Pergilah Dengan Dia

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 5 May 2014

Teeeeeet.. semua murid bersorak gembira setelah bel pergantian les berbunyi. Iya, guru PKN ini sangat kiler dan membosankan, siapapun akan merasa senang jika bel pelajarannya habis. Setelah bel, aku bergerak ke depan kelas dengan melihat ke arah lapangan futsal, dan… mataku tertuju kepada satu laki-laki yang sedang berdiri di depan gawang sambil mengeluarkan gaya kipernya. yah! Dia sangat mempesona, dia membuat bola mataku membesar dan membelalak, tatapanku tak henti pada sosoknya.

Keesokan harinya, aku mencoba mendefinisikan sosok cowok yang kulihat kemarin dengan Arif, yah dia teman gokilku dari kelas 1 smk, gayanya yang kocak selalu buatku semangat.. oke lupakan dia hehe, setelah kuceritakan semuanya dia menebak satu nama yang benar-benar asing di telingaku “JAKA”, lagi asik cerita tiba-tiba arif berteriak memanggil nama jaka. dan.. oke! itu dia!!! Aku terdiam, mataku terbelalak, aku kaku, aku gugup, aku gak bisa apa-apa!!! Dia mampu membuatku terdiam kaku.

Saat istirahat sekolah lampu led bb ku berwarna merah, ketika aku lihat ada 1 request dengan display name “JakaOnal” sontak aku berteriak kegirangan setengah mati, menggeramkan tangan temanku. Setelah aku accept, dia mencoba membuka percakapan, perakapan kecil, biasa, tapi tetap spesial buatku. Waktu berganti waktu, hari berganti hari, kami pun semakin dekat dan perasaan itu muncul. perlakuan dia juga semakin aneh buat aku terus berfikir ini nyata, mikir kalau dia juga punya rasa yang sama.

Tetapi, perasaanku juga bisa salah. mungkin, tak hanya aku yang di dekatnya, atau mungkin tak hanya aku yang diperlakukan spesial olehnya. dan ketika aku melihat display pic nya foto perempuan. Sontak air mataku menetes, terdiam dan tak tahu harus berbuat apa, yah mungkin hanya bisa nangis aja, marah pun percuma. Siapa aku? siapa kami? Hanya memodalkan kedekatan kemarin yang berujung begini itu gak cukup, perih rasanya, sakit rasanya, tapi itu pilihannya. Mungkin memang bukan aku yang terbaik.

Aku mulai mencoba menjauhinya, tetapi entah mengapa dia mengajakku untuk pergi sama ke sekolah, mau menolak tapi tak punya alasan yang masuk akal menurutku. banyak kejadian selama di jalan, ada percakapan singkat di atas motornya, aku mencium wangi parfum yang di tubuhnya, aku melihat tengkuk lehernya. sesekali aku mencubit perutnya, kusenderkan kepalaku di pundaknya tanpa kusadari air mataku menetes di pundaknya.

Setelah kejadian itu kami gak pernah berhubungan lagi, sampai terakhir tanggal 5 november hari ulangtahunnya aku mencoba berani datang ke rumahnya tanpa memberitahukan dia. iya, posisi dia masih dengan pacarnya. tapi aku tak perduli, aku yakin aku percaya sayang aku lebih besar dari sayang pacarnya. Dengan modal nekat aku datang dengan kue bergambar Doraemon berlapis warna-warni, kita bertemu, kita bertatap kita saling senyum, dan kita saling sayang.. iya sayang, aku menyayangimu dan kau menyayanginya. Kita bercanda di atas motormu dengan keadaan kue di atas tanganku, dengan tatapan yang masih satu arah, hai sayang aku sungguh menyayangimu, bahkan aku rela sampai begini.

Ketika pulang, hp ku berbunyi cepat-cepat ku buka dan ternyata kamu, kau mengucapkan terimakasih dan aku hanya tersenyum dan kita bercanda tawa (lagi). Sampai akhirnya aku mencoba bertanya serius, “jakaa, salah gak jika aku sayang sama kamu tapi kamu sayang sama orang lain” hati, perasaan campur aduk, gak tau kenapa bisa nekat gak karuan gitu. gak lama masuk pesan dari kamu “gak salah kok, cuma aku sayang sama pacarku, maaf kalo aku gak bisa balas sayang kamu” air mataku menetes, aku tak ingin melanjutkan percakapan itu lagi, rasanya ingin membuang perasaanku secepat mungkin, secepat aku jatuh cinta sama kamu dulu.

Dan akhirnya akupun mencoba berusaha biasa saja, baik di sekolah maupun di pesan. Karena katamu memang tak akan ada harapan buatku

Cerpen Karangan: Jafni Naricha Anggelia
Facebook: ‘caca handika aprillia

Cerpen Pergilah Dengan Dia merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Menghitung Hari (Part 1)

Oleh:
Terkadang beberapa hal sepatutnya dilepas meski tak pernah digenggam. Kalimat terakhir yang kamu ucapkan di atas gedung itu masih terngiang di telingaku, terekam jelas di otakku saat kau mengucapkan

Persahabatan Terakhir

Oleh:
Persahabatan antara Dhea, Vindy, Meisha, dan Fara berawal dari pertemuan mereka di SMaN Margawati. Pada awalnya mereka tidak saling kenal tetapi setelah berbincang-bincang akhirnya mereka pun saling kenal. Persahabatan

Kebencian Diselimuti Dendam

Oleh:
Hari sudah menjelang sore sekitar pukul 17:00 WIB, namun entah apa yang membuat Mada belum pulang juga dari sekolah, Ibunya sangat mengkhawatirkannya dan pasti dipenuhi rasa cemas. “Bu, sudah

Perang Hati Remaja

Oleh:
Bel berbunyi, dan tina pun keluar dari mobil ayah nya, begitulah rutinitas dia selama duduk di bangku sma. “heh Tin, apa gak bosen kamu berangkat bareng sama ayah terus?

Saat Kau Kembali

Oleh:
Dia sesekali melihat jam tangannya, rona merah di wajahnya serta peluh yang sedikit demi sedikit turun dari pelipisnya karena terik matahari di pinggir jalanan ini membuatnya terlihat semakin kesal.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *