya. Sakit rasanya ketika aku tersadar bahwa dia bukan milik ku.

Sekarang, aku sudah berusia 18 tahun. Dari usia 13 hingga 18 tahun aku masih menyimpan rasa untuknya. Ku anggap itu sebagai pelajaran bahwa cinta tak harus memiliki. Sekarang, aku sudah nyaman dengan diriku, walaupun masih sendiri, tetapi aku sudah nyaman dengan pekerjaan ku. Dan ku yakin, jodoh sudah diatur Allah. Terimakasih kak Edy Syahputra. Engkau telah mengajarkan ku bagaimana bersikap dewasa, walaupun kita tak pernah bersatu akan tetapi engkau telah ku anggap kakak ku sendiri.

Cerpen Karangan: Nurlely Damayanti
Facebook: Lely Lala D’princess
Nama: Nurlely damayanti
Alamat: Jln Lintas Sumatra Utara, Aek Kanopan,LABUHAN BATU UTARA 21457
Fb: Lely Lala D’princess

Cerpen Perasaan Yang Terpendam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Intuisi

Oleh:
“Mug kok kamu motret terus sih?” “Ge, dunia ini terlalu indah untuk hanya kamu lihat sekali” “Terus apa harus motret ke tempat yang jauh?” “Di tempat yang jauh aku

Mencari Jejak Masa Lalu

Oleh:
Tak terasa sudah tiga batang r*kok telah jatuh ke tanah, ditemani sunset aku tetap tak beranjak dari tempatku berdiri. Dengan lirih aku berucap kata “Tuhan… Maafkan aku”. Dan seketika

Dia Dia Dia

Oleh:
Sahabatku Daffa ya aku sangat menyukainya. Aku selalu membantunya jika dia ada kesulitan. Saat itu dia sms aku. From: Daffa To: Saya (Lisa) Lis aku akan berusaha menjadi yang

Hanya Kamu

Oleh:
Hari itu, hari Minggu, pukul sembilan tepat, aku bertemu dengannya di taman. Seseorang yang kini menjadi bagian dari kenangan hidupku, sedang kurindukan. Mataku bergulir melihat jalanan pekarangan rumahku di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *