PHP dan PHO

Judul Cerpen PHP dan PHO
Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Patah Hati, Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 31 December 2016

Aku berusaha untuk ceria hari ini, walaupun sebenarnya hatiku masih sakit setelah kejadian hari itu. “Ah sudahlah” pikirku berulang kali. Entah kenapa aku bisa sebodoh itu mempercayai seorang yang belum lama aku kenal, bahkan tanpa mengetahui dulu siapa dia sebenarnya, dimana rumahnya, single atau tidak dan yang jelas bagaimana perasaannya kepadaku. Aku terus berjalan dengan tegak, takkan kubiarkan aku nenunduk sampai nanti pulang sekolah. Kulewati lorong kelas satu persatu terlihat tatapan sinis murid-murid yang tau kejadian itu, ”ah aku malu” gumamku.

Saat itu aku sedang membaca buku di perpustakaan, seperti hari biasa aku merasa nyaman dengan hobiku ini. Tanpa suara keras, tanpa gosip-gosip remaja dan tanpa tuntutan pertemanan jaman sekarang yang harus “kekinian” katanya. Namun, diamku berubah menjadi amarah saat seseorang melemparku dengan buku, tanpa jeda aku segera membalas memukulnya “bakk” tepat jidat mulusnya aku kenai. Aku segera berlalu tapi,
“hei, apa yang kau lakukan padaku?” tanya seorang berusaha menghentikan langkahku
“hanya membalasmu, itu saja” jawabku singkat
Lalu dia menarik tanganku dan meminta pertanggungjawaban atas apa yang telah aku lakukan padanya, ternyata aku salah orang. Bukan dia yang melemparku dengan buku tapi orang lain. Sejak hari itu aku dekat dengannya, sejak hari itu juga kami sering bersama di sekolah. Hidupku sedikit demi sedikit berubah menjadi lebih berwarna.

Minggu ini dia mengajakku untuk menemaninya futsal, pertandingan dengan sekolah tetangga. Aku yang sebelumnya tak pernah pergi dengan laki-laki jelas merasa gugup tak karuan. Apa yang akan terjadi, apa yang harus aku lakukan, apa yang nantinya dikata orang, apa? Apa? Apa? Semua berputar-putar di pikiranku. “Oh tidak!!”
Sebelum bertanding dia memegang tanganku dan bilang “kamu tenang, semua akan baik-baik saja, tetep semangatin aku ya”. Dengan senyum keren dia berlari sambil melambai tangan menuju lapangan. Rasa macam apa ini, aku semakin tak karuan.

Kupandangi dia yang sedang serius dengan pertandingan, semakin kupandang semakin aku merasa aneh. Karena fokusku padanya, tak kusadari ternyata pertandingan telah berakhir tapi perjalanan kami belum berakhir.
Kini kami di taman dekat tempat futsal tadi, kami duduk berhadapan d ibawah pohon besar yang sangat rindang membuat suasana sore itu begitu sejuk. Sambil makan es krim kami pun bercanda ria, bercerita tentang keseharian, pertandingan futsal dan hobiku. Dia begitu antusias mendengar ceritaku, aku juga nyaman ketika dia bercerita terasa seperti sudah lama kenal dan kurasa kami “sehati”.

Saat aku sedang tertawa lebar tiba-tiba dia mengucap apa yang tak pernah aku duga sebelumnya, aku terdiam seketika dan aku bertanya-tanya dengan kalimat penuh di pikiranku, aku bingung, aku harus jawab apa, apa? Dan lagi lagi apa?
Tak terasa sudah sepekan sejak hari itu kami tak bertemu di luar atau di sekolah, tak dapat dihubungi, tak dapat dikunjungi. Ya, aku tak tau dimana rumahnya, tak tau banyak aku tentangnya. Karena dia pernah berpesan padaku “jangan terlalu banyak bertanya, biarkan waktu yang jelaskan semua dan biarkan hari berlalu untuk sebuah jawaban”. Aku masih ingat betul bagaimana kalimat itu diucapkan, di depanku dengan nada tegas nan lembut dan juga begitu penuh makna.

Sore ini aku pergi ke tempat futsalnya, “siapa tau dia ada disana” pikirku dengan semangat. Aku sudah tak sabar ingin bertemu dengannya, aku juga ingin membahas tentang pertanyaan seminggu yang lalu yang dia katakan padaku. Saat aku mulai memasuki pintu awal keadaan normal seperti umumnya tempat futsal tapi seketika pandanganku terpaku pada kerumunan orang-orang yang menurutku tidak asing.
Terdengar suara “ciee… sosweet sosweet” aku langsung saja menghampiri dan “ANDRA!!!” aku membentak tak kontrol situasi, tempat ini terasa berputar dan kini aku telah berada pada posisi terendah dalam hidupku. Pandangan mereka beralih menatapku begitu aneh lalu seorang berkata padaku “Lu sapa sih, ganggu aja tau lagi romantis juga” sentaknya dengan kasar
“aku .. a .. aku .. dia siapa? Maksud kamu apa? Jelasin ‘ndra?” aku langsung saja beralih tanya dan akhirnya sore itu menjadi hari yang sangat memalukan bagiku. Aku benar-benar malu tak kusangka akan jadi seperti seorang PHO “Perusak Hubungan Orang”.

“Dia pacarku, namanya Senja. Hari ini tepat satu tahun kami pacaran dan aku memberinya kejutan dengan semua skenario yang sudah aku persiapkan. Aku meminta bantuan dari teman-teman sekolah dan kamu juga tau kan aku ingin membuat sebuah kejutan?” Andra menjelaskan dengan santainya
“Tapi, kamu kenapa tak bilang jika itu untuk pacarmu? Lalu perhatian itu? Es krim? Genggaman tangan? Dan pertanyaan itu? Apa maksudnya?” aku sudah tak sanggup lagi menahan semua uneg-uneg dalam hati ini dan sepertinya kini mataku tak mampu lagi menahan air bening yang selalu berusaha untuk keluar
“Maaf” jawabnya singkat
“Hanya maaf? Kamu pikir aku apa ‘ndra? Kamu sudah gila ya?” celotehku tak sabar lagi
“Maaf, aku tidak tau jika kamu akan terbawa perasaan, aku pikir kamu tomboy sudah biasa mendapat perlakuan seperti itu dari laki-laki dan juga kamu telah melemparku dengan buku, aku merasa sakit dan aku hanya mendekatimu biasa saja menurutku. Untuk masalah pertanyaan waktu itu, maaf sekilas aku terbayang wajah pacarku karena di tempat itu aku menyatakan perasaanku padanya satu tahun yang lalu…
Belum selesai dia berucap aku langsung menghentikannya,
“CUKUP!! SUDAH CUKUP!!” aku membentak tak tahan
“Maafkan aku.. aku hanya ingin dekat denganmu jangan salah paham”
“CUKUP. Terimakasih kamu telah berhasil menghancurkan hatiku dan kamu adalah satu-satunya lelaki yang berhasil mempermalukan aku di depan semua teman sekolah” aku berucap dengan banjir air mata
“Tapi aku tak ada niat untuk menyakitimu, aku benar-benar minta maaf”
“Tapi kamu ingin balas dendam kan? Masalah perpustakaan?”
“Bukan seperti itu, ya aku akui aku sakit hati gara-gara itu tapi aku tak ada niat untuk balas dendam padamu” dia terus berusaha untuk menjelaskan
“Sudah cukup. Aku sudah tau semuanya dan kini aku hanya ingin mengatakan semoga kamu bahagia dan terimakasih pernah menjadi seorang PHP ‘Pemberi Harapan Palsu’ untukku dan semoga itu tak terulang pada yang lain.”
Aku semakin terisak-isak dalam tangisku segera aku pergi dari tempat itu tak mau lagi aku berurusan dengan laki-laki itu. Aku sungguh sakit dan malu, kenapa aku begitu mudah percaya padanya.

Pandangan sinis ini sama seperti yang aku dapatkan hari itu, dimana kekacauan terjadi di dalam hati. Aku menghela napas panjang aku mencoba tenang dan tegar, saat aku sedang berjalan menuju kelas, berusaha untuk menghilangkan rasa malu tiba-tiba ada seorang mendatangiku dan berkata “Aku sudah putus sama Andra”.
“Terimakasih sudah memberi tau siapa Andra selama dia kutinggal pergi, aku tak marah padamu justru berterimakasih sangat” ucapnya sambil tersenyum.
“Oh tidak!! Masalah apalagi ini?”

AhSudahlah

Cerpen Karangan: Utiya Danu Rizky
Facebook: UtiyadanuRizky

Cerita PHP dan PHO merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Demam LGBT

Oleh:
Sederet tulisan di layar laptopku itu membuatku makin gelisah. Berita hari ini penuh dengan singkatan menakutkan yang menghantui kehidupanku akhir-akhir ini. Aku berusaha mengacuhkannya namun tidak semudah kelihatannya. Cemas

Cinta di Ujung Senja

Oleh:
Ia selalu usil dan menggangguku. Membuatku kesal saja. Huft! Tapi kenapa setiap kali ia tak datang ke sekolah, aku merasa ada yang kurang. Anak yang nakal, tapi kenapa bikin

Impossible is Nothing

Oleh:
Jam yang melingkar di pergelanganku menunjukan pukul ‘12.12’, mentari sedang semangat-semangatnya menyinari dunia. Sampai-sampai panasnya yang menyengat membuat kepalaku ingin meledak. Hari ini, aku pulang berdua bersama teman seperjuanganku,

Satu Bulan Dalam kenangan

Oleh:
Masih sangat pagi. Dinginnya juga seperti tak aku kenali. Seolah kota ini membawaku pada ruang berdinding balok-balok es, mungkin karena aku yang tak terbiasa. Hari ini adalah hari pertamaku

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “PHP dan PHO”

  1. salsa says:

    cerpennya keren

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *